Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Kecelakaan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kami saling bercanda dan kadang bertukar cerita tentang banyak hal yang tidak kami tahu satu sama lain.


Saking asyiknya mengobrol tanpa sadar mobil kami hampir menabrak seorang pengendara sepeda motor yang tiba-tiba saja memotong jalan dengan sembarangan.


Karena terkejut mas Rio segera membanting setir kebahu jalan,beruntungnya tidak terjadi apapun pada kami berdua.


Dengan nafas tersengal kupegangi dadaku sambil terus berucap istighfar serta hamdalah berulang kali.Tangan serta kakiku masih bergetar karena gemetar,kulihat mas Rio tak kalah syoknya dari diriku.


"Kamu nggak apa-apa sayang? maaf aku kurang berhati-hati tadi."


"Iya mas Alhamdulilah aku tidak apa-apa,hanya syok saja tadi."


Jawabku sambil menerima botol berisi air mineral yang diulurkan mas Rio padaku dan segera kubuka dengan susah payah karena tanganku yang masih lemas dan gemetar.


"Ini mas minum juga!"


Ucapku sembari memberikan kembali botol minum yang sudah selesai kuminum.


"Aku turun dulu ya,takutnya terjadi apa-apa sama pesepeda motor yang tadi."


Mas Rio segera membuka pintu mobil hendak menghampiri sipengendara motor yang hampir menjadi lawan adu kendaraan dengan kami di jalanan tadi.


Baru saja mas Rio turun dari mobil bahkan belum sempat menutup pintu mobil kembali,tiba-tiba saja si pengendara sepeda motor sudah mendekat dengan wajah garangnya.


"Hei...! Hati-hati dong kalau bawa mobil,!"


Teriaknya sambil berjalan kian mendekat kearah mas Rio,teriakannya menggema terdengar hingga kedalam mobil.


Mas Rio segera menoleh tanpa menutup pintu mobil terlebih dahulu.


"Kamu?!"


Mas Rio nampak seperti terkejut ketika melihat seorang pria yang sedang menenteng helm,sedangkan dari kejauhan nampak seorang perempuan sedang menggendong seorang anak laki-laki berdiri didekat motor yang mereka naiki tadi.


Laki-laki yang tadinya nampak kesal dengan langkah cepat menuju kearah mas Rio tiba-tiba saja berhenti seketika saat melihat sosok mas Rio,sepertinya mereka saling kenal sebelumnya.


"Mas....!"


Saat aku turun dan segera menghampiri mas Rio,terdengar suara perempuan yang sedang menggendong seorang anak memanggil laki-laki yang kini ada di hadapan kami yang langsung segera bergegas pergi sambil berlari menjauh dari hadapan kami.


Aku nampak bingung saat melihat kearah mas Rio yang masih terdiam memandang laki-laki barusan bersama seorang perempuan dan seorang anak di gendongannya.


"Mas kenal sama mereka?"


Tanyaku pada mas Rio yang masih diam mematung sepertinya tidak mendengar pertanyaanku.

__ADS_1


"Mas....,mas Rio!"


Kusenggol lengannya yang masih bengong saat kupanggil-pqnggil namanya beberapa kali tanpa menyahut sama sekali.


"Eh! Iya,ada sayang?"


Jawabnya gelagapan dengan bertanya balik karena sepertinya dia tak mendengarkan ucapanku sedari tadi.


"Mas kenal mereka?"


Kembali kuulangi pertanyaanku,namun tetap tak langsung mendapat jawaban darinya.Mas Rio justru terdiam sesaat lalu menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


"Kita kembali kemobil yuk!"


Ajaknya dengan menggandeng tanganku lalu menggenggam erat jemariku sambil menuntunku berjalan menuju pintu mobil yang lain untuk membukakan pintu mobil untukku.


"Mas,kenapa tidak menjawab pertanyaanku tadi?"


Ocehku padanya mulai protes saat mas Rio bersiap untuk menjalankan kembali mobilnya.


"Pertanyaan yang mana sayang?"


Tanyanya dengan wajah yang nampak seperti orang tengah gusar.Sepertinya ada yang mengganggu pikirannya sedari tadi,sejak dia melihat laki-laki yang sempat hampir menjadi lawan kami dalam kecelakaan tadi.


"Lupa atau memang nggak denger?"


"Oke aku ulangi sekali lagi dan mungkin ini yang terakhir,karena ini untuk kali ketiga aku menanyakan pertanyaan yang sama ini."


Aku benar-benar mulai kesal dibuatnya kali ini.


"Mas kenal sama mereka? Orang yang tadi hampir tabrakan sama kita!"


"Iya,dulu dia teman seangkatan waktu kami SMA. Kenapa?"


Jawabnya,lalu menanyakan alasanku mempertanyakan tentang laki-laki tadi.


"Kok malah dia kabur saat melihat mas?"


"Bukan kabur,tapi karena seseorang memanggilnya tadi.Bukankah kamu tadi juga mendengarnya? mungkin mereka sedang buru-buru."


Benar juga sih,dia buru-buru pergi karena di panggil oleh wanita tadi dan bukan berarti juga dia kabur.Kenapa aku pikir dia kabur tadi? mungkin aku lelah jadi berpikiran negatif begini.


"Kamu nggak apa-apa sayang? gak ada yang sakit atau luka kan? kalau ada yang kamu keluhkan kita langsung mampir kerumah sakit terdekat ya!"


Mas Rio nampak sedang panik menanyakan tentang keadaanku saat ini.

__ADS_1


"Aku nggak apa-apa mas hanya sedikit syok saja tadi,mas sendiri nggak apa-apa kan?"


Tanyaku padanya sambil memandangi wajah serta tubuhnya dari atas sampai kebawah untuk memastikan tidak ada luka atau apapun pada dirinya.


"Nanti sesampainya dirumah,kamu cek lah sendiri dengan teliti seluruh tubuhku apakah ada yang kenapa-kenapa atau tidak!"


Jawabnya sambil tersenyum.Sepertinya dia sedang menggodaku kali ini.


"Nanti sampai rumah aku telfonkan tante Susi yang paham tentang medis,biar di cek dengan teliti olehnya!"


Jawabku ketus dengan sengaja untuk membalasnya.


"Emangnya kamu rela ada wanita lain yang melihat serta menyentuh tubuhku yang kamu gilai ini?"


Ledeknya padaku sambil tertawa terkekeh namun tetap fokus pada jalanan untuk mengemudikan mobil yang kami tumpangi.


"Ih....! Apaan sih mas,emangnya siapa yang bilang aku menggilaimu? Geer!"


Sepertinya dia memang sengaja membuatku kesal dengan cara menggoda serta meledekku terus menerus sedari tadi.


Hari sudah semakin gelap,sang surya yang tadinya memancarkan sinar jingga kini mulai tenggelam kearah barat tanpa meninggalkan jejak cahayanya lagi.Hanya lampu jalan yang menerangi sepanjang perjalanan kami dengan merdunya suara adzan yang mulai bergema dengan merdunya seolah muadzim memanggil kami untuk segera menepi dan mencari tempat ibadah terdekat.


Setelah sampai di depan sebuah masjid,segera kuraih mukena yang memang sudah sengaja kusiapkan di bangku belakang.


Kami segera turun lalu menuju kepintu masjid dan segera masuk untuk melaksanakan ibadah berjama'ah bersama didalam.


"Mampir cari makan dulu ya sayang? Aku laper!"


Pintaku pada mas Rio saat kami sudah kembali masuk kedalam mobil setelah selesai menjalankan ibadah sholat Maghrib di Masjid yang kebetulan kami lewati ketika dalam perjalanan.


"Oke nyonya...!"


Jawab mas Rio kembali dengan nada meledekku.


"Baiklah tuan muda,saya mau makan bakso ya....!"


Pintaku padanya dengan tertawa dan diikuti juga oleh tawa mas Rio yang segera melajukan mobilnya kembali dengan perlahan.


"Baiklah nyonya!"


Jawabnya lagi dan kembali terkekeh.


"Saya mau bakso Mantab!"


Kusebut nama sebuah warung bakso&mie ayam pinggir jalan yang pernah aku kunjungi bersama Medina dan juga Jesika atas rekomendasi dari Medina dan rasanya sangat enak.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2