Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Keaktifan Zarra


__ADS_3

"Kakak minta tolong titip Zarra sebentar bisa Ra? kakak mau beresin barang-barang juga sebentar."


"Bisa kak."


"Mmmmmmm,mending kita kekamarku aja deh aku packing sambil kita ngobrol."


"Boleh deh kak.Ayok!"


Digendongnya Zarra lalu kami menaiki anak tangga bersama menuju kamar kak Reina.


Kak Reina begitu baik padaku sejak awal kami bertemu secara tak sengaja ditaman ketika aku bersama kak Roi kala itu.


"Ra waktu pertama kali kita ketemu ditaman,kamu sedang sama pacar kamu?"


Tanya kak Reina sambil memasukkan beberapa barang kedalam kopernya.


"Oh kak Roi? itu kakak kelas saya kak."


"Kalian pacaran?"


"Tidak,cuma teman."


"Kayaknya dia suka sama kamu,kamu tau waktu itu kami sengaja mengikuti kalian karena Rio bilang khawatir sama kamu."


"Mas Rio bilang begitu kak?"


"Iya,memangnya selama ini Rio nggak pernah bilang apa-apa ke kamu kalau kalian sedang berdua?"


"Bilang apa kak?"


'Tok,tok,tok'


"Kaaaaak! Rara disitu?"


Tanya mas Rio membuka pintu kamar kak Reina.


"Ya Ampuuuun! baru juga ditinggal sebentar sudah nyariin!"


Ledek kak Reina pada mas Rio yang justru hanya diam pura-pura tak mendengar ucapan kakaknya.


"Papi kemana kak? kok nggak ikutan pulang bareng tadi!"

__ADS_1


"Papi ada urusan,tadi diantar sama mas Aldi."


"Yaudah aku mau istirahat dulu sebentar,nanti kalau sudah pada siap bangunin aku ya."


Kata mas Rio sambil berlalu kekuar dari kamar kak Reina tanpa menutup pintu kembali.


"Ra.....?"


Kak Reina memanggilku.


"Eh,iya kak ada apa?"


"Nanti tolong bangunin Rio!"


"Saya kak?"


Tanyaku.


"Jangan kak,kami kan belum muhrim!"


Mas Rio kembali dari balik pintu kamar kak Reina,ternyata dia belum benar-benar pergi dari sana sehingga bisa mendengar obrolan kami dengan jelas.


Zarra berlari keluar dari kamar lalu aku buru-buru mengejarnya.


"Zarraaa! jangan lari nak kasian tante capek ngejar kamu!"


Teriak kak Reina sambil ikut berlari dibelakangku yang ikutan berjalan cepat mengikuti Zarra.


Sambil berlari Zarra mendorong pintu sebuah kamar yang tidak tertutup rapat lalu dengan cepat masuk kedalam,kulihat dibelakangku ternyata kak Reina tak jadi mengikuti kami.


Kuputar kepalaku melihat sekeliling tak ada siapapun.


"Aduh! kamar siapa ya ini?"


Gumamku.


'Tok,tok,tok'


"Permisi.....! maaf saya mau ambil Zarra."


Kubuka perlahan pintu,agar aku bisa masuk dengan leluasa karena pintu baru terbuka sedikit hanya muat tubuh mungil Zarra.

__ADS_1


Ketika aku masuk kedalam kamar yang begitu wangi dan rapi,ternyata mas Mario sedang terlelap diatas tempat tidur.


"Zarra,ayo kita keluar sayang!"


Segera kugendong Zarra dan berjalan perlahan keluar dari kamar mas Mario,kututup kembali pintu kamar pelan sebisa mungkin agar tak menimbulkan sedikitpun suara yang akan mengganggu istirahatnya nanti.


"Maaf ya Ra,Zarra jadi ngerepotin kamu."


"Nggak apa-apa kak."


"Maaf ya kamu jadi capek."


"Nggak kok kak."


'Tok,tok,tok'


Tante Sarah masuk ke kamar kak Reina,lalu mendekatiku yang sedang asyik main dengan Zarra.


"Rei kamu sudah selesai packingnya?"


Tanya tante Sarah pada kak Reina.


"Sudah mam,ini tinggal nutup koper saja kok mam."


"Mami mau bicara sebentar sama Rara."


"Oh,iya mam silahkan."


"Ayo Ra kita kekamar tante!"


"Baik tante."


Jawabku sambil berjalan mengekor dibalik punggung tante Sarah menuju kamarnya.


"Duduk Ra."


Aku duduk di sofa warna merah marun dekat tempat tidur besar dengan warna senada.


Tante Sarah menggeser pintu almari kaca lalu diambilnya sebuah kotak warna merah dari dalam almari.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2