Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Ciumannya


__ADS_3

Mama dan papa nampak sepertinya akan membicarakan hal penting yang benar-benar serius dengan kami.


"Kalian kan sudah menikah,jadi memang sudah seharusnya tinggal bersama!"


Ucap papa mulai membuka obrolan.


Ternyata hal ini yang akan mama dan papa bicarakan pada kami? bukankah kemarin mama dan mas Rio juga sudah membicarakannya,kenapa sekarang harus di bahas lagi? aku lebih suka tinggal disini dengan orang tuaku,aku tidak mau jika harus pindah ketempatnya nanti.


Batinku kesal.


"Kalau mama sih kepinginnya kalian tinggal saja disini,selain mama bisa selalu dekat dengan anak mama....lagi pula diruamah rio kan ada dua laki-laki yang bukan muhrim Rara,lalu harus tinggal serumah?"


Aku sangat setuju dengan pendapat mama,karena itu juga yang menjadi alasan kenapa aku merasa keberatan tinggal dirumah mas Rio.


Selain itu aku lebih nyaman tinggal dirumahku sendiri.


"Tapi ma....Rara sekarang sudah menjadi istrinya Rio,biarkan Rio memimpin Rara dengan caranya!"


Ucap papa menimpali,aku merasa ini bukan lagi membahas soal kami tapi kami sedang menonton mama dan papa berdebat tentang kami.


"Aku setuju dengan mama,aku tinggal disini saja dan mas Rio biar tinggal dirumahnya sendiri."


Ucapku membuat semuanya terdiam menatapku,begitu juga dengan mas Rio yang berada di sampingku.


"Kenapa? apanya yang salah!"


Tanyaku dengan lugu tanpa menyadari kesalahan dalam ucapanku barusan.


"Rara.....! kalian harus tinggal bersama!"


Ucap mama mengingatkanku.


"Ups! maaf,hehehehehe.....maksudku bagaimana kalau gantian,satu minggu tinggal disini satu minggu lagi tinggal dirumah mas Rio?"


Usulku.


"Ribet nantinya Ra....."


Sahut mas Rio.


"Rio benar,masa setiap seminggu sekali harus pindahan! iya kan ma?"


Jawab papa.


"Iya,mendingan tinggal disini saja dulu.Nanti kalau Rara sudah lulus bakalan diminta maminya Rio tinggal disana!"


"Hah! apa ma? jadi nanti setelah lulus aku harus pindah kekeluarga mas Rio?"


Tanyaku terkejut.


"Iya!"


Jawab papa singkat.


"Berarti aku bakalan jauh dari mama dan papa dong.....!"


Aku nerpindah tempat mendekat kearah mama dan memeluknya.


"Makannya mumpung sekarang kamu masih disini,tinggal saja dirumah ini.Ya?"


Pinta mama padaku,lalu kujawab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


"Baiklah,saya menurut saja bagaimana baiknya pa,ma.Tapi jika sesekali saya ingin mengajak Rara menginap dirumah saya boleh kan?"


"Boleh,asalkan ketika tidak ada laki-laki lain dirumah kalian!"


Jawab mama berusaha bernegosiasi dengan mas Rio.


"Mama ada benarnya juga,kalian boleh menginap disana ketika kalian hanya berdua atau pastikan tidak ada laki-laki lain dirumah kalian."


Akhirnya semua sepakat kalau kami akan tetap tinggal disini,aku merasa senang karena menang atas dukungan mama yang sepenuhnya untukku.


Setelah selesai mendiskusikan soal tempat kami tinggal,papa dan mas Rio masih betah mengobrol di ruang tengah.Sedangkan aku masuk lebih dulu kekamar,sedangkan mama mengikutiku karena mama bilang ada yang mau diobrolkan.


"Anak mama sudah dewasa,sekarang sudah jadi seorang istri."


Ucap mama padaku sambil menuntunku untuk duduk di tempat tidurku.


"Apakah hubungan kalian baik-baik saja?"


Tanya mama padaku sambil melihat diriku.


Aku yang penasaran jadi ikutan melihat diriku sendiri.


"Baik ma,kenapa mama melihatku seperti itu?"


"Kamu dan Rio.....apakah kalian.....sudah....melakukannya?"


Tanya mama dengan wajah tersipu.


"Melakukan......melakukan apa ma?"


Tanyaku dengan bingung.


"Memang belum ma....."Jawabku dengan tenang.


"Kenapa?"


Tanya mama dengan cemas.


"Apa Rio tidak mau melakukannya denganmu? atau kamu yang menolaknya?"


Mama seolah mengintimidasiku dengan berbagai pertanyaan.


"Ma....Rara sedang datang bulan!"


"Ouwh........syukurlah,kalau cuma itu alasannya.Jadi dari awal kalian belum melakukannya sama seali?"


Tanya mama lagi,lalu segera kujawab dengan menggelengkan kepala.


"Kapan datang bulanmu selesai?"


Tanya mama antusias.


"Mungkin beberapa hari lagi ma,kenapa?"


"Jika sudah selesai,bilang sama mama ya!"


"Kenapa? biasanya mama tidak pernah seperduli ini dengan selesai atau belumnya datang bulanku!"


"Jika sudah selesai kalian sudah boleh melakukannya! kasian Rio,dia itu suamimu dan itu adalah haknya."


Jawab mama.

__ADS_1


"Tapi ma....Rara kan masih sekolah,bagaimana kalau Rara hamil? Rara pasti dikeluarkan dari sekolah,Rara malu ma! pasti mereka kira Rara hamil diluar nikah!"


Mama terdiam,seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu bicarakanlah sendiri dengan Rio!dia pasti tau bagaimana caranya supaya kami tidak hamil."


"Nggak ah ma! aku malu!"


"Kenapa harus malu,kalian kan suami istri.Masa iya harus mama yang bicara soal seperti ini dengannya!"


Setelah mengobrol panjang lebar,mama berpamitan keluar dari kamarku karena hari juga sudah larut.


"Ingat ya,tidak boleh menolak kalau suami menginginkanmu! DOSA!"


Ucap mama sesaat sebelum keluar dari kamarku.


Kata-kata mama terus terngiang di telingaku dan terpatri didalam batinku,apa iya kalau menolak suami untuk melakukannya akan berdosa? tapi mas Rio sudah setuju kalau dia tidak akan melakukannya padaku,apakah itu artinya aku sudah terhindar dari dosa? toh aku tidak menolaknya ketika dia menginginkanku! itu artinya tidak apa-apa.


Batinku bertanya,dan bertanya-tanya sendiri lalu kujawab sendiri pula.


Tak lama setelah mama keluar dari kamarku,mas Rio masuk kedalam kamar lalu menutupnya dengan rapat dan menguncinya.


"Aku mendegarnya!"


Ucap mas Rio mengejutkanku yang kini telah berdiri dibelakangku yang sedang sibuk menata peralatan sekolahku kedalam tas sekolahku.


"Mendengar apa?"


Tanyaku berusaha menjaga jarak aman darinya,namun tangan nya menahan tubuhku tetap berada di posisiku.


"Obrolanmu dengan mama! bukankah mamamu bilang jika kamu menolak maka itu dosa?"


Bisiknya ditelingaku yang masih terhalang hijab namun seketika membuatku terpejam oleh sensasi yang dia ciptakan hingga berhasil membuat bulu kudukku berdiri.


"Kamu mau apa mas,jangan macam-macam! bukankah kamu sudah berjanji tidak akan melakukannya!"


"Hanya karena kamu takut hamil?"


Tangannya mengelus lembut lenganku yang masih mengenakan piyama lengan panjang.


Aki mulai waspada,namun tetap kalah kuat olehnya.


Dia memeluk tubuhku dari belakang dan berjanji tidak akan menghamiliku sampai aku lulus sekolah nanti.


Apa maksudnya ini?Apakah itu artinya dia akan melanggar perjanjian yang sudah kami sepakati?


Aku hanya mampu bertanya dalam hati tanpa mempu mengucap sepatah katapun,karena kini dia sudah berhasil memutar balik tubuhku dan kini kami saling berhadapan dengan bibir yang sudah mulai beradu.


Seketika aku mendorongnya mundur agar menjauh dariku.Dia hanya terdiam sambil memandangiku.


"Maaf!"


Hanya itu kata yang terucap dari bibirnya,bibir yang sudah berhasil mencicipi bibirku beberapa kali belakangan ini.


Apakah ini alasan kenapa dia ingin kami tinggal dirumahnya,karena dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri saat berada didekatku?


Apa memang semua laki-laki seperti itu!


Kami hanya saling diam sesaat,lalu mas Rio berjalan menuju kamar mandi.Sedangkan aku bersiap untuk tidur setelah kuselesaikan membemahi tas dan peralatan sekolahku.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2