
Dihari berikutnya Jesi sudah kembali masuk sekolah seperti biasa.Aku senang karena akhirnya Jesi tidak lagi berlarut-larut dalam kesedihan hanya karena laki-laki.
Aku harap Jesi bisa segera move on dari pak Mario.
Sebenarnya aku sendiri masih penasaran bagaimana serta seperti apa cara Jesi menyatakan perasaannya pada pak Mario,namun sepertinya tidaklah etis jika aku menanyakannya langsung pada Jesi dalam waktu dekat.
Aku tidak mau pertanyaanku justru malah membuatnya kembali terluka.
Waktu begitu cepat berlalu hingga tanpa terasa kami sudah berada di ujung sester,masa-masa ini adalah masa dimana kami para siswa tak akan ada lagi waktu untuk bersantai,main atau jalan-jalan nggak jelas dengan teman.Kami adalah siswa yang siap tempur,berperang untuk ujian kenaikan kelas.
Ujian akan diadakan minggu depan,maka dalam minggu-minggu ini aku harus lebih giat dalam belajar jika dibandingkan hari-hari biasa demi persiapan ujian nantinya.
__ADS_1
Bahkan di akhir pekan ini saja aku dan teman-teman sengaja tak kemana-mana,jika biasanya kami sering kali kumpul dirumah Jesi yang seperti istana namun sepi penghuni namun kami justru bebas seru-seruan.
Terkadang dirumah Medina yang dia bilang rumah sempit dan sesak namun menurutku seru dengan saudaranya yang banyak namun tetap akur.
Kadang juga dirumahku namun Jesi bilang sering kali iri dan marah padaku karena memiliki keluarga yang menurutnya begitu sempurna.Meaki menurutku biasa saja,namun aku memang termasuk beruntung jika dibandingkan dengan kedua teman baikku yang kini menjadi sahabat.
Aku memiliki keluarga yang berkecukupan jika dibandingkan dengan Medina yang ternyata tinggal di sebuah rumah petak disebuah gang sempit yang hanya muat untuk dilalui sepeda motor,dengan saudara sebanya lima orang yakni dua orang kakak laki-laki dan kedua adik kembarnya.
Jesi selalu merasa aku hidup di dalam keluarga yang dia bilang harmonis dan selalu ada untuk satu sama lain jika dibandingkan Jesika yang meski menjadi anak tunggal dari pasangan pejabat dan pengusaha namun Jesi sering kali merasa kesepian dirumah semewah itu dengan fasilitas yang serba WAH,namun kedua orang tuanya jarang berada dirumah dan Jesi pernah cerita bahwa kedua orang tuanya sering kali bertengkar.
Jika mereka berselisih pendapat itu wajar,tetapi mereka selalu mampu mencari solusi dengan jalan damai tanpa harus anak-anaknya mendengankan pertengkaran mereka.
__ADS_1
Keadaan nenek kini sudah semakin membaik,namun masih tetap harus kontrol kerumah sakit setiap satu minggu sekali.
Sejak nenek pulang dari rumah sakit kini mama semakin memperhatikan keadaan kesehatan nenek,apalagi sekarang nenek jadi lebih manja seperti anak kecil.
Setiap hari minggu nenek minta diajak berjalan-jalan ketaman dekat rumah dengan kursi roda,karena merasa bosan dirumah terus dan waktunya lebih banyak dihabiskan didalam kamar.
Memang nenek sudah tidak mampu lagi berjalan dan hanya bisa duduk itupun harus dibantu bangun.
Papa sudah beberapa kali menghubungi om Doni,memberikan kabar tentang keadaan nenek saat ini.Om Doni adalah satu-satunya adik papa yang kini tinggal diluar negeri bersama keluarganya.
Om Doni belum bisa pulang ketanah air dalam waktu dekat karena salah satu anaknya sedang menjalani tes untuk masuk ke Universitas dan beliau sendiri ada urusan penting yang tidak bisa di tinggalkan dalam waktu dekat.
__ADS_1
Jika tidak ada halangan mereka baru bisa kembali sekitar bulan depan,papa bisa memakluminya karena memang nenek sendiri tidak setuju dengan pernikahan Om Doni dengan sang istri yaitu tante Maria.Sejak menikah Om Doni memilih tinggal di luar kota ,baru beberapa tahun belakangan ini om Doni sekeluarga pindah keluar negeri karena urusan pekerjaan.
Bersambung.....