
Pak Pras segera pergi meninggalkan kami berdua,sedangkan mas Mario masih tetap duduk santai ditempatnya semula sambil memandang kearahku.
"Kenapa masih diam disitu! kamu tidak mau duduk?"
Tanyanya.
"Saya menunggu tuan muda mempersilahkan saya duduk!"
Jawabku ketus.
"Kamu!...huh! kamu ini kenapa?"
"Tidak ada apa-apa tuan muda,maaf jika saya telah mengganggu waktu anda tuan! saya hanya sekedar ingin penjelasan dari anda terkait semua ini."
"Penjelasan!? maksudnya!"
Tanyanya padaku dengan bingung yang menurutku dia tidak sedang benar-benar bingung.
"Kenapa anda harus menyamar menjadi guru disekolah saya tuan muda? kenapa juga anda tidak secara jujur mengakui bahwa anda ternyata adalah seorang pewaris tunggal dari WIJAYA GROUP!"
Aku benar-benar tak tahan lagi dengan semua ini,kuluapkan semua pertanyaan yang memenuhi kepalaku bagaikan gulungan benang kusut.Biar semuanya terjawab,biarlah perasaanku lega.
Aku kembali teringat saat baru saja memasuki kamarku,lalu kutanyakan pada mama tentang siapa mas Rio sebenarnya,kenapa fasilitas dikeluarganya semewah ini?
Mama sedikit banyak menjelaskan tentang status mas Rio yang sebenarnya adalah pewaris tunggal dikeluarganya,sebagai pemegang perusahaan Wijaya Group kelak dan aku sama sekali tidak mengetahuinya.
"Duduk dulu,biar aku jelaskan!"
Bujuknya padaku masih tanpa bergeming dari tempatnya.
"Tidak perlu!"
Jawabku ketus.
"Kamu.....kamu tau tentang Wijaya Group darimana?"
Tanyanya padaku sambil bangkit dari dudukny lalu perlahan berjalan mendekat kearahku,merogoh saku celana pendeknya lalu mengeluarkan hapenya untuk menelfon seseorang.
"Halo! Pras,mobil sudah siap?"
__ADS_1
"Baik,saya kesana sekarang!"
Aku masih tetap diam tak bergeming,mas Mario memandangi wajahku.
"Ayo ikut,akan kujelaskan semuanya sekaligus kutunjukan sesuatu!"
Ajaknya padaku.
"Kemana? liat apa?"
Tanyaku tanpa bergeser sedikitpun dari tempatku.Malam-malam begini entah mau kemana lagi dia akan mengajakku pergi.
"Ayo ikut saja!"
Ajaknya
sambil memegang lengan tanganku.
Sedangkan mataku langsung melotot padany yang kini tangannya masih menempel pada lenganku.
"Tolong tangannya dikondisikan tuan!"
Aku hanya berjalan mengikutinya dari belakang saat dia berjalan mendekat kearah sebuah mobil yang baru saja datang dan ternyata adalah pak Pras yang mengendarainya.
"Silahkan tuan muda,silahkan nona!"
Pak Pras membukakan pintu mobil untuk kami berdua secara bergantian.
"Terima kasih pak Pras!"
"Sama-sama nona."
Sedangkan mas Rio tak mengucapkan apapun.
"Kita berangkat sekarang tuan muda?"
"Ya!"
Jawabnya singkat.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan kami hanya saling diam,suasana nampak begitu canggung karena ada tiga manusia di dalam mobil namun begitu sepi seolah tak ada siapapun.
Pak Pras memarkirkan mobil didepan sebuah restoran cukup mewah,sedangkan mas Mario masih tetap diam didalam mobil.
Kenapa dia tidak ikut turun? tanyaku dalam hati.
Akupun ikutan tetap tinggal karena tak ada komando dari sang tuan muda untuk aku ikit turun.
Tak berapa lama pak Pras keluar dengan membawa beberapa bungkusan dalam paper bag yang langsung dimasukkan kedalam bagasi mobil,lalu kembali melajukan mobil tanpa saling bicara apapun antara pak Pras dengan mas Rio seolah sudah saling mengerti satu sama lain.
Sebenarnya hubungan mereka ini apa sih? apa pak Pras ini sopir pribadinya?atau.....ah! entah lah,itu bukan urusanku!
Aku berusaha tak perduli meski sebenarnya begitu penasaran dengan kehidupan keluarga calon mertuaku ini terutama calon suamiku.
"Kita sudah sampai tuan muda."
Kata pak Pras memberi tahukan pada sang tuan mudanya.
Pak Pras segera turun untuk membukakan pintu mobil sang tuan muda serta untukku juga sambil membungkukkan badannya,lalu setelah kami turun dan pintu mobil ditertutup kbali segera pak Pras membuka bagasi untuk membawa barang bawaan yang dia ambil dari restoran tadi.
Aku begitu terkejut karena mas Mario membantu membawakan paper bag di tentengnya di tangan kanan dan kiri.
Kami berjalan masuk kedalam sebuah gang kecil,dimana banyak anak-anak kecil yang sedang asyik bermain diluar rumah meski hari sudah gelap,mereka langsung berkerumun mendekat kearah kami.
"Kak Rio....kak Pras....!"
Teriak mereka mendekat kearah kami,lalu mereka berjajat dengan rapi menyalami kami secara bergiliran sambil menerima satu buah amplop dan paper bag yang dibagikan secara urut oleh mas Rio dan pak Pras.
Aku begitu terpaku melihat pemandangan dihadapanku,karena ternyata calon suamiku begitu dermawan dibalik sosoknya yang begitu menyebalkan.
"Terima kasih kak Rio,kok kak Rio lama sekali tidak pernah ikut kesini?setiap kesini hanya kak Pras saja,kami kan juga kangen sama kak Rio!"
Ucap salah satu anak perempuan yang berbaju lusuh dengan rambut yang dikepang dua sambil memandangku dengan pandangan tidak bersahabat.
"Maaf ya pacarnya kak Rio yang cantik.....kak Rio kan sibuk kerja! oiya kak Rio mau mengenalkan kalian pada seseorang."
Ucapnya pada anak perempuan yang masih disampingnya sambil mereka berpegangan tangan.
BERAAMBUNG......
__ADS_1