
Aku berlari mendekat kearah kak Rendi yang kini sudah duduk dikursi ruang makan bersama mama,karena begitu kubuka kotak tersebut ternyata isinya adalah sebuah gelang.
"Kak....ini gelang buat siapa? bagus banget deh."
Ku sodorkan kotak tersebut kedapan wajah kakakku.
"Kalo kamu suka,buat kamu aj."
Kulirik kakak mengatakannya tanpa memandang kearahki,mimik wajahnya sangat datar.
"Emangnya gelang ini sebenarnya buat siapa sih kak? jangan-jangan buat kak Rosa ya?!"
"hehehe,ini buat adek aku yang paling cantik karena sekarang udah masuk SMA."
"Maksudnya.....ini memang hadiah buat aku?!"
Tanyaku,memegaskan kembali tentang barang yang sedang berada ditanganku sekarang.
Lalu kak Rendi mengambilnya kembali,sambil mengambil isi dari kotak tersebut.
"Yaudah kalo kamu nggak mau,gpp biar kakak kasihkan keorang lain aja!"
Godanya padaku.Lalu diraihnya tanganku,kemudian gelang tersebut dipakaikan dipergelangan tanganku.
"Makasih ya kak.....gelangnya cantik banget,hehehe"
Kupeluk kak Rendi sebagai tanda terima kasihku.
__ADS_1
Ya begitulah kakakku satu ini,dibalik sikapnya yang usil dan jahil padaku sebenarnya dia sangat menyayangiku.Selalu ada aja tingkahnya untuk memberiku kejutan-kejutan kecil yang membuatku bahagia.
"Ada apaan sih ini,rame banget papa dikamar sampe kedengeran."
Papa tiba-tiba saja datang dari arah belakang kami membuat kami semua terkejut.
"Wah.....ada apa ini? tumben si tikus dan si kucing papa akur banget?"
Tanya papa tatkala melihat keakraban diantara kami,yang memang tak biasa karena lebih sering perang benar-benar seperti serial kartun tom and jarry di tivi yang sering aku liat.
"Liat deh pa,bagus kan? baru di beliin sama kak Rendi pa......"
Kupamerkan gelang yang melingkar di pergelangan tanganku,kuperlihatkan di depan wajah papaku.
"Itu pa....tadi kebetulan Rendi nemu dijalan,entah punya siapa Dari pada mubazir kan Rendi kasih aja ke ade."
Sudah menjadi kebiasaan setiap kali kami makan selalu mama yang menyendokkan nasi kepiring kami,dimulai dari piring papa,kak Rendi,piringku dan yang terakhir untuk mama sendiri.
Mama adalah wanita idolaku dirumah ini,beliau adalah bidadari surga dikeluarga ini.Selain surgaku dan kak Rendi ada dibawah telapak kakinya,mama juga bidadarinya papa,hehhehe.
Tok,tok,tok.
Ada suara ketukan berasal dari pintu kamarku.
"Iya,siapa?"
Tanyaku kepada entah siapapun yang berada di balik pintu yang tadi sempat mengetuknya.
__ADS_1
"Ini mama sayang,ade sudah tidur?"
Jawab seseorang dari balik pintu,yang ternyata suara mamaku.
kubuka pintu kamarku yang memang sudah sempat kukunci,kupersilahkan mama masuk setelah ku putar handle pintu.
"Ade sudah mau bobo ya?"
Tanyanya padaku sambil membelai lembut rambut di ujung kepalaku dengan penuh kasih sayang.
"He'em,iya ma ade sudah ngantuk."
"Yaudah cepet bobo,biar besok bangun pagi sholat subuhnya nggak kesiangan."
"Iya mamaku sayang.....yang paling cantik nomor satu dirumah ini,dan aku nomor dua.hehehe.."
Godaku pada mama,lalu mama pencium keningku.Inilah ritual malamku sebelum tidur,bahkan sampai aku sebesar ini pun masih tetap mama lakukan.
Hari ini adalah hari Senin,dimana adalah hari pertamaku masuk sekolah.
Bangun tidur setelah sholat subuh,aku langsung menyiapakan semua keperluan sekolahku lalu mandi.
Aku memang selalu bangun kesiangan soal sholat subuh,karena papa dan kak Rendi sudah pada pulang dari Masjid aku baru bangun itupun dibangunin sama mama.
Pagi ini kami sekeluarga sedang sarapan bersama dimeja makan,tiba-tiba bibi datang dan memberitahukan pada papa bahwa didepan ada tamu.
Bersambung.....
__ADS_1