Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 100. Keinginan Kabir


__ADS_3

Kabir tidak mungkin menyukai ataupun rela melihat istrinya dihina seperti itu. Raut wajahnya Shinta pucat pasi, peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuhnya itu terutama wajahnya.


Suami mana yang rela dan menyukai jika istrinya dihina dan direndahkan oleh orang di hadapan matanya. Pria manapun pasti akan marah dan tidak menyukai hal tersebut, seperti yang dilakukan oleh Shinta dan gengsnya.


Shinta menjadi wanita simpanan dari salah satu dosen yang cukup terkenal dan memiliki jabatan tinggi di kampus tersebut makanya ia selalu lulus setiap mata kuliah.


"Bagaimana Shinta!? Makanya janganlah sekali-kali mengolok-olok atau merendahkan orang lain jika ternyata kamu lebih rendah dari orang yang kamu hina itu! Kamu kerjakan tugas 50 soal ujian yang ada di halaman 231 aku tunggu paling lambat besok pagi jam 8, bapak mau kamu setor tugas kamu itu sebelum bapak datang!" Tegasnya Kabir.


Kabir melihat jam tangannya yang dipakai di pergelangan tangan kanannya itu, "Untuk yang lain mata kuliah kita hari ini cukup sampai disini dan minggu depan kita berjumpa di perusahaan magang masing-masing assalamualaikum, selamat siang," Kabir menutup pelajaran siang itu dengan cukup dramatis.


Nasib nilai di semester terakhir mata kuliah jurusan manajemen informatika itu ditutup dengan kesan yang sungguh mendalam.


Senja dan ketiga sahabatnya akhirnya bisa bernafas lega. Mereka bisa tersenyum lebar ketika melihat kepergian Pak Kabir tanpa menoleh sedikitpun ke arah mereka semua.


Senja menyentuhkan pipinya ke atas meja, ia menatap nanar kepergian suaminya. Icha dan Zania saling bertatapan satu sama lainnya sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh Senja.


"Ya Allah hari ini cukup menegangkan yah, untungnya kami memiliki teman yang cukup jenius dan pintar sehingga mampu menjawab pertanyaan dari pak Kabir,jika tidak nasib kami akan seperti orang disana!" Sarkasnya Naysila.


"Hehe betul banget, orang yang menghina malah dapat sanksi dan hukuman dari pak Kabir sedangkan perempuan yang dihina malah mendapatkan nilai yang sempurna dijamin diakhir semester nanti, bukannya ini adalah hal yang terbalik tak seindah harapannya," cibir Icha.


Senja segera mengambil hpnya setelah mendengar, jika ponselnya berdering dan pertanda ada pesan singkat masuk ke dalam nomor ponselnya.


"Kita makan bareng di ruanganku aku sangat merindukanmu Istriku,"


Kabir sengaja mengirim pesan chat singkat dalam bahasa Spanyol karena ia tidak ingin ada temannya Senja yang mengetahui hubungan mereka.

__ADS_1


"Sepertinya lapar, gimana kalau kita barengan ke kantin," usulnya Zania Lubis.


"Maafkan saya sepertinya ada buku yang aku harus cari di perpustakaan kampus kalian makan lah lebih duluan saya belum lapar soalnya, aku tunggu kalian di BEM fakultas menunggu pembagian surat tugas penempatan di mana kita akan magang nantinya," ujarnya Senja yang terpaksa berbohong untuk menutupi kenyataan yang ada.


Senja menghela nafasnya dengan cukup keras karena pasti suaminya akan meminta haknya lagi, walau subuh tadi sudah dua ronde. Tapi, Kabir seperti tidak ada capek, puas dan bosannya mengekspansi dan mengeksplorasi potensi yang ada pada Senja yang sudah menjadi candu dan wajib dia lakukan setiap hari.


"Tidak apa-apa kok beb,kamu ke sana saja, kami akan makan bertiga saja, tapi ingat yah bagi jawabannya yah," ucapnya Icha yang sudah meninggalkan Senja yang berdiri menatap kepergian ketiga sahabatnya itu.


Pak Kabir pasti pengen gituan lagi, entah kenapa suamiku kuat banget untuk itu untungnya aku juga sudah sanggup meladeni permainannya. Senja berjalan ke arah belakang gedung kampus, dimana letak perumahan khusus untuk dosen.


Sebelum Senja sampai di tempat itu seperti biasa ia memakai masker wajah padahal tanpa melakukan hal itu, keamanan Senja terjamin tanpa ada yang mengetahui kemana perginya dan apa maksud kedatangannya.


Universitas tempat Senja menuntut ilmu adalah kampus milik mamanya sehingga ia cukup bebas melakukan apapun dan pemegang saham mayoritas adalah mamanya. Tapi baru-baru ini seorang pengusaha muda dari Dubai menanam modalnya di kampus tersebut.


Yaitu pak Danu Triadji pengusaha sukses yang baru balik dari luar negeri dan akan membangun kerajaan bisnisnya di dalam negeri asal negara kelahirannya.


Kata bunda makanan ini paling bagus untuk rahim perempuan dan sangat cocok untuk menyuburkan kandungan.


Ya Allah entah kenapa aku tidak sabar ingin melihat istriku hamil anak pertama kami, sudah hampir dua bulan kami menikah tapi, belum ada tanda-tanda Senja hamil.


Sedangkan teman saya yang baru nikah sebulan lebih duluan aku lah, malah istrinya sudah hamil sedangkan Senja tanda-tanda saja kagak ada.


Apa sebaiknya keinginan aku ini kusampaikan pada Senja istriku jika aku juga ingin memiliki anak bersamanya di kemudian hari.


Kabir tersenyum membayangkan jika suatu saat nanti akan mempunyai anak bayi bersama dengan Senja.

__ADS_1


Ya Allah semoga Senja setuju dengan permintaan aku ini, karena aku ingin hidupku lebih indah dan berwarna jika kami sudah mempunyai keturunan.


Beberapa menit kemudian, lamunannya buyar seketika pintu terbuka lebar. Kepala Senja yang lebih duluan menyembul ke arah dalam. Pintu yang awalnya terbuka lebar, segera ditutup kembali sehingga hanya seluas ukuran kepalanya saja Senja yang terbuka.


Senja mengamati sekitar ruangan, hingga Kabir yang melihat apa yang dilakukan oleh Senja tersenyum kemudian bersembunyi dibalik lemari.


Aku ingin melihat apa yang akan dilakukannya itu, kenapa meski bersikap mengendap-endap seperti seorang maling saja yang ingin mencuri hatiku ehh mencuri uang maksudnya.


Kabir memperhatikan gerak-geriknya Senja sedetail mungkin. Mulai dari raut wajahnya yang waspada terhadap sekitar serta peluh keringat yang bercahaya kemilau terkena sinar lampu membuat Kabir tersenyum smirk melihat kondisi istrinya.


Ya Allah kenapa yang dibawa ikut bereaksi sih, hanya melihat Senja seperti itu sudah membuatnya bangkit dari tidurnya.


Padahal dengan wanita lain yang bahkan memakai pakaian yang sangat seksipun di depan mataku langsung tidak pernah membuatku tergila-gila dan tergoda secuil pun rasa itu tidak ada.


Pak Kabir sepertinya enggak ada di dalam sini, apa dia masih di kantor,kalau begitu aku bisa bebas tidur sebentar saja.


Senja menutup rapat pintu perumahannya Kabir, kemudian berjalan ke arah atas sofa dan menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.


Aku sungguh sangat capek hari ini, aku tidur sebentar saja boleh yah pak Kabir, semoga pak Kabir tidak mengangguku hari ini.


Hanya butuh waktu sepersekian detik saja, kedua matanya Senja terpejam juga. hingga dengkuran halus terdengar dari bibir mungilnya yang merah merona itu tersebut hingga ke telinganya Kabir.


Kabir segera berjalan ke arah Senja yang sudah memejamkan matanya menuju alam mimpi indahnya.


Kabir berlutut di sampingnya Senja ia mengelus wajahnya Senja mengunakan jari jemarinya itu.

__ADS_1


kamu sungguh cantik istriku, bulu mata yang lentik dan hitam, hidungnya mancung bak orang timur tengah dan bibirnya yang merah merona alami bak buah ceri.


Aku sungguh sangat mencintaimu, tapi entah sampai kapan aku harus menunggumu kamu mengatakan dan mengungkapkan perasaanmu padaku.


__ADS_2