Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Menyusulnya


__ADS_3

Setelah dirasa kenyang,Sam berpamitan untuk pulang dan aku segera kembali ke kamar untuk mandi.


Saat aku kembali ke kamar kulihat hapeku sedang dalam keadaan menyala,sepertinya baru saja ada chat baru masuk atau panggilan yang tidak sempat terjawab.


Benar saja,beberapa chat dan panggilan tak terjawab begitu banyaknya.Kebanyakan dari mas Rio yang mungkin sekarang sudah pulang dan tadi sedang berusaha menghubungiku sesuai janjinya.


Ku coba menelfonnya balik,tapi juga tak ada jawaban meski nadanya tersambung.


Masa iya dia gantian ngambek hanya gara-gara aku tidak menerima telfonnya dan membalas chat darinya.


Gumamku pelan.


Karena hari makin sore kuputuskan untuk mandi dan kugeletakkan hapeku diatas meja belajar.


Rasanya tubuhku mulai kembali segar dan wangi setelah kuguyur dengan air hangat serta bau harum semerbak aroma bunga yang masih tersisa dari sabun yang sempat kugunakan untuk membersihkan tubuhku.


Tiba-tiba saja hapeku kembali berdering,segera kuhampiri dengan cepat.


Ternyata panggilan video dari mas Rio.


"Halo sayang,Assalamu'alaikum...."


Ucapnya yang juga terlihat segar,sepertinya dia juga baru saja selesai mandi karena terlihat masih mengenakan kimono.


"Waalaikum salam,maaf mas aku baru selesai mandi ini."Jawabku sambil merapikan pakaianku.


"Wah,berarti tadi kita mandi bareng dong.....?!"


Sambil bergelak dia menggodaku.


"Apaan sih,iya mandi bareng ditempat berbeda!"


Jawabku sambil tersenyum melihatnya yang masih mengenakan kimono,kembuat pikiranku traveling karena sudah pasti dia belum berpakaian karena baru keluar dari kamar mandi.


"Kamu kenapa senyum-senyum begitu? Jadi inget waktu mandi bareng sama aku ya? Hahahahaha!"


Gelak tawanya terdengar memenuhi ruangan.


"Nggak!"


Jawabku singkat,sambil mengalihkan pandanganku untuk menutupi rasa maluku karena kurasa sekarang wajahku terlihat semerah tomat.


"Ah,masa? Kamu nggak kangen sama aku,sama.......sentuhanku?"


"Apaan sih? Kenapa nanyanya gitu sih!"


Aku benar-benar dibuat malu setengah mati olehnya,ingin rasanya aku bilang iya tapi mulutku seperti terkunci dan terlalu naif untuk mengakuinya.


Iya mas,aku merindukanmu,aku merindukan sentuhanmu,kehadiranmu disisiku,karena aku mencintaimu.


Kata yang hanya mampu terucap dalam hati,memenuhi pikiranku hingga rasanya ingin segera kuledakkan dalam sebuah pertemuan.

__ADS_1


"Sayang......!"


Panggilnya dengan manja padaku.


"Apa....?"


"Aku kangen.....!"


Rengeknya dengan manja seperti anak TK.


"Ish! Manja banget sih,kayak anak kecil aja!"


Hanya kata ledekan yang keluar dari bibirku,sesungguhnya kata rindu juga tersimpan dengan rapi di dalam hati yang hanya bisa mengacak-acak pikiranku setiap saat.


"Biarin,manja sama istri sendiri kan gak apa-apa!"


"Minggu depan kamu bisa kesini nggak? Aku nggak bisa pulang kesana sayang,karena akhir pekan masih ada pertemuan penting."


"Iya nanti aku yang pulang kesana,tapi aku juga harus belajar buat persiapan try out!"


"Gak apa-apa kan masih tetep bisa belajar nanti,berarti jum'at siang pulang sekolah biar dijemput sam Pras ya!"


Terlihat rona bahagia diwajahnya seolah tak sabar ingin segera bertemu denganku.


"Mmmmm boleh,atau aku coba tanya Sam dulu siapa tau dia mau pulang kan bisa barengan."


Usulku padanya,namun nampaknya tidak disambut baik olehnya kali ini.


Jawabnya,entah memang dia tidak ingin aku naik motor jarak jauh atau memang dia nggak suka aku berlama-lama dengan pria lain yang akan membuatnya cemburu nantinya.


"Memangnya kenapa?"


"Jauh sayang,kamu nanti capek kalo naik motor sampe sini."


Pada akhirnya aku hanya bisa pasrah dan menurut saja apa katanya,lagi pula percuma saja aku membantah kata-katanya tak akan menang juga berdebat dengannya.


Aku juga sempat membicarakan usul mama soal kak Yahdan,dan dia dengan mudahnya mengizinkan jika kak Yahdan mau tinggal dirumahnya.Sekaligus suapaya Samuel ada yang mengawasi jika melakukan hal yang buruk selama tinggal sendirian.


Namun mas Rio memberi satu syarat padaku,asalkan aku tidak boleh terlalu dekat dengan kak Yahdan atau dia akan cemburu nantinya.


Akhirnya hari hari yang sudah disepakatipun tiba,setelah hampir satu minggu kami tidak bertemu.Perpisahan jarak yang membuatku harus menguras air mata setiap saat karena tiba-tiba aku berubah menjadi sangat cengeng setelah jauh darinya.


Hampir setiap saat ketika teringat kebersamaan dengannya air mata ini tak mampu lagi dibendung,tiba-tiba saja dengan sendirinya meleleh tanpa terkontrol.


Sepulang sekolah Pak Pras sudah menjempuntku di depan gerbang sekolah.Tadi pagi sebelum berangkat kesekolah mas Rio sudah memberitahuku bahwa hari ini pak Pras yang akan menjemputku dari sekolah.


"Selamat siang non,kita langsung pulang kerumah sekarang?"


Sapa pak Pras seperti biasa padaku sambil membukakan pintu mobil untukku.


"Iya pak,mksh."

__ADS_1


Jawabku sambil memasuki mobil yang rasanya sudah sangat lama sekali tidak kunaiki.


Aku sendiri sudah tak sabar ingin bertemu dengan mas Rio hari ini karena sejujurnya aku sendiri juga sudah sangat rindu padanya.


Mingkin disana dia juga sudah tak sabar menunggu kedatanganku.


Mungkin saat aku tiba disana nanti dia sudah menungguku dirumahnya,bahkan mungkin dikamarnya.Hihihi,aku hanya bisa bergumam sendiri dalam hari sambil bibirku tersenyum senyum sendiri di bangku belakang.


"Pak Pras nanti silahkan sholat Jum'at saja dulu di masjid dekat rumah saya,biar saya siap-siap dulu dirumah."


"Baik nona,terima kasih."


Ucapnya sambil melajukan mobil ke halaman rumah dengan pelan karena memang kami sudah sampai di depan rumahku.


"Silahkan nona."


Ucapnya saat membukakan pintu mobil untukku.


Aku segera bersiap sambil menunggu kedatangan pak Pras sepulangnya dari Masjid untuk melaksanakan sholat Jum'at.


Setelah pak Pras pulang dari Masjid,kupinta ia untuk menungguku sekejap karena aku baru akan melaksanakan sholat Dzuhur.


Tak lupa kuminta bibi untuk menyiapkan makan siang untuk pak Pras,karena aku tidak mau jika sampai di jalan nanti dia kelaparan.


Setelah aku selesai sholat dan kebetulan pak Pras juga baru saja selesai makan siang.


"Kok nggak makan di meja makan?"


Tanyaku saat kulihat pak Pras baru keluar dari arah dapur.


"Bi?"


Kulihat bibi hanya diam sambil melihat kearah pak Pras.


"Anu non,tadi..."


"Tidak apa-apa non,saya yang menolak permintaan bibi makan di meja makan tadi."


Jawan pak Pras memotong ucapan bibi saat akan menjawan pertanyaanku tadi.


"Kenapa?"


Tanyaku penasaran.


"Katanya....."


"Saya hanya ingin menemani bibi dibelakang sambil makan non,maaf."


Lagi-lagi pak Pras memotong pembicaraan bibi,kulihat mereka saling pandang seperti ada yang sedang mereka sembunyikan dariku.Tapi yasudah lah kalo memang mereka tidak ingin aku tau,toh itu hak mereka.


Kami segera berangkat kekota dimana mas Rio tinggal,aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan suamiku yang serasa sudah sangat lama tak kutemui.Padahal satu bulan saja belum ada,tapi rasa rindu ini seperti sudah menggunung.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2