
Meski aki kini tersenyum,namun mama tetaplah mama.Orang yang paling mengerti apapun tentangku dan sangat sulit untuk kubohongi bahkan sampai hari ini.
Mama berkali-kali meminta maaf untuk kesekian kalinya serta berterima kasih padaku dan pada yang kuasa karena telah di anugerahi seorang anak perempuan sepertiku,yang mengutamakan keluarga meski diri sendiri sedang keadaan putus asa.
Aku mengusap pipi mama sekali lagi,aku tak mau mama terus menangis dan akan menimbulkan pertanyaan semua orang jika melibat mata mama yang nampak sembab karena baru saja habis menangis.
'Tok,tok,tok!'
"Ya...sebentar!"
Jawabku dari dalam sambil buru-buru kembali menyeka pipi mama agar tidak ada lagi air mata yang tersisa di pipi atau di pelupuk matanya serta melihat diriku sendiri di cermin,sekedar memastikan tak ada sisa air mata dan mataku tidak sembab.
Aku segera berjalan cepat menuju pintu kamarku lalu membukanya perlahan.
Seorang pelayan berdiri didepan pintu kamarku,kini bukan lagi mbak Tari ataupun bi Yayah.
"Permisi nona,tuan muda menunggu anda dibawah."
Ucapnya menyampaikan pesan dari sang tuan muda padaku.
"Iya,saya segera kesana.Terima kasih!"Jawabku hanya berdiri didepan pintu.
"Iya nona,sama-sama saya permisi dulu."
__ADS_1
Lalu sang pelayan penyampai pesanpun pergi meninggalkan kami.
Segera kututup kembali pintu kamarku dan ternyata mama kini telah berada di belakang punggungku membuatku sedikit tersentak kaget.
"Pergilah! mama tinggal dulu ya sayang!"
"Ma....biarkan ini jadi rahasia kita ya!"
Pintaku pada mama sebelum mama meninggalkan kamarku.
"Iya! semoga semuanya akan baik-baik saja,jika ada sesuatu ceritalah pada mama sayang!"
"Iya ma,pasti!"
Aku segera menuruni anak tangga menuju lantai bawah,disana sudah ada pelayan yang tadi memberitahukanku bahwa sang tuan muda telah menungguku dibawah.
"Iya!"
Jawabku singkat sambil mengikutinya berjalan melewati jalan setapak dengn pagar kayu dikanan kirinya.
Pelayan membawaku masuk kesebuah rumah kaca yang didalmnya terdapat taman penuh dengan bunga dengan gazebo yang menghadap kesebuah kolam ikan lengkap dengan air terjun mini.
"Silahkan nona! maaf saya hanya bisa mengantarkan anda sampai sini,tuan muda sudah didalam menunggu anda."
__ADS_1
"Iya,terima kasih!"
Jawabku masih mematung di ambang pintu,sedangkan sang pelayang yang tadi mengantarkanku kini sudah berjalan semakin menjauh meninggalkanku sendirian.
Kenapa dia menyuruhku kesini,kenapa tidak ketempat lain saja! disini sepi tidak ada siapapun hanya akan ada kami berdua disini,jika dia melakukan hal buruk padaku bagaimana! bukankah ini rumahnya,bisa saja dia dengan bebas melakukan apapun padaku,dirumahku saja dia berani keluar masuk kamarku bahkan mandi di kamar mandiku dan masuk kamar mandiku ketika aku sedang mandi apalagi ini ditempatnya.
Aku merasa ragu untuk memasuki pintu kaca yang kini telah terbuka lebat untuk kumasuki,aku berbalik badan hendak pergi meninggalkan tempatku.Belum sempat kulangkahkan kakiku tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara mas Rio yang ternyata sudah ada di belakangku.
"Kenapa tidak cepat masuk! aku sudah lama sekali menunggumu didalam!"
Kupejamkan mataku sejenak dan kugigit bibir bawahku sendiri,berusaha sekuat tenaga membalikkan badanku kembali menghadap pintu masuk yang terbuat dari kaca.
"Ayo!"
"Sebenarnya mau ngapain kita kesini? disini sepi tidak ada siapapun!"
Aku mencoba beralasan agar dia tidak memaksaku masuk kedalam.
"Tidak ada siapapun katamu? lalu aku ini apa!"
"Maksudnya kita hanya berduaan disini?"
"Iya,memangnya kenapa? takut! aku tidak akan menggigitmu sebelum waktunya!"
__ADS_1
Aku mengerutkan dahiku mendengar kata-kata terakhirnya yang seolah benar-benar serius dan membuatku begidik ngeri.
BERSAMBUNG......