
Mataku membulat,melihat mas Rio yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya mulai dari pinggang.
Meski ini bukan pertama kalinya kulihat pemandangan alam ini,namun baru kali ini aku melihatnya dengan jarak sedekat ini.
Sepertinya dia sengaja memamerkan tubuh atletis dengan dada bidang yang indah di pandang mata itu padaku.
"Kenapa tidak pakai baju dikamar mandi saja!"
Protesku dengan cepat berbalik badan supaya mataku tidak terlalu lama melakukan dosa karena telah melihat sesuatu yang tak seharusnya kulihat.
Mas Rio hanya diam tak merespon perkataanku,sepertinya dia sedang berpakaian sekarang.
"Ini handuknya dtaruh dimana?"
Tanyanya padaku.
"Letakkan saja di keranjang baju kotor!"
Jawabku sambil menunjuk kearah pintu kamar mandi yang disebelahnya terdapat keranjang pakaian kotor terbuat dari anyaman rotan berwarna soft pink dengan gambar bunga menghiasi tutupnya.
Setelah selesai mandi,mas Rio keluar dari kamarku tanpa mengatakan apapun padaku.
Sedangkan aku lebih memilih untuk meneruskan tugasku yang belum kuselesaikan.
Setelah selesai mengerjakan tugas sekolahku,aku keluar dari kamar merilekskan diri dari segala kepenatan.
"Kok sepi bi?"
Tanyaku pada bibi yang sedang sibuk berbenah di dapur.
"Nyonya sedang di teras belakang bersama den Rio non."Jawab bibi sambil menunjuk kearah pintu menuju teras belakang.
Terdengar suara tawa mama dan mas Rio saat aku berjalan keluar dari pintu menuju teras belakang.
Mama dan mas Rio serentak menatap kearahku yang baru muncul dari pintu.
"Ini dia anaknya!"
Kata mama sambil tersenyum menatapku.
"Panjang umur rupanya ma...."
Sahut mas Rio yang juga sedang menatap kearahku.
__ADS_1
"Lagi pada ngomongin aku ya!"
Aku segera duduk di kursi panjang disebelah mas Rio,dengan menjaga jarak aman tentunya.
Baru juga aku duduk,terdengar ucapan salam yang terdengar dari arah luar.
"Waalaikum salam...!"
Ucap kami hanpir serempak.
"Mama tinggal dulu ya,papa pulang!"
Aku segera berlindah ke tempat duduk yang ditinggalkan mama setelah mama berlalu meninggalkan kami yang kini hanya berdua duduk santai diteras belakang hanya saling diam.
"Tadi aku dan mama sempat membicarakan soal tempat kita tinggal,"
Mas Rio memulai pembicaraan,memecah keheningan diantara kami.
"Lalu?"
Tanyaku sambil menoleh kearahnya.
"Aku berencana membawamu tinggal dirumahku!"
"Bersama Samuel dan pak Pras?"
"Kenapa memangnya?kalian hanya akan tinggal serumah,bukan sekamar kan?"
"Tapi aku kurang setuju!"
"Kalau tinggal disana kita bisa tidur di kamar masing-masing,tidak perlu canggung tinggal sekamar seperti sekarang."
Bisik mas Rio sambil celingukan melihat sekitar,memastikan tidak ada siapapun yang akan mendengar pembicaraan kami.
Benar juga apa katanya,batinku.
Tapi.......apakah tidak apa-apa jika aku tinggal disana bersamanya? aku lebih nyaman tinggal disini,bersama mama dan papa yang selama ini membesarkanku.
"Tadi mama bilang apa?"
Tanyaku,ingin tau apa pendapat mama tentang rencana mas Rio ini.
"Mama sih bagaimana baiknya saja,tapi mama bilang masih belum bisa melepaskanmu jauh darinya!"
__ADS_1
"Aku setuju dengan mama,apa tidak bisa kalau kita tinggal dirumah masing-masing saja?"
"Nanti kita bicarakan lagi dikamar,tidak enak kalau ada yang dengar disini."
Aku hanya mengangguk,tanda menyetujui usulnya.
"Ehem! asyik banget,lagi ngobrolin apa nih penganten baru?"
Terdengar suara kak Rendi,seiring dengan kemunculannya dari balik pintu.
"Mau tau ajah!"
Jawabku sambil memanyunkan bibirku kearahnya.
"Jadi,aku tidak boleh gabung nih? takut terganggu ya!"
Kak Rendi yang menarikku untuk pindah tempat duduk ke dekat mas Rio dan kini kak Rendi duduk di tempat yang baru saja kutinggalkan.
Kini kami duduk bertiga,dan aku kembali ketempat dudukku semula yang berada di samping mas Rio.
"Kak Rosa apa kabar kak?"
Tanyaku berbasa-basi agar suasana tidak kembali sepi.
"Sudah agak lebih baik,bulan depan keluarganya akan membawanya berobat keluar kota."
"Lalu kakak?"
Tanyaku mulai penasaran.
"Kakak kenapa? kan cuma di luar kota,bukan diluar negeri."
Jawab kak Rendi santai.
"Kakak tidak ikut mendampingi?"
Sepertinya tidak bisa,tapi mungkin kakak akan lebih sering kesana jika ada waktu.
"Iya Ren,suport dari orang terdekat sangat penting untuknya."
Mas Rio menimpali.
"Panggil aku kakak dong bro! aku ini sekarang kakak iparmu meski usiaku masih dibawahmu sekalipun!"
__ADS_1
Ucap kak Rendi sambil menepuk bahu mas Rio dan mereka tertawa bersama,terlihat sangat akrab.
BERSAMBUNG.....