Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Mengawali di pagi hari


__ADS_3

"Sarapan dulu yuk,habis itu baru kalau mau tidur lagi terserah!"


Ucap mas Rio padaku saat aku selesai membereskan perlengkapan sholatku dan hendak berjalan menuju tempat tidur kembali.


"Nanti saja lah mas,masih jam segini belum laper juga kok!"


Jawabku mendudukkan diri ditepi ranjang dan segera disusul oleh mas Rio yang tiba-tiba saja tersenyum ketika duduk disampingku.


"Apa lagi sih mas?"Tanyaku kesal padanya yang mulai lagi menggodaku.


"Aku mau kamu panggil aku sayang lagi seperti semalem!"


Bisiknya ditelingaku sambil tersenyum penuh kemenangan.


"IYA SAYANG....!"


Ucapku dengan kesal,kumonyongkan bibirku di depan wajahnya.


Dengan cepat ditariknya tubuhku hingga kami sama-sama terjerembab diatas tempat tidur dengan posisi aku jatuh diatas tubuhnya.


"Aku bilang sama seperti semalem!"


Ucapnya dengan tangannya memeluk pinggangku membuat tubuhku kesulitan untuk meloloskan diri sekarang dan justru semakin menempel diatas tubuhnya.

__ADS_1


Mas Rio menyeringai saat memandangku bagaikan singa lapar yang mengintai mangsa,namun posisi kami berbeda aku sebagai mangsa yang kini berkuasa namun tak ada daya.


"Lunasi hutangmu yang semalan sayang ku..!"


Pintanya sambil mulai menggodaku.


Bukan karena terpaksa dan bukan juga karena aku yang ingin,namun ini adalah suatu kewajiban yang harus kulaksanakan atas perintah.


Berawal dengan rasa malu dan ragu,kuberanikan diri untuk menggagahinya sebagai seorang istri sesuai permintaannya.


Deru nafas yang saling memburu,dua insan saling memberikan dan menerima sentuhan demi sebuah pencapaian mutlak bersama.


Mas Rio nampak begitu menikmati servis yang kuberikan,meski masih awam dan amatiran tapi aku sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuknya pagi ini.


"Terima kasih sayang,aku pasti akan merindukan masa-masa seperti ini nantinya!"


Mas Rio memelukku yang terkulai lemas di atasnya sambil terus menciumi keningku dan mengelus lembut kepalaku serta menyingkirkan rambut lurusku yang berantakan menutupi sebagian dahiku.


"Janji kau akan kembali untukku mas!"


Pintaku padanya disela-sela nafas yanh masih tersengal berusaha kuatur agar kembali normal.


"Jika aku tak kembali untukmu?"Tanyanya padaku sambil membuka kedua tangannya untuk dibentangkan.

__ADS_1


"Maka aku yang akan datang menemuimu!"


Jawabku dengan cepat lalu tersenyum.


Kugeser tubuhku berpindah kesampingnya kini yang masih berbaring terlentang dengan tubuh bertutupkan selimut.


"Kamu pintar sekali sekarang?hemh!"


Ucapnya sambil menggodaku dan mencubit hidung mungilku.


"Iya dong,kan bekas muridnya pak Mario!"


Jawabku sambil memeluk erat kembali tubuhnya sambil tersenyum mendongak kearahnya masih dalam keadaan sambil berbaring.


Rasa kantuk yang awalnya masih menggelayuti mataku kini perlahan mulai sirna tergantikan oleh rasa lapar yang kini terasa berisik diperutku karena alarm tanda lapar sudah mulai berbunyi dengan nyaring.


"Hah! Kamu laper? Sarapan yuk!"


Ajaknya padaku,lalu kami bergantian kekamar mandi untuk membersihkan diri.Mandi untuk yang kedua kalinya padahal hari masih pagi begini.


Setelah sarapan mas Rio mengajakku berjalan-jalan mengelilingi kota ini,kami seperti sedang berpetualangan kali ini berpindah dari satu tempat ketempat yang lain dan hanya beristirahat untuk sekedar makan dan istirahat sejenak.


Hari sudah semakin sore,mas Rio mengajakku kembali pulang karena besok mas Rio harus kembali kekotanya dan lusa ia sudah akan mulai bekerja di kantor mikik keluarganya sedangkan aku harus kembali beraktivitas di sekolah seperti biasa.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2