
Aku terbenam dalam dekapannya yang menghanyutkan,kulingkarkan kedua lenganku di pinggangnya sambil perlahan kuelus punggungnya hingga lama kelamaan tanganku menyusup masuk kedalam kaos yang dikenakannya.
Dia melihat wajahku sambil tersenyum seolah memberi lampu hijau atas perlakuanku padanya.
Aku mulai berani menggodanya untuk belajar mengawali semuanya,kubuka sendiri kimono yang kukenakan hingga menunjukkan tubuhku yang masih terbungkus oleh ligerie berwarna hitam yang ia berikan padaku untuk kukenakan.
Kudorong tubuhnya hingga terjerembab diatas tempat tidur dan aku mulai merayap diatasnya.
"Kenapa kamu memintaku memakai ini? apakah sengaja untuk mempermalukanku sayang!"
Mas Rio hanya tersenyum,pandangannya masih tak lepas dari diriku.
"Coba ulangi kembali ucapanmu barusan!"
Perintahnya sambil tangannya mencengkeram pundakku.
"Kenapa kamu menyuruhku memakai ini?!"
Kuulangi kembali pertanyaanku dan membuat konsentrasiku jadi buyar kembali.
"Bukan yang itu....kalimat terakhir!"
Pintanya sambil mengingatkanku.
Aku terdiam sejenak masih berada diatas tubuhnya sambil berfikir kembali mengingat kalimat yang barusan kuucapkan.
__ADS_1
"Apa kamu ingin mempermalukanku?!"
"Bukan yang itu.....! kata setelah itu,kata terakhir!"
"Apa sih! tau ah,aku lupa."
Ucapku sambil merebahkan diri disampingnya lalu menarik selimut utuk menutupi tubuhku yanglama kelamaan mulai terasa dingin.
"Biar kubantu ingatkan ya!"
Ucapnya sambil ikut masuk kedalam selimut yang sama hingga membuat tubuh kami saling menempel berbalut selimut tebal.
"SAYANG!"
Kukernyitkan dahiku hingga membuat kedua alisku hampir berpadu satu sama lain,berusaha berfikir keras tentang ucapanku barusan yang terlupakan namun dia berusaha memaksaku untuk mengingatnya serta mengulanginya kembali seperti kaset mode replay.
Tanyaku bingung penuh rasa canggung saat dia kini bertukar posisi berada di atasku,memandangi tubuhku yang berbalut ligerie dibawah kungkungannya tanpa ada daya dan upaya untuk menghindarinya.
"Sayang,kamu tadi memanggilku sayang Maura!"
Jawabnya kesal namun tetap dipaksa tersenyum semanis madu padaku.
"Benarkah? sepertinya aku tidak menyadarinya tadi,mungkin aku sedang khilaf,hahahaaha!"
Jawabku sambil tertawa di bawahnya.
__ADS_1
"Kamu minta diapakan Maura,hah! Awas kamu ya....!"
"Ampun mas...iya iya aku ulangi panggilan sayangnya!"
Ucapku menerima hukuman darinya tiada henti.
Benar-benar dia menghukumku semalaman suntuk seperti tenaganya tiada habisnya,.Bahkan saat aku sudah menuruti keinginannya untuk memulai sekalipun,tapi dia tidak pernah melepaskanku semalaman.
Dia berkilah bahwa jika aku memang mau memulainya harusnya dari awal,bukan di tengah-tengah permainan.Jika diawal dia yang memulai itu artinya bukan aku yang memulainya,pintar sekali dia menindasku.
Aku benar-benar kelelahan dan kewalahan menuruti keinginannya,hingga membuatku malas bangkit dari tempat tidur untuk sholat Subuh.
Kupaksa tubuhku untuk bangkit dan kuseret tubuhku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa hukuman dari suamiku semalam.
Mas Rio sudah nampak segar dan rapi saat membangunkanku untuk mandi dan segera sholat Subuh,berbanding terbalik denganku yang notabene seorang istri harusnya lebih rajin dan bangun lebih awal dari sang suami justru masih dengan enggan bangkit dari ranjang empuk serta selimut hangat yang menutupi tubuhku yang sudag tak lagi mengenakan apapun bahkan ligerie semalam juga sudah entah kemana hilangnya.
"Ayo buruan mandi,keburu habis masa Subuhnya sayangku....! Nanti habis sholat Subuh bebas deh kalau mau tidur lagi."
"Benaran boleh tidur lagi?"
Tanyaku berbalik saat hampir sampai didepan pintu kamar mandi.
"Iya boleh,asalkan aku juga boleh nambah lagi hehehehe"
Aku hany bisa cemberut lalu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari segala hal.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....