
Kami duduk kembali di sebuah tempat duduk di bawah pohon rindang yang berada di halaman kelas kami.
"Kamu dengan Jesi ada masalah apa?"
Tanyaku pada Medina yang sedang duduk disampingku.
"Tidak ada!"
"Bohong! aku merasa kalian sudah tidak lagi seakrab biasanya."
"Tidak ada Ra....!"
"Sungguh? ada yang bilang padaku bahwa Jesi melakukan sesuatu padamu!"
"Samuel yang cerita Ra?"
Aku hanya menggeleng.
"Mustahil ada yang tau selain aku dan Samuel, jadi hubungan kalian sedekat itu? bahkan sampai aibku pun dia ceritakan padamu!"
"Din....kita ini sahabat,pernahkan selama ini kita saling membuka aib satu sama lain?"
Aku menggenggam tangan Medina,kulihat matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku nggak tau Ra,aku bingung apakah kamu akan percaya sama aku atau percaya sama Jesika."
"Kalian berdua adalah sahabatku,jadi aku tidak akan membela atau menyalahkan siapapun!"
"Justru itu Ra,kamu tidak akan percaya dengan apa yang akan aku ceritakan.Kamu pasti akan lebih mempercayai Jesika."
"Din....mana aku bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang salah kalau kamu saja tidak mau cerita!"
Akhirnya Medina berjanji menceritakan semuanya nanti sepulang sekolah,semua tentang apa yang terjadi sore itu.
__ADS_1
Kami sedang duduk di sebuah bangku didekat area parkir,sekaligus menunggu kak Rendi datang menjemputku.
Medina menceritakan kejadian yang dia alami saat Jesi mengajaknya pergi sepulang sekolah,dengan alasan meminta diantar membeli sesuatu.Jesi bilang sebenarnya dia ingin mengajakku ikut serta namun aku tidak bisa ikut karena ada keperluan.Memang benar jika menurut cerita Medina aku memang sempat diajak Jesi untuk menemaninya membeli sesuatu sepulang sekolajh,namun aku tidak bisa ikut karena harus membesuk nenek yang kala itu masih dirawat dirumah sakit.
"Terus Din?"
Tanyaku tak sabar mendengar kelanjutan cerita Medina.
"Dia mengajakku kesebuah taman yang sepi, disana sudah ada Kak Roi dan teman-teman cowoknya."
"Trus,hanya kamu dan Jesi ceweknya?"
Medina menganggukkan kepalanya.
"Mereka.....melakukan......"
Medina menangis dalam pelukanku.
"Untungnya Sam datang sebelum mereka melakukannya lebih jauh!"
"Dia tau semuanya,tapi tidak menolongku Ra.....dia jahat!"
"Jadi bener apa yang diceritakan mas Rio?"
Aku ikutan geram dengan yang dilakukan Jesi pada Medina.
"Mas Rio? mas Rio siapa Ra!"
"Eng.......nggak,bukan siapa-siapa kok! Aku duluan ya Din,kakakku udah dateng!"
"Ra.....kamu masih hutang penjelasan sama aku! Siapa itu mas Rio!"
"Sudah lah nggak usah dibahas!"
__ADS_1
Jawabku sambil melambaikan tangan meninggalkan Medina.
Kak Rendi sudah menungguku didepan gerbang sekolah.
"Kalau masih belum kelar ngobrolnya,diterusin aja dulu!"
"Sudah kok kak,ayo buruan!"
Jawabku sambil masuk kedalam mobil,disusul oleh kak Rendi duduk di kursi kemudi disampingku.
"Kak,kakak tau nggak kemana mas Mario?"
Tanyaku dengan ragu.
"Pulang!"
"Iya tadi pagi papa juga sudah cerita kalo mas Rio pulang,cuma Sam bilang sesampainya dirumah langsung pergi lagi."
"Pulang.....kerumah orang tuanya!"
"Kok aku nggak tau?"
"Tuh kan! apa kakak bilang...kalian marahan kan!"
Aku hanya terdiam.
"Dia pulang untuk persiapan acara lamaran kalian!"
"Kan masih minggu depan kak!"
"Minggu depan? ini sudah hari apa Ra..... acaranya tinggal beberapa hari lagi."
Iya juga sih,benar kata kak Rendi acaranya tinggal beberapa hari lagi.
__ADS_1
Tapi untuk apa dia pulang sekarang jika acaranya masih beberapa hari lagi? apakah dia sendiri yang akan mempersiapkan semuanya? nggak juga kan! Batinku.
BERSAMBUNG......