
'Hai Ra,pa kbr?'
Segera ku balas chat dari sahabatku tersebut sebelum ku tinggalkan dengan ritual rutin pagiku dikamar mandi.
'Tok,tok,tok'
"Iya.....siapa?"
Tanyaku dari dalam kamar mandi.
"Ini mama Ra,hari ini kamu izin dulu ya sekolahnya."
Segera kubuka pintu kamar mandi dan ku keluarkan kepalaku dari balik pintu.
"Mmmmmmm......"
Aku berfikir sejenak,apakah hari ini ada pelajaran pak Mario atau tidak dikelasku.Sepertinya tidak ada.
"Biar kamu benar-benar sehat dulu nak,lagian tante Susi bilang kemarin tekanan darah kamu juga sangat rendah,kamu jangan terlalu kecapekan dulu."
"Iya,iya mama....hari ini Rara nurut deh sama mama."
"Nah,gitu dong.Habis ini cepat turun kita sarapan ya."
"Nggak bubur lagi kan ma?perutku sudah nggak apa-apa kok mam...."
Rengekku agar tak dipaksa lagi makan bubur,karena aku memang tidak suka bubur.
Bukannya memberi jawaban yang melegakan,namun mama justru hanya tersenyum lalu keluar meninggalkanku sendirian dikamar.
__ADS_1
Aku segera turun lalu duduk ditempatku seperti biasa bersiap sarapan,tempat favoritku adalah derada didekat kak Rendi.Meski sering kali menggoda dan meledekku,entah kenapa aku selalu nyaman berada didekatnya.Mungkin inilah naluri atau ikatan seorang saudara.
Setelah selesai sarapan Papa dan kak Rendi segera berangkat kekantor,sedangkan aku kembali kekamar untuk beristirahat setelah menelan beberapa butir obat yang diresepkan oleh tante Susi kemarin.
Aku kembali menyambar hapeku,jari jemariku sibuk mengetik sambil cengar cengir dan terkadang tertawa sendiri dengan layar hapeku.
Aku,Laura dan Yasmin akhirnya sepakat membuat grup disebuah aplikasi yang bisa menyambungkan kami melalui chat maupun panggilan kapanpun.
Ini adalah salah satu cara kami agar tetap bisa berkomunikasi secara lancar,karena Laura yang harus ikut serta bersama keluarganya pindah keluar negri,sedangkan Yasmin harus ikut ayahnya pindah dinas ke luar daerah.
Mereka bertiga adalah sahabat baikku semasa SMP,kemanapun kami selalu bertiga kecuali jika Roy ikut serta jalan bersama kami dan alhasil kamilah yang akhirnya dijadikan obat nyamuk,dicuekin untuk menonton mereka pacaran.
Tak terasa hari sudah semakin siang,sinar matahari yang begitu terik menyinari wajahku dan membuat mataku merasa silau saat kubuka mata.
Ah,ternyata aku ketiduran.gumamku sendiri karena memang tak ada orang lain dikamarku.
'Tok,tok,tok.'
"Iya bi."
Bibi muncul dari balik pintu dan membukanya sambil membawa makan siang untukku.
"Taruh situ aja bi,nanti Rara makan.Makasih ya bi."
"Iya non,sama-sama.Bibi permisi ya non."
Kulihat menu makan siangku,kuharap tidak bubur lagi.
"Alhamdulilah...."
__ADS_1
Ucapku,karena ternyata nasi lembek,tak apa yang penting nggak bubur lagi.Setidaknya nasi lembek masih mendingan daripada bubur.
Tak hanya makan siang lengkap dengan lauk dan sayur,obat untuk siang pun sudah disiapkan.
"Ma....."
Kuturuni anak tangga menuju dapur.
"Ya sayang....."
Sudah makannya?
"Sudah dong ma,mama lagi ngapain?"
"Ini habis masak,dibantuin sama bibi."
"Rara bosen ma,ada yang bisa Rara kerjain nggak?"
"Nggak ada,kerjaan semua udah selesai kok."
Kulihat bibi turun dari anak tangga sambil membawa piring bekas makan siangku tadi dibawanya menuju kedapur.
"Sini bi,biar Rara aja yang cuci piringnya."
Kuminta bawaan bibi dan segera kucuci.
"Tapi non,nyonya....."
Mama hanya tersenyum memandang kearah bibi sambil menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Nyonya,lusa nyonya besar akan datang saya harus mempersiapkan apa?"
Bersambung.....