
"Ati-ati dek kalo deket sama cowok,kamu ini perempuan harus pinter jaga diri ya...Papa,Mama sama kakak nggak setiap hari selalu ada dideket kamu buat jagain kamu jadi kamu harus pinter-pinter jaga diri ya."
"Iya,iya kakak."
"Tidak semua laki-laki itu baik dek,tapi nggak semuanya juga buruk.Yang penting kamu ati-ati aja,jangan mudah terbujuk rayuan sembarang laki-laki."
"Oke bos!"
"Jadi bener kan.....ngelamun karena cowok?"
"Nggak!"
"Ayolah dek,cerita dong sama kakak.Biar kakak tai dia kayak gimana,baik nggak buat kamu."
Telisih kak Rendi sambil melajukan mobil memasuki pagar.
"Nggak kakak,aku mau nurut sama mama.Nggak boleh pacaran! harus fokus sama sekolah."
Ucapku sambil berjalan menuju pintu rumah.
"Serius kamu?"
"Iyalah,emangnya kakak paaaacaran terus!"
"Iiiihhhh ni anak,awas ya kamu!"
Aku berlari masuk kedalam rumah lalu kak Rendi mengejarku,lalu langkah kami terhenti seketika saat Mama muncul dari balik pintu kamar menghadang kami.
"Ssssst! udah pada gede masih suka main kejar-kejaran.Inget ya,besok nenek datang jaga tingkah laku kalian jangan kayak anak kecil begini."
"Hanya saat nenek disini saja kan ma?"
Jawabku sambil mencium punggung tangan mama,lalu mencium pipinya.
"Hmmmmm,kalian ini."
Mama menarik lengan kami berdua dan menggiring kami menuju ruang tengah.
__ADS_1
Lagi-lagi kembali mengingatkan kami agar sementara waktu kami bersikap manis didepan nenek,karena nenek tidak suka kegaduhan serta tingkah kekanak-kanakan kami yang sudah tidak anak-anak lagi ini.
Mama tak mau membuat nenek marah terutama denganku yang menurut nenek suka membuat masalah dikeluarga ini.
Aku hanya bisa menurut karena tak mau membuat mama mendapat masalah karenaku.
Setelah makan malam aku segera kekamar,kulihat hapeku kalau-kalau saja grup bersama para sahabat SMP sudah ramai dengan obrolan Laura dan Yasmin yang aku nggak tau.Tentu saja aku nggak mau ketinggalan berita terkini tentang kabar mereka.
Saat kutengok layar hapeku ternyata bukan chat dari sahabat SMP ku melainkan chat dari Medina.
'Ra,udah tidur?'
Segera kubalas.
'Blm,knpa?"
Tanyaku balik padanya.
'Kmu jga ska sma pak BI?'
'Hah! pak BI?'
'Nggk'
'YAKIN?!'
'Iya,napa cih?!'
'Aku liat wjh kamu berubah wktu Jesi bilang dia ska sma p.Mario.'
'Ah,masa? serius loh! berubah warna atau gimana?"
Jawabku sambil menggodanya seperti biasa,aku memang paling suka menggoda Medina karena terkadang dia suka nggak nyambung dan dia polos banget.
'Aku lgi serius Ra.'
'Aku 2rius! 😋'
__ADS_1
'Rara!'
'Iya...'
'Aku bingung.'
'Kenapa?'
'Dua teman baikku suka sama cowok yg sma,aku tkut mreka nnti jdi brntm.'
'Siapa?'
Tanyaku sok polos dan masih pura-pura tak tau.
'Masih tanya! kamu&Jesi lah!'
'Udah malm Din.....buruan bobo,jngn nglntur.'
'Aku kpikiran.'
'Udah gk ush dipikirin,aku biasa aj kok sma pak Mario nggk da rsa apa2.'
'Bukan mkrin ntu...'
'Trus apaan?!'
'Mikirin ulangan matematik besok Senin,mana jam prtma lagi.'
'🤦'
Kan,dia suka nggk nyambung tiba-tiba aja mengganti topik pembicaraan seenaknya sendiri.Ya begitulah temanku satu ini,sering loadingnya lama kadang kalo di ajak bercanda.
'Kan Ra,kmu psing jga kan?'
'Iy,pusing krna ngntuk mau bobo.'
Akhirnya chat kami berakhir dengan ditutup berbagai pesan-pesan dari Medina sebelum tidur untukku.
__ADS_1
Bersambung.....