
Aku sedikit curi-curi pandang saat dia masih terpejam,karena kupikir dia tidak akan tau kalau aku sedang diam-diam memperhatikannya yang tampak sedang terlelap.
"Jangan memandangku seperti itu!"
Ucapnya mengagetkanku membuatku dengan cepat langsung memalingkan wajah dan mengalihkan pandanganku kearah lain.
"Jadi kita kemana dulu tuan?"
Tanya pak Pras pada sang tuan.
"Ke cafe!"
Jawabnya singkat masih dengan mata terpejam dengan posisi yang sama.
"Baik tuan."
Pak Pras segera melajukan mobil menuju kearah cafe.
Segera geser layar hapeku,aku berniat memberi kabar mama bahwa aku sedang bersama mas Rio dan akan sangat terlambat pulang supaya orang rumah tidak khawatir denganku.
"Aku sudah meminta izin mamamu,tidak perlu meminta izin lagi padanya!"
Aku lagi-lagi dibuat terkejut sekaligus terheran-heran olehnya,karena ini bukan untuk pertama kalinya tanpa melihat dia tau apa yang sedang kulakukan dan dia juga tau apa yang sedang kupikirkan.
Apakah dia ini sejenis paranormal atau dukun? jangan-jangan dia punya indera keenam! wah.....aku harus berhati-hati sekali ketika berada didekatnya.
Mobil berhenti diparkiran cafe Rnr,kenapa dia selalu membawaku kesini? bukankah banyak tempat dikota ini yang bisa didatangi,kenapa selalu kesini? tanyaku pada diri sendiri dalam hati.
"Selamat sore,selamat datang.....silahkan tempat sudah kami siapkan."
Sapa seorang pelayan lalu menuntun kami menuju sebuah meja dalam ruang tertutup.
Bahkan aku baru tau kalau di cafe ini ternyata menyediakan ruang VIP private,karena selama ini mas Rio hanya membawaku berkunjung di meja tamu regular.
'Tok,tok,tok'
"Masuklah!"
Perintah mas Rio.
"Maaf mengganggu waktunya,yang lain sudah menunggu di ruang rapat mas!"
Salah seorang pelayan memberitahukan mas Rio tentang rapat yang akan segera dilaksanakan.
"Rapat?"
Tanyaku padanya.
"Iya.Kamu pesanlah makanan yang kamu suka,seorang pelayan akan melayani apapun yang kamu butuhkan.Jika ada apa-apa Pras stand by luar,maaf aku tinggal sebentar,"
Mas Rio segera bangkit dan berjalan menuju pintu.
"Boleh kah aku pulang saja?"
__ADS_1
Tanyaku padanya yang masih berjalan tanpa menghiraukanku.
"Tidak!"
Jawabnya singkat namun terdengar sangat menyebalkan untukku.
"Cepatlah kembali,"
Pintaku,membuatnya menghentikan langkah saat sampai tepat didepan pintu.Dia menoleh kearahku sambil tersenyum,senyuman yang tak pernah kulihat selama ini saat dia sedang bersamaku.Lalu dia pergi berlalu begitu saja meninggalkanku.
Rasanya aku begitu lelah menunggu mas Rio selesai rapt,entah rapat apa akupun tak tau dan tak mau tau.
Aku tidak memesan makanan apapun sesuai perintahnya,aku hanya memesan jus alpukat untuk mengusir dahaga dan menemaniku disaat bosan.
Aku hanya menyibukkan diri berbalas chat dengan teman-teman lamaku yang telah lama tak ku jumpai dan akhir-akhir ini mulai jarang berbalas kabar karena kesibukan masing-masing.
Laura yang kini disibukkan dengan job barunya sebagai model yang juga tetap harus fokus dengan studinya membuatnya tak punya banyak waktu untuk bersantai dengan hapenya.
Lain cerita dengan Yasmin yang hanya fokus dengan sekolahnya sepertiku,dia masih menyempatkan diri berbalas kabar denganku meski sudah tak seintens dulu lagi.
Aku sering kali membagikan ceritaku disini bersama teman-teman baruku pada Yasmin ketimbang dengan Laura yang tak punya banyak waktu meski hanya sekedar membagi cerita atau mendengarkan cerita sahabat lamanya.
Yasmin disana ternyata sudah punya pacar yang bernama Dimas,hampir setiap saat Yasmin menceritakan keseruannya bersama Dimas jika kami sedang saling bertukar kabar.
Bahkan dia juga pernah mengenalkanku dengan Dimas lewat panggilan video saat mereka sedang jalan berdua.
Jika kudengar dari cerita Yasmin,Dimas adalah laki-laki yang baik,romantis,humoris dan menyenangkan.Yasmin selalu nampak bahagia setiap kali menceritakan tentang Dimas padaku,tidak sepertiku disini yang memendam apapun yang kurasakan sendiri.
Mungkin jika dulu kuterima kak Roi sebagai pacarku akan ada alasan untukku tolak perjodohan ini dan aku tak akan terjebak dalam dilema yang kupilih sendiri seperti saat ini.
Karena terlalu lelah memainkan hapeku sambil menunggu mas Rio selesai meeting,aku mulai berulang kali menguap.
Kuletakkan kepalaku dimeja dengan kedua lenganku sebagai tumpuannya.
"Ra.....! Rara...! Bangun! Ayo pulang!"
Kubuka mataku perlahan,kulihat sekeliling.
Ternyata aku masih berada di dalam ruang sebuah cafe dimana mas Rio meninggalkanku tadi.
Kukira aku sudah tertidur lelap dirumah,di kasurku yang empuk.
"Kenapa lama sekali?"
Tanyaku sambil mengucek mata dan sesekali masih menguap.
"Maaf! Ada sedikit masalah disini,jadi aku harus segera mengatasinya!"
Jawabnya.
"Masalah? disini? memangnya cafe ini........milik mas Rio?"
Dia hanya tersenyum tanpa menjawab dengan kata-kata.
__ADS_1
"Kamu tidak pesan makan?"
"Tidak,aku hanya ingin tidur bukan makan!"
"Maaf ya.....!"
Ucapnya sambil mengusap kepalaku yang masih terbungkus hijab putih yang kukenakan sesuai dengan warna baju seragan yang kini masih melekat di tubuhku.
"Kita pulang sekarang?"
Tanyanya padaku sambil bangkit dari duduknya.
"He'em!"
Aku merasa kembali heran dengan sikapnya barusan,kenapa dia berubah jadi baik dan manis sekali padaku? apakah sedang ada sesuatu yang dia rencanakan saat ini,jadi dia bersikap demikian padaku.
Aku harus selalu waspada,dia ini adalah singa dan aku hanyalah mangsa kecil baginya yang kapanpun da mau bisa langsung di telan bulat-bulat diriku tanpa perlu dikunyah.
"Tunggu!"
Kuhentikan gerakanku saat hendak kulangkahkan kaki menuju pintu keluar.
Kami masih berada di dalam ruang privat di cafe miliknya,hendak pulang.
"Yasmin itu temanmu yang mana?kenapa aku tak pernah melihatnya?"
Tanyanya padaku kini dia kembaki duduk ditempatnya kembali.
"Darimana mas Rio tau tentang Yasmin?"
Tanyaku bingung.
"Dimas itu pacarnya? jadi kamu juga ingin punya pacar yang seperti Dimas,pacarnya Yasmin?"
Aku semakin bingung dengan arah pembicaraannya sekaligus penasaran dari mana dia tau tentang Yasmin dan juga Dimas? apakah dia membuka-buka semua percakapan di hapeku!
Batinku.
"Mas buka hapeku!"
"Kamu mau laki-laki seperti Dimas? kamu mau laki-laki lain atau aku harus bersikap padamu sama seperti sikap Dimas pada Yasmin!"
Tanyanya dengan nada sedikit keras padaku,aku hanya diam mematung tanpa berani menoleh kearahnya.
Apa yang sebenarnya dia pikirkan tentang Dimas? apakah dia pikir aku menginginkan Dimas? dia memang benar-benar pria yang aneh!Batinku.
"Aku hanya ingin cepat pulang!"
Tiba-tiba di memeluk tubuhku dari belakang,membuagku menjadi semakin bingung akan sikapnya yang sering kali berubah-ubah setiap waktu.
Aku masih diam mematung saat tangannya masih memelukku,bahkan aku tak berani bergerak hanya sekedar untuk memberontak dan menolak pelukan darinya.
BERSAMBUNG......
__ADS_1