
Dalam perjalanan pulang dari pernikahan Jesika aku,Medina,Samuel dan mas Rio dalam satu mobil yang sama.
Karena kasihan jika Samuel dan Jesika harus naik motor sampai ke tempat acara yang jaraknya lumayan jauh.
Aku dan Medina duduk di bangku belakang sedangkan mas Rio yang mengemudikan mobil ditemani oleh Samuel di sampingnya.
Aku sengaja duduk di belakang bersama Medina agar tidak menimbulkan kecurigaan Medina jika kami terlalu dekat,karena Medina dan semua orang taunya kami baru bertunangan dan belum menikah.Kecuali Samuel yang notabene sudah masuk kategori keluarga jadi sudah tentu tau semuanya,tapi sampai saat ini dia masih bisa jaga rahasia kami.
"Jesika cantik banget ya Ra!"
Ucap Medina tiba-tiba saat mobil sudah mulai jalan beberapa kilo meter tanpa adanya obrolan sama sekali.
"Eh! iya Din,Jesika cantik banget."
Jawabku pada Medina.
Tiba-tiba hapeku berdering dan itu adalah panggilan video dari mami.
Bagaimana ini? ada Medina disini kalau mami membicarakan hal yang tidak seharusnya Medina dengar bagaimana! kalau tidak di angkat mami pasti juga akan marah padaku dengan versinya.
Aku hanya melirik kearah mas Rio yang ternyata juga sedang melihat kepanikanku dari pantulan kaca di samping atasnya.
Seperti tau apa yang sedang aku khawatirkan,mas Rio segera menghentikan mobil di depan sebuah minimarket.
"Tunggu sebentar ya!"
Ucapnya sambil keluar dari mobil dan masuk kedalam mini market,seperti berusaha memberiku celah untuk segera menerima panggilan dari mami tanpa harus didengar oleh Medina yang ada di sampingku.
__ADS_1
Sementara hapeku masih saja berdering menampilkan panggilan video dari mami membuat Medina mulai penasaran karena tidak segera kuangkat sedari tadi.
"Dari siapa sih Ra? kok nggak di angkat!"
Tanya Medina berbisik sambil melirik layar hapeku.
"Calon mertua!"
Jawabku dengan berbisik juga.
"Hallo Mi.....Assalamu'alaikum....!"
Jawabku sambil tersenyum canggung karena melihat ekspresi kecewa dari raut wajah cantik mami mertuaku.
"Ra,aku ketoilet sebentar ya!"
"Waalaikum salam.....kenapa baru di angkat? mami ganggu kalian ya!"
Tanyanya dengan tiba-tiba sambil memanyunkan bibirnya kearah layar ponselnya.
"Tidak mi,maaf kami sedang dalam perjalanan dari pernikahan teman.Ada teman-teman Rara juga satu mobil mi,maafin Rara ya mi."
Pintaku memohon pengertian dari sang mertua yang galaknya nampak sedang dibuat-buat.
"Kalian kapan pulang kemari?"
Tanyanya padaku dengan wajah yang kini sedih dibuat-buat juga.
__ADS_1
"Nanti Rara bicarakan sama mas Rio ya mi,minggu-minggu ini kan terakhir mas Rio tinggal disini mi."
Jawabku berusaha menejelaskan.
"Mami pengen kamu segera ikut tinggal disini,biar mami tidak kesepian lagi."
Ucapnya seperti sedang memohon padaku.
Mas Rip kembali kedalam mobil dengan membawa sekantong plastik barang belanjaan,sepertinya camilan dan beberapa minuman untuk bekal perjalanan kami.
"Mas,mami.....!"
Bisiku sambil menyodorkan hape kedepan wajah suamiku yang baru saja masuk kedalam mobil dan meletakkan bungkusan hasil belanjaannya di pangkuan Samuel.
"Halo mi....!"
Jawab mas Rio sambil menyambar hape milikku.
"Kalian ini,kapan pulang kesini? mami kangen dengan kalian! kalau hanya untuk berduaan,dirumah mami kan juga bisa!"
Aku hanya bisa terdiam menahan malu saat mami mengatakan itu pada mas Rio bahkan didepan Samuel yang hanya bergetar menahan tawa sambil menutupi mulutnya agar tidak menimbulkan suara berisik.
"Mi....sudah dulu ya,kami sedang di jalan.Kalah nanti sudah sampai rumah kami telfon mami balik ya... bye mami."
Mas Rio dengan cepat mematikan panggilan video tepat disaat Medina yang mulai berjalan mendekat kearah mobil kami.
BERSAMBUNG......
__ADS_1