
Entah berapa lama mas Rio dikamar mandi,karena sepertinya aku sudah terlelap saat dia keluar dari kamar mandi
karena aku tidak mengetahuinya saat keluar dari kamar mandi.
Pagi hari saat alarm hapeku berbunyi,sudah tak kujumpai keberadaan mas Rio sedang berbaring disampingku.
Mungkin dia sudah terlebih dulu bangun dan sedang di kamar mandi sekarang,atau dia sudah keluar kamar.
Saat kubuka pintu kamar mandi ternyata kosong tak berpenghuni,jadi aman karena aku bisa leluasa menggunakan kamar mandiku sendiri.
Aku segera keluar kamar dan turun,mama sudah sibuk didapur dengan dibantu oleh bibi.
"Selamat pagi ma....."
Sapaku pada mama sambil memeluk mama yang sedang sibuk dengan kompor dan panci panasnya.
"Pagi sayang.....Rio ke masjid sama papa dak Rendi,sepertinya mereka belum pulang!"
Mama memberitahuku tentang keberadaan mas Rio bahkan aku tidak sedang mempertanyakannya.
Baru saja mama membicarakannya,sudah terdengar suara mas Rio dan papa yang sedang berbincang disusul oleh suara kak Rendi yang terdengar ikutan.
"Itu mereka sudah pulang,baru juga diomongin!"
Ucap mama saat melihat papa lalu disusul oleh yang lain masuk kedalam.
"Rio kekamar dulu ya pa,mau ganti baju!"
Ucap mas Rio sambil menaiki anak tangga dengan pelan,lalu disusul oleh kak Rendi yang juga ikutan menaiki anak tangga menuju kamarnya sendiri.
"Papa juga mau ganti baju dulu,kalian tungguin papa lho ya!"
Jawab papa sambil berjalan menuju kamar.
Aku dan mama hanya saling pandang melihat ketiga pria dewasa tersebut sepertinya sedang merencanakan sesuatu.
"Pada mau kemana ma?"
Tanyaku pada mama.
"Tidak tau,coba kamu tanya Rio sana! sekalian cepat pergi mandi,"
Perintah mama padaku.
"Hhhhmmmmm,iya!"
Jawabku sambil berlalu meninggalkan mama didapur.
__ADS_1
Saat aku masuk kedalam kamar,kulihat mas Rio sudah mengganti sarung dan baju kokonya dengan kaos dan celana training.Sepertinya mereka bertiga akan berencana joging pagi ini.
"Mau kemana mas?"
Tanyaku berbasa-basi.
"Joging!"
Jawabnya sambil melipat kembali dengan rapi sarung yang baru selesai dikenakannya untuk sholat subuh tadi.
Tanpa basa-basi dia keluar dari kamar,menawarkanku ikut meski sekedar basa-basi juga tidak.Seperti biasa,sikap dingin dan cueknya kembali kambuh kali ini,padahal sepertinya akhir-akhir ini sikapnya sudah mulai melunak.
Atau,jangan-jangan dia marah padaku karena soal tadi malam? Tapi,bukankah dia tau kalau aku masih datang bulan,lalu kenapa dia marah? lagipula aku punya alasan cukup kuat kenapa harus menolaknya,apakah dia akan melanggar perjanjian yang sudah kami sepakati ?Aku bertanya dalam hati pada diriku sendiri.
Kuabaikan sejenak tentangnya,lagipula untuk apa aku terlalu pusing memikirkannya.Bukankah lebih baik aku segera mandi dan bersiap untuk pergi kesekolah,itu jauh lebih baik daripada memikirkan tentangnya yang sering berubah sikap tak jelas padaku.
Aku segera masuk kedalam kamar mandi untuk segera melakukan ritual wajib dikamar mandi setiap pagi seperti biasa.
Saat mas Rio pulang dari joging,aku sudah selesai mengenakan seragamku namun belum mengenakan hijab.
Aku terkejut saat melihat mas Rio langsung masuk kedalam kamar,karena ternyata pintu memang sedang dalam keadaan tidak terkunci.
Mas Rio seolah tak begitu memperdulikan keberadaanku,dia justru langsung masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesai mengenakan hijabku segera aku turun dan langsung menuju meja makan tanpa menunggu mas Rio bersiap.
"Rio mana?"
"Masih di kamar mandi ma,mungki sekarang sedang siap-siap!"
Jawabku santai sambil menarik kursi untuk kududuki.
"Lain kali tunggulah dia selesai bersiap-siap kalau perlu bantulah dia bersiap-siap,baru turun bersama-sama.Saat dimeja makan nanti layani dia seperti mama melayani papa setiap harinya!"
"Iya ma....dari kemarin mama sudah memberitauku kan!"
"Tapi belum pernah kamu lakukan sekalipun kan!"
"Iya,iya ma....maaf lupa,nanti Rara kerjakan ma....!"
Jawabku sambil membantu mama menyiapkan piring dan sendok,sedangkan mama meninggalkan meja makan menuju kamar untuk membantu papa bersiap seperti biasanya.
Mas Rio berdehem sambil duduk di kursi didekatku yang kini sudah selesai membantu menyipkan peralatan makan untuk sarapan pagi ini.
"Selamat pagi.....mas mau diambilkan nasinya?"
Tanyaku berbasa-basi.
__ADS_1
"Boleh!"
Jawabnya singkat.
"Selamat pagi pengantin baru....! mesra banget kelihatannya?"
Ledek kak Rendi yang baru datang pada kami yang sudah lebih dulu berada di meja makan.
"Iri ya?"
Ledekku balik padanya.
"Mau juga dong di layani kayak Rio....."
Pinta kak Rendi sambil menyodorkan piring kearahku.
Kini giliran kusendokkan nasi kepiring kak Rendi setelah aku selesai melayani mas Rio.
Lalu disusul oleh kedatangan mama dan papa yang segera bergabung bersama kami dimeja makan.
Pagi ini setelah selesai sarapan,seperti biasa aku langsung pergi kesekolah dengan diantar pak Pras dengan mengendarai mobil.
Sedangkan mas Rio selalu mengawalku dari belakang,jika biasanya dia mengawalku dengan mengendarai mobil lain beda hal nya hari ini.
Hari ini mas Rio lebih memilih menunggangi sepeda motornya saat pergi untuk mengjar kesekolah ketimbang menaiki mobilnya.
Sore ini hujan turun dengan derasnya.Untung saja aku sudah sampai dirumah saat hujan turun,tapi sampai sore begini mas Rio belum juga sampai dirumah juga tak ada kabar kalau mau pulang terlambat.
Aku sudah selesai menunaikan sholat maghrib,karena kebetulan masa menstruasiku telah usai.
Jam dinding dikamarku menunjukkan lewat dari jam enam sore namun mas Rio belum juga pulang dan tidak ada kabar beritanya.
Kuberanikan diri menghubungi pak Pras dengan menelfonnya,mencoba menanyakan soal keberadaan mas Rio.
Tapi pak Pras juga tidak mengetahui keberadaan tuan mudanya tersebut,saat mendapat telfon dariku suara pak Pras terdengar ikut panik karena tidak tau keberadaan dan tidak ada kabar berita sama sekali dari tuannya.
Menurut informasi dari pak Pras,sepulang mengajar dari sekolah mas Rio sempat pulang kerumahnya untuk menukar motornya dengan mobil serta membawa beberapa pakaian dan barang keperluannya untuk dibawa kerumah orang tuaku.
Namun kenapa sampai sekarang belum juga sampai rumah,bahkan dia sama sekali tidak memberiku kabar mau mampir kemana setelah pulang dari mengajar.
Kucoba menghubungi telfon mas Rio,namun terdengar nada sibuk.
Kucoba berkali-kali menghubunginya,namun masih saja nada sibuk yang kudengar.
Setelah beberapa kali kucoba,akhirnya telfon berhasil tersambung namun tak ada jawaban dari pemiliknya.
Aku mulai cemas karena hujan semakin lebat dan suara gemuruh guntur berulang kali membuatku kaget.
__ADS_1
Berkali-kali pula kucoba menghubunginya kembali namun masih belum juga ada jawaban darinya.
BERSAMBUNG......