Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Cerita dari panti


__ADS_3

Setelah kak Roi pulang papa memanggilku untuk bicara.


"Ra,yang tadi itu pacar kamu?"


"Ng...nggak kok pa,itu kakak kelasnya Rara."


"Kayaknya dia suka sama kamu."


"Iya pa."


"Ehem,jadi kalian beneran pacaran?"


"Nggak kok pa,kami cuma temen biasa.Rara belum kepikiran sampai kesana dan nggak ada niatan buat pacaran."Jawabku santai


"Berarti mau langsung menikah?"

__ADS_1


"Iya,ng.....tapi nggak secepatnya juga pa."


Akhirnya percakapan kami terpaksa harus tertunda karena adzan Maghrib sudah berkumandang.


Pagi ini aku sudah bersiap setelah sarapan pagi,karena pagi ini aku akan menemani mama berbelanja untuk keperluan sekolah anak-anak panti.Seperti biasa setiap tahun mama selalu mengajakku berbelanja untuk semua saudara-saudaraku di panti,namun jika berbelanja bulanan untuk kebutuhan sehari-hari biasanya mama cukup hanya ditemani oleh bibi saja.


Setelah selesai berbelanja kami langsung menuju ke panti,setelah sebelumnya sempat mampir dulu kesebuah rumah makan untuk membungkus beberapa makanan untuk makan siang kami bersama-sama nanti dipanti.


Sesampainya dipanti,kami langsung di serbu dan disambut oleh beberapa adik-adik panti yang memang sudah kenal dekat dengan kami.


Andaikan dulu mama dan papa tidak mengasuh serta merawatku sampai sedewasa ini,mungkin nasibku ta beda jauh dengan mereka yang saat ini berada disekilingku.


Saat ada kesempatan kudekati ibu kepala panti yang kebetulan sedang duduk-duduk sendirian di taman depan panti sambil mengawasi anak-anak bermain.


Aku sudah mempersiapkan diri untuk menanyakan banyak hal soal ibu kandungku pada ibu kepala panti,karena menurut cerita mama selama mengandungku ibu Pratiwi dibawa oleh mama dan papa untuk tinggal panti.

__ADS_1


Ibu kepala panti bercerta mengenai ibu Pratiwi padaku yang memang sejatinya sudah mengetahui kebenaran tentang diriku.


Menurut ibu kepala panti mama dan papa terpaksa membawa ibu Pratiwi untuk tinggal di panti untuk menghindari fitnah karena keadaan ibu Pratiwi yang sedang hamil tanpa suami saat itu.


Namun mama tak pernah melewatkan harinya tanpa menjenguk ibu Pratiwi di panti ini,mama setiap hati datang dengan membawa makanan bergizi,susu hamil,pakaian khusus untuk ibu hamil,serta vitamin agar ibu Pratiwi dan aku yang sedang ada dalam kandungannya tetap sehat.


Mama begitu menyayangi ibu Pratiwi seperti adiknya sendiri,bahkan ibu Pratiwi sempat berangan-angan jika setelah melahirkan nanti dia ingin membantu ibu kepala panti untuk menjaga anak-anak di panti ini.


Awalnya mama pernah berniat untuk mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan ini,namun takdir berkehendak lain karena ibu Pratiwi sendiri yang berpesan pada mama dan papa untuk menjaga bayinya sesaat sebelum ibu Pratiwi meninggal.Ibu kepala panti hanya bisa menceritakan sedikit hal yang beliau ketahui tentang masa laluku dan ibu kandungku.


Namun saat kutanyakan soal darimana asal ibu kandungku,ibu kepala panti tidak mengetahui dari mana asal ibu Pratiwi tinggal karena setiap ditanya justru ibu Pratiwi terlihat histeris.


Kata ibu kepala panti ibu Pratiwi tidak mu mengingat kembali dimana dia silecehkan oleh seorang pria yang tak dikenal hingga membuatnya harus menanggung aib sendirian dan terpaksa harus pergi jauh dari keluarganya yang sudah tak mau lagi menerimanya lagi dan justru malah menyalahkan serta menganggapnya sebagai aib dalam keluarga.


Hari sudah mulai sore,kami berpamitan untuk segera pulang pada semua penghuni panti.

__ADS_1


Sesampainya dirumah aku langsung bersih-bersih dan beristirahat sejenak dikamarku,aku selalu mengunci kamarku dan tak membukakannya untuk siapapun saat aku berada di kamar sejak kejadian demi kejadian nekat yang kak Rendi lakukan padaku.


Bersambung.....


__ADS_2