Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Cubitan


__ADS_3

"Pa,menurut papa kalau aku dekat lagi sama Rosa gimana?"


Tanya kak Rendi sambil mengendarai.


"Ehem! asalkan bukan karena kasihan!"


Jawab papa sambil menoleh kearah kak Rendi.


Mobil kak Rendi berhenti tepat di depan gerbang sekolahku,aku segera berpamitan tak lupa mencium punggung tangan papa dan juga kak Rendi lalu segera masuk kedalam sekolah melewati pintu gerbang setelah turun dari mobil.


"Ra.....!"Kak Rendi memanggilku,membuat langkahku terhenti dan menoleh kearahnya.


"Ada yang ketinggalan nih!"


Kak Rendi turum dari mobil menyusulku,memberikan paperbag coklat yang tertinggal di dalam mobil.


"Nitip dulu aja kak,biar dimobil kak Rendi aja.Tapi AWAS,jangan dibuka!"


Ancamku padanya sambil menudingkan jari telunjuk kearah hidung mancungnya.


Kak Rendi justru menggodaku dengan cara megintip sedikit kedalam paperbag yang ada ditangannya.


"Kakak....!"


Aku sedikit berteriak,berlari kearahnya yang sudah masuk kedalam mobil dan kembali mengamcamnya.


"Awas ya pokoknya jangan di buka!"


"Iya iya! pelit!"


"Biarin!"


Aku segera berjalan pelan memasuki area sekolah,kulihat pak Mario sedang berjalan beriringan searah deganku memasuki area sekolah tetapi dari jarak yang cukup jauh.


Kulihat Samuel dan Medina juga sudah datang,mereka nampak sedang asyik membicarakan sesuatu namun seketika kompak diam dan hanya memandang kearahku ketika mereka menyadari kehadiranku.


Aku melihat keduanya dengan tatapan penuh curiga,jangan-jangan mereka sedang membicarakanku. Berani-beraninya samuel ember! menceritakan tentang aku dan mas Mario pada Medina,kalau medina heboh dan keceplosan didepan yang lain bagaimana?


"Din....Sam .....!"


"IYA.....!"

__ADS_1


Jawab mereka kompak sambil memandang kearahku.


"Din.....Sam,kalian kenapa melihatku seperti itu?"


Tanyaku pada keduanya yang nampak tegang sejak aku masuk kedalam kelas.


Keduanya hanya diam saling pandang dan sesekali memandang kearahku.


"Kalian ngomongin aku ya?"


Bisikku pada keduanya.


Medina hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menunjukkan jarinya kearah Samuel tanpa berani berkata-kata.


"Kok aku!"


"Raaaaaaa.......! jangan percaya sama Medina Ra,sumpah bukan akuuu.......! aw,aw,aw! sakit Ra....ampuuuun!"


Samuel berteriak saat kucubit lengannya tanpa melepaskannya meski kini dia berjalan bahkan berusaha lari menghindariku.


"Dasar..... mulut ember!"


"Ra.....sakit.....ampun!"


Medina hanya tertawa melihatku dan Samuel yang sedang berduel sampai didepan kelas,diikuti beberapa teman lain yang melihat kearah kami.


"Kamu di prank sama Medin!"


"Hah!"


Seketika kulepaskan cubitanku.


"Awas kamu Din!"


Ancam Samuel sambil menunjuk kearah Medina yang masih belum berhenti menertawakan Samuel.


"Ahahahhaha...! enak kan Sam? hahahha."


Medina masih belum berhenti tertawa bahkan saat kami bertiga memasuki kelas kembali.


"Sory Sam,sakit ya? maaf ya...."

__ADS_1


"Jelas sakit lah!"


Jawab Samuel sambil mengelus lengannya yang memerah bekas cubitanku tadi.


"Parah kamu Ra,kayak macan! ini kalau sampai kak


"Sam!"


Dengan cepat kupotong perkataan Samuel sebelum bibirnya menyelesaikan kata-katanya yang justru akan membuat masalah baru nantinya.


"Kak? kak siapa Sam?"Tanya Medina bingung sambil melihat kearahku dan kearah Sam secara bergantian.


"Hah,apa Din?"


Tanya Sam sok polos.


"Tadi kamu bilang kak......siapa?"


"Oh...kak Rendi,kakaknya Rara!


"Oooh! tangannya masih sakit Sam?"


Medina dan Samuel nampak acuh seolah tan menghiraukan kehadiran Jesi saat melewati kami ketika hendak duduk dibangkunya.


"Pagi Jes....!"


Sapaku dengan biasa,karena memang aku tidak ada masalah apapun dengannya.Dari cerita mas Rio aku mulai paham kenapa Samuel dan Medina bersikap dingin pada Jesika,namun aku belum menanyakannya langsung pada mereka semua.


"Ra,pulang sekolah nanti jalan yuk!"


Ajak Jesi padaku.


"Kemana? Sama Medina dan Samuel juga kan?"


Tanyaku sambil melihat kearag Medin dan Sam yang justru melengos ketika mendengar nama mereka disebut.


"Ada yang mau aku ceritakan sama kamu,ini rahasia!"


Bisikny padaku,Sam menatap Jesi dengan tatapan curiga dan penuh ancaman.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2