
Setelah mas Mario benar-benar masuk kedalam kamarnya kembali dan ku kunci kamarku,aku segera berniat mandi karena rasanya tubuh ini sudah benar-benar gerah dan ingin segera diguyur oleh air hangat supaya kembali segar.
Kuguyur tubuhku dengan aliran air hangat yang mengucur dari celah lubang shower,ritual mandipun telah selesai aku segera menarik handuk baru yang biasa bibi siapkan di dalam kamar mandiku namun tak juga kutemukan handuk maupun jubah mandiku.
"Ya Ampuuuuuuuun,mas Mariiiiiiooooooo!"
Teriakku dari dalam kamar mandi,akhirnya terpaksa aku harus keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan apapun.Kuraih handphone yang ada diatas tempat tidurku lalu aku kembali masuk kedalam kamar mandi,segera ku telfon bibi dari hapeku ke nomor telfon rumah.
Telfon rumah terdengar berdering hingga sampai kamarku.
"Hallo! bik tolong ambilkan handuk untukku!"
"Udah,bibi nggak usah banyak tanya sekarang antar handuk untukku kekamar!"
"Hallo bik! halo!"
Telfon sudah di tutup,padahal baru saja aku mau bilang kalau sudah sampai dikamarku ketuk pintu dulu malah sudah buru-buru di tutup telfonnya.Akhirnya kuputar kunci yang menggantung di lubang kunci kamarku agar ketika bibi datang mengantarkan handuk langsung masuk dan mengetuk pintu kamar mandi saja.
Tak perlu waktu lama,terdengar suara pintu kamarku diketuk.
"Pasti itu bibi."
Gumamku sambil menyunggingkan senyum.
"Langsung masuk saja! pintunya sudah nggak di kunci kok!"
Teriakku dari dalam kamar mandi.
Terdengar kembali suara ketukan dipintu,kini terdengar begitu dekat karena ketukan berpinfah ke pintu kamar mandi.
"Sebentar bik!"
Segera kubuka sedikit pintu kamar mandi,kuulurkan satu tanganku untuk menerima handuk dari bibi sedangkan satu tanganku yang lain menahan pintu agar tubuhku tak terlihat dari luar.
"Bik mana handuknya? cepetan!"
Aku segera menerima handuk yang bibi berikan padaku.
"Kok handuknya basah? ini......memang handuk milikku sih,tapi kok basah kayak bekas dipakai?"
__ADS_1
Meski aku merasa ragu,namun terpaksa kupakai handuk yang diberikan oleh bibi padaku.
Aku segera keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit pada tubuhku,betapa terkejutnya aku karena ternyata mas Mario lah yang kini berada di dalam kamarku bukannya bibi.
Dengan terburu-buru aku segera masuk kembali kedalam kamar mandi dengan wajah merah padam.
"Kenapa malah kamu yang datang!"
Teriakku dari dalam kamar mandi.
"Aku cuma mau kembalikan handuk milikmu!"
"Kan bisa ketuk pintu dulu!"
"Sudah kok,tapi kamu bilang langsung masuk aja tadi!"
"Nggak sopan!"
"Yaudah kalo gitu aku keluat dulu ya,terima kasih handuknya!"
Belum sampai mas Rio keluar dari dalam kamarku,terdengar kembali suar ketukan pintu kamarku.
Suara bibi terdengar sayup dari dalam kamar mandi sambil beberapa kali mengetuk pintu kamarku.
Dengan panik mas Rio berlari masuk kedalam kamar mandi menyusulku.
"Hey! kenapa kesini! mau macam-macam sama aku! dasar cabul!"
"Ssssst!"
Mas Mario menutup mulutku dengan telapak tangannya.
"kalo sampai ada yang tau aku disini berdua denganmu,sedangkan kamu dalam keadaan seperti ini.menurutmu apa yang akan mereka pikirkan?"
Tanyanya padaku.Sedangkan aku hanya mangangguk-anggukkan kepalaku.
"Aku lepaskan tapi janji jangan berisik!"
Aku kembali mengangguk,dan tangannya segera dilepaskan dari mulutku.
__ADS_1
"Tutup mata!"
Bisikku padanya,dengan cepat mas Mario menutup kedua matanya dengan telapak tangannya sendiri.
"Masuk bik,pintunya nggak di kunci! handuknya taruh saja di atas tempat tidur ya...!"
"Baik non,ini handuknya ya! Tadi pagi setelah membersihkan kamar non sudah bibi taruh handuk kok non kok minta handuk lagi?"
Tanya bibi padaku sambil meletakkan handuk di atas tempat tidur.
"Maaf ya bik,tadi handuknya jatuh!"
"Handuknya sudah saya letakkan di kasur ya non."
"Iya bik,terima kasih. Jangan lupa tutup lagi pintunya ya!"
"Baik non,bibi tinggal ya non!"
"Iya bik."
Aku segera keluar dari dalam kamar mandi tanpa bicara apapun,kuraih handuk bersih yang bibi letakkan diatas tempat tidurku.
"Awas! jangan keluar,jangan mengintip!"
Aku segera mengenakan pakaianku dan ku lilitkan handuk kering pada rambutku yang masih basah sehabis keramas.
"Sudah belum Ra!"
Suara mas Mario sedikit berbisik dari dalam kamar mandi.
"Sudah! sana keluar! Dasar mesum!"
Tanpa mengatakan sepatah katapun dia berlaku pergi begitu saja,bahkan kata maaf sekalipun tak sedikitpun terucap dari bibirnya.
Tersengar suara kak Rendi dari balik pintu kamarku,terdengar seperti sedang berbincang dengan mas Rio.
"Jangan-jangan mas Mario tertangkap basah oleh kak Rendi waktu keluar dari kamarku tadi! gawat!"
BERSAMBUNG.....
__ADS_1