Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Ujian dan pengumuman


__ADS_3

Hari ini adalah dimana ujian akan berlangsung,saatnya untuk perang dan berjuang demi masa depan kami sendiri.


Sudah sejak beberapa hari, minggu bahkan beberapa bulan yang lalu segala sesuatunya telah kami persiapkan.


Mulai dari hari inilah semua yang kami perlajari selama disekolah akan di ujikan untuk kami, untuk membuktikan apakah pelajaran yang selama ini kami pelajari benar- benar masuk dan meresap kedalam otak kami atau tidak.


Hari- hari kami hanya disibukan dengan belajar belajar dan belajar lagi dan juga belajar lagi terus demi mencapai nilai yang kami harapkan.


Ini bukan hanya perkara ujian kehidupan semata,melainkan juga ujian penentuan masa depan kami sebagai siswa dan siswi di sekolah ini.


Jika kami gagal maka bukan hanya diri kami sendiri yang akan malu,namun orang tua juga guru- guru pengajar kami pasti akan merasa sangat kecewa.


Untuk itu kami harus bisa membuktikan pada mereka semua bahwa kami bisa dan kami mampu membanggakan mereka juga diri sendiri sebagai wujud bahwa kita benar adanya bersungguh-sungguh dalam mengenyam bangku pendidikan selama ini.


...****************...

__ADS_1


Waktu begitu cepat berlalu,hari hari penuh dengan ketegangan telah berakhir namun justru hati dan fikiran kami jadi semakin tegang menunggu hasil akhir dari jerih payah kami selama ini.


Hari dimana ujian telah berlalu dan kini kami bisa mulai bersantai sambil menunggu hasil akhir dari usaha kami.


Medina menarik lenganku menuju koridor tempat dimana papan mengumuman berada,karena disanalah nama- nama kami semua dipampang untuk diumumkan bagaimana hasil dari ujian kami beberaoa waktu lalu.


MAURA PUTRI ANGGARA.


Dengan keterangan yang tertera di papan pengumuman tersebut bahwa telah dinyatakan LULUS.


Kami hanya terdiam saling pandang saat Samuel keluar dari kerumunan dan berjalan lunglai mendekat kearah kami berdua.


"Sam? kamu lulus kan?" tanyaku penuh curiga dengan ekspresi wajahnya yang nampak sedih dan menghawatirkan sekali.


Ah masa iya Samuel sampai tidak lulus? Batinku dalam hati sendiri masih berharap bahwa Samuel sedang mengerjai kami dengan prank yang sering dia lakukan pada kami.

__ADS_1


"Teman- teman,maaf aku.....aku lulus...," ucapnya dengan pelan bahkan aku hampir tak mendengar ucapan di kata terakhirnya karena saking rendahnya nada suaranya membuatku semakin penasaran.


Baru saja aku hendak kembali menyela kerumunan teman- temanku yang lain untuk kembali melihat nama Samuel dalam list untuk memastikan bahwa Samuel disana dinyatakan lulus atau tidak.


Tiba- tiba saja Samuel menarik lenganku lalu tertawa terbahak- bahak melihat wajah panikku dan Medina pun hanya diam dengan wajah tak kalah bingungnya dariku.


"Kalian berdua kenapa? Kan tadi aku dah bilang kalo aku lulus! Hahahahhaha," teriaknya lalu kembali tertawa bangga sedangkan kami berdua hanya terdiam kesal dengan tingkah Samuel karena lagi- lagi kami berhasil kena prank darinya.


Kami berdua dengan kesal mencubiti samuel yang memang benar- benar usil tiada tanding itu,tiba- tiba terdengar suara yang tidak asing memanggil nama kami bertiga.


"Rara,Medin dan Sam. Selamat ya atas kelulusan kalian," ucap pak Yahdan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kami yang tak lain juga adalah kakak sepupuku sendiri.


"Iya pak terima kasih atas bimbingan bapak dan semua guru selama ini." sahut Samuel sambil menyambar tangan pak Yahdan lalu mencium punggung tangan guru muda tersebut. Dengan cepat pak Yahdan menarik Samuel kedalam pelukannya.


"Aku tau kamu bisa Sam," ucap pak Yahdan merasa bangga pada Samuel yang memang selama ini terkenal tidak niat bersungguh- sungguh mengikuti pelajaran setelah tidak adanya lagi mas Rio atau pak Mario di dekatnya yang membuatnya kembali seenaknya sendiri kesekolah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2