
Setelah selesai menentukan pilihan baju yang akan kami kenakan di acara lamaran,mami mengajak kami untuk menjalani perawatan kecantikan.Aku benar-benar tak bisa menolak apapun kemauan mereka,mamaku dan maminya mas Rio bilang aku harus menjalani perawatan supaya ketika dalam pesta pertunangan nanti aku nampak cantik dan fresh.
Kami segera melanjutkan perjalanan menuju suatu tempat yang entah berantah tak kuketahui tempat tujuannya.
Mungkin kesalon,karena tadi mereka bilang aku harus menjalani perawatan kecantikan.Jadi sudah pasti kesalon,tebakku.
Mas Mario melajukan mobil mengikuti mobil didepannya yang ditumpangi oleh mami,mamaku dan kak Reina bersama Zarra juga yang dikemudikan oleh seorang sopir.
Setelah perjalanan sekitar setengah jam berlaku mobil berhenti sejenak disebuah gerbang pagar tinggi berwarna hitam dengan paduan warna emas,setelah mengetahui ada mobil yang hendak masuk segera dua orang penjaga berseragam serba hitam membukakan gerbang.
Sebelum gerbang terbuka dari luar terlihat bangunan didalamnya nampak sangat megah dan mewah,mungkinkah salonnya sebesar itu? batinku.
Setelah gw gerbang benar-benar terbuka lebar nampak bangunan didalamnya benar-benar sangat mewah bak istana di negeri dongeng,mataku begitu terpukau bagai terhipnotis melihat kemegahan bngunan serta penataan taman yang tampak cantik dan indah dilengkapi dengan air mancur yang menambah keindahan.
Aku begitu terkesima melihat pemandangan dihadapanku tanpa bisa mengatakan bahkan menanyakan apapun pada orang yang tengah menyetir disebelahku.
Setelah mobil berhenti beberapa orang laki-laki berseragam serba hitam yang lain berjalan dengan cepat menghampiri mobil yang kami tumpangi juga mobil lain yang masuk bersama kami untuk membukakan pintu mobil.
"Selamat sore tuan muda,nona.....selamat datang....!"
Sambut mereka pada kami,aku masih terhipnotis melihat bangunan dihadapanku.
__ADS_1
"Ayo,masuk!"
Mas Mario mempersilahkanku memasuki istana atau entahlah apa namanya,aku hanya menurut saja.
Beberapa perempuan berseragam seperti seorang pelayan berdiri berjajar di kanan dan kiri sepanjang kami berjalan,mereka semua menundukka kepala serta membungkukkan tubuh mereka saat kami melewati mereka.
"Mereka menyambut kita mas?"
Tanyaku bingung.
"Bukan kita,lebih tepatnya menyambut kedatanganmu!"
Jawab mas Mario sambil tersenyum padaku.
Seorang perempuan muda berseragam sama mendekat kearah kak Reina,meminta Zarra yang sedang tidur dalam gendongannya.
"Bi Yayah,tolong antar Rara kekamarnya supaya bisa istirahat!"
Perintah mami pada salah seorang perempuan paruh baya berseragam yang sama juga dengan yang lainnya.
"Baik nyonya. Mari ikut saya nona,akan saya antarkan kekamar anda."
__ADS_1
Aku hanya menurut sambil memandang kearah mama yang seolah tau apa yang aku pikirkan saat ini,kami dituntun oleh seorang perempuan paruh baya yang dipanggil bi Yayah oleh mami.
"Ma.....kenapa kita malah kesini? katanya kerumah keluarga Wijaya?"
Bisikku pada mama sambil kami berjalan mengikuti bi Yayah dari belakang menaiki anak tangga.
"Nanti mama jelaskan!"
Jawab mama berbisik sambil merangkul pundakku dan terus berjalan pelan menaiki anak tangga mengikuti langkah bi Yayah,sampai pada akhirnya kami berhenti didepan sebuah kamar.
Bi Yayah memutar handle pintu dan membukanya,membawa kami masuk kedalam.
"Silahkan nona,ini kamar anda!"
Ucapnya mempersilahkan kami masuk sambil membungkuk dan tetap di depan pintu.
"Apa ada yang sesuatu yang anda perlukan lagi nona?"
"Tidak ada bik,terima kasih sudah mengantar kami."
"Sama-sama nona,ini sudah menjadi tugas saya! Jika ada sesuatu yang anda butuhkan tekan saja tombol yang berada di samping tempat tidur anda."
__ADS_1
Ucapnya sambil menunjukkan tombol yang berada disamping tempat tidur padaku.
BERSAMBUNG......