Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Ayah.....


__ADS_3

Pagi ini aku telah selesai bersiap,tinggal sarapan lalu berangkat kesekolah.


Aku berjalan menuruni anak tangga lalu menuku meja makan.


"Ma.....!"Kupeluk tubuh mama yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kami semua dibantu oleh bibi.


"Iya sayang?"


"Rara ke kamar nenek dulu ya ma...."


"Iya,dari kemarin nenek nanyain kamu seharian nggak kelihatan katany."


Aku segera berlalu meninggalkan mama menuju kamar nenek.


"Assalamu'alaikum,pagi nek....!"


Ucapku sambil membuka pintu kamar nenek tanpa mengetuknya terlebih dahulu,memang agak tidak sopan tapi inilah kebiasaan yangbsering kulakukan saat masuk kedalam kamar nenek.


"Waalaikum salam,selamat pagi sayang!"


Jawab nenek sambil tersenyum menyambutku.


"Eh! ada om Do....ni?"


Tanyaku.


"Kamu masih panggil om Ra?"


Tanya nenek padaku.


"Maaf nek,kadang-kadang masih suka lupa hehehehe.mungkin karena belum terbiasa,iya kan AYAH!"


Kataku sambil memandang kearah wajah om Doni.Sebenarnya sejak semua tau jika aku adalah anak dari ibu Pratiwi dan om Doni aku diperbolehkan memanggilnya Ayah,namun kadang aku tetap memanggilnya dengan sebutan Om karena masih terasa canggung.


"Nek,bagaimana kabarnya nenek pagi ini?"


Tanyaku sambil mengelus tangan nenek.


"Nenek jauh lebih baik sayang."


Jawab nenek.


"Alhamdulalillah......nek,Rara pamit berangkat sekolah dulu ya......!"Aku mencium punggung tangan nenek.


"Sarapan dulu ya sayang!"


"Iya nek,ini mau sarapan dulu kok."Ucapku sambil bangkit dari tepi tempat tidur nenek,sekaligus berpamitan pada om Doni.

__ADS_1


"Rara berangkat sekolah dulu ya Ayah!"


Ucapku setelah mencium punggung tangannya lalu berjalan keluar dari kamar nenek.


"Dek,hari ini berangkat bareng kakak aja ya!"


"Kenapa?"


"Nggak apa-apa,cuma kangen aja berangkat bareng kamu! hehehe."


Kak Rendi mendekat lalu mengelus hijab diatas kepalaku.


"Apaan sih kak! nanti kerudungku berantakan!"


Kuhempaskan tangan kak Rendi dari atas kepalaku.


"Kenapa? takut terlihat jelek didepan Rio!"


"Kak.....! tolong ya.....Jangan sampai ada yang tau tentang ini,awas kalo sampai bocor!"


"Termasuk dari Kesika dan Medina?"


"Iya! Jesika itu suka sama pak Mario!"


Bisikku pada kak Rendi yang duduk disampingku dan sedang menyantap sarapannya.


"Uhuk,uhuk! seriusan!"


Jawabku dengan mulut penuh dengan makanan.


"Rendi....Rara.....makan jangan sambil ngobrol!"


Papa mengingatkan kami.


"Iya sayang,nggak sopan!"


Mama memimpali.


"Iya ma....pa....maaf!


Jawabku sambil tersenyum.


"Bibi bilang semalem Rio kemari ya Ra?"


Tanya mama padaku saat aku selesai menghabiskan sarapanku.


"Iya."

__ADS_1


Jawabku sambil berkaca merapikan jilbab serta dasi yang menggantung di kerah seragamku.


"Ngapain malem-malem kesini? kok mama sama papa nggak tau?"


"Cuma mampir sebentar kok ma."


"Mampir? ngapain?"


"Ada sesuatu yang di omongin."


"Owh......!"


Ucap mama sambil tersenyum kearahku.


"Ayo dek! papa sudah nunggu di mobil."


Kak Rendi mencium punggung tangan mama lalu mama memeluknya,lalu kususul melakukan hal yang sama seperti yang kak Rendi lakukan.


"Kami berangkat dulu ya ma.....! Assalamu'alaikum."


"Waalaikum salam....hati-hati ya sayang."


Jawab mama sambil melambaikan tangan kearah kami.


"Pagi non.....!"


Sapa pak Yanto yang baru saja selesai mengelap mobil papa yang akan kami naiki.


"Pagi pak Ya to!"


"Ini ada titipan dari mas Rio!"


Sambil menyodorkan sebuah paperbag berwarna coklat padaku,tanganku langsung menerima tanpa dikomando.


"Rio habis dari sini pak Yanto?"


Tanya kak Rendi penasaran sambil melirik isi dalam paperbag yang hendak kubuka namun tidak jadi dan kututup kembali setelah aku melirik kak Rendi yang nampak KEPO.


"Tidak den Rendi,itu titipan dari semalam."


"Owh!"


"Kalian marahan dek?"


Tanya kak Rendi padaku sambik membuka pintu mobil.


"KEPO!"

__ADS_1


Ku manyunkan bibirku kearahnya dan hanya di balas olehnya dengan gelak tawa.


BERSAMBUNG......


__ADS_2