Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Susah tidur


__ADS_3

Aku merasa benar-benar mengantuk setelah mbak Tari pergi meninggalkan kamar,aki segera bersiap untuk tidur karena tubuh ini sudah sangat lelah.Kumatikan lampu kamarku setelah ku kunci pintu kamar,lalu segera pergi untuk tidur.


Kulihat jam dinding dikamarku baru menunjukan di angka satu pada jarum pendek sedangkan jarum panjangnya masih diangka tiga,itu artinya baru jam satu lebih lima belas menit.


Entah apa yang membuatku terbangun di jam segini,padahal tidak biasanya aku terbangun di jam segini.


Kuraih hapeki di nakas dekat tempat tidurku,ada begitu banyak notifikasi yang muncul saat kugeser layar untuk menyalakannya.


Beberapa pesan dari Medina, Laura,Yasmin dan ada juga dari pak Mario.


'Istirahatlah!'


Pesan terkirim sekitar dua jam yang lalu,artinya saat dia mengirim pesan mungkin aku baru saja tertidur setelah selesai membalas chat dari teman-temanku.


Aku hanya membukanya tanpa membalas meskipun di atas layar pada aplikasiku tertera bahwa dia masih online dan sudah pasti dia juga akan segera tau jika aku masih online juga.


'Kenapa belum tidur?'


Chat kembali masuk darinya,lagi-lagi hanya kubuka tanpa kubalas.


'Cepat tidur,besok kita akan sangat sibuk terutama kamu!'


Mas Mario kembali mengirim pesan singkat.

__ADS_1


'Ya!'


Kujawab dengan singkat biar hatinya lega,meski sebenarnya mata ini masih enggan terpejam.


Aku berusaha membuka sosial mediaku sampai merasa bosan,kumainkan game supaya cepat mengantuk namun tak kunjung mengantuk justru malah kesal yang kurasakan karena justru gagal memenangkan permainan.


Tanpa sadar saat kulihat jam yang tertera pada layar hapeku menunjukkan pukul 03.00 dan itu artinya sebentar lagi subuh namun aku belum bisa memejamkan mataku.Biasanya aku akan sulit tidur jika perut dalam keadaan lapar namun kali ini berbeda karena lapar juga tidak namun entah karena apa mata ini tak kunjung mengantuk.


Aku bangkit dari tempat tidurku untuk menunaikan ibadah sunah,mungkin setelah melaksanakan ibadah sunah aku bisa tertidur pulas atau mungkin Allah sengaja membangunkanku agar aku melaksanakan ibadah sunah.


Setelah melaksanakan ibadah sunnah,aku duduk disofa lalu menyalakan tivi meski tak ada acara yang menarik untuk jam segini.


Aku kembali terbangun ketika mendengar suara ketukan dipintu kamarku,aku menggeliat diatas sofa dengan tivi yang masih menyala.


Teriakku dari dalam kamar dengan suara serak khas suara orang baru bangun tidur.


Segera kubuka pintu karena meski aku sudah berteriak tetap saja suara ketukan tak kunjung berhenti.


Segera kubuka pintu sambil sesekali mengucek mata yang masih terasa mengantuk,ternyata mas Rio lah orang yang sedari tadi mengetuk pintu kamarku.


"Selamat pagi.....hoaaaaahhh!"


Sapaku sambil menutup mulutku saat menguap.

__ADS_1


"Semalam tidur jam berapa?sampai jam segini baru bangun!"


Tanyanya sambil berdiri menyedekapkan kedua tangannya dan bersandar dipintu kamarku.


"Entah! semalam susah tidur!"


Jawabku sambil berjalan masuk lalu kembali merebahkan tubuhku diatas sofa depan tivi.


"Kenapa? takut tidur sendirian!"


"Apa yang di takutkan? dirumah aku juga tidur sendirian!"


Jawabku sambil mencari-cari remote tivi yang tak kunjung kutemukan.


Mas Rio segera berjalan menuju tempat tidurku,memencet sebuah tombol lalu meminta pelayan untuk membawakan sarapan kekamar untukku.


"Kenapa pagi-pagi begini anda datang kekamar saya? tidak enak kalau ada yang lihat!"


"Kenapa? jelas saja akan ada yang melihat,kan pintu kamarnya masih terbuka lebar!"


Aku menengok kearah pintu yang ternyata memang benar-benar terbuka sangat lebar sampai hampir terlihat semua isi kamar dari luar.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2