Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 232


__ADS_3

Aku harus mengorek informasi tentang Jinan agar aku tau lebih jelas apa yang disukainya dan hal-hal apa saja yang tidak disukainya.


Kaisan memainkan gedjetnya di atas permukaan meja dengan memutar-mutar handphonenya tersebut sembari terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Jihan di depan matanya langsung.


Jihan terkekeh sambil mulai mencicipi disert yang dipilihkan khusus untuknya oleh Kaisan. Wajahnya langsung berubah ceria dan senang setelah mencicipi beberapa potong makanan tersebut yang sedari tadi tersaji di depannya.


Kue itu masih utuh karena sama sekali, belum tersentuh oleh sendok dan garpu, karena keduanya terlalu asyik berbincang-bincang santai dan sesekali nampak tegang dan serius.


Perbincangan mereka semakin memanjang dan melebar kemana-mana hingga keranah yang lebih pribadi dan sensitif Jihan pun jelaskan.

__ADS_1


Mulai dari makanan yang disukai oleh Jinan, warna favoritnya, hingga hal-hal yang paling tidak disukainya itu. Jihan dan Kaizan sesekali tertawa terbahak-bahak dan tersenyum lepas jika ada yang menurut mereka lucu.


Hingga percakapan mereka terhenti karena, sudah masuk waktu shalat ashar. Adzan ashar terdengar dari aplikasi pengingat ponsel keduanya. Kebetulan makanan yang dipesan oleh keduanya pun sudah habis, mereka saling berpamitan dan berpisah karena akan kembali ke rutinitas mereka seperti hari-hari sebelumnya.


"Maafkan aku yah Pak Kai sudah menganggu kenyamanan dan kegiatannya hari ini, aku berharap semoga saja rencana kita berhasil dan berjalan lancar dan sukses seperti harapan kita berdua," ucapnya Jihan.


"Tidak apa-apa kok, malah aku senang karena gara-gara kamu aku akhirnya mengetahui rahasia besar dan kesalahpahaman tidak berlarut-larut. Semoga saja kakakmu bersedia menikah denganku," tukasnya Kaisan.


"Waalaikum salam, hati-hati di jalan. Ingatlah rencana kita ini tidak boleh gagal jika tidak Alief Naufal Azhar tidak akan menikah dengan adiknya Varrel Mahendra yang bernama Asminah. Bahkan aku akan memenjarakan dirinya jika Jinan menolak ku," ancam Kaisan yang tidak main-main.

__ADS_1


Jihan sempat tersentak terkejut mendengar perkataan dari Kaisan calon suaminya sebelum mereka berbicara.


"Aku pastikan besok kalian akan bertunangan dan bulan depan aku jamin kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri," tekadnya Jihan yang berjanji pada calon suaminya Jinan kakak keduanya.


Jihan segera menyambar ponsel, handbag dan kunci mobilnya itu yang tergeletak di atas meja yang mereka pilih. Jihan melenggang pergi meninggalkan Kaisan yang masih terduduk sambil tersenyum penuh arti.


Dia segera memberikan kode kepada anak buahnya yang sedari tadi bersembunyi sambil memperhatikan apa yang mereka kerjakan.


Sang asisten pribadi segera berjalan tergesa-gesa ke arahnya. Yaitu Varel Mahendra Cowell sudah berdiri dekatnya dimana dia duduk sambil terus memperhatikan punggung perempuan berhijab itu meninggalkan area lokasi kafe X di jalan XX.

__ADS_1


"Ada apa Tuan Muda? Siap menerima perintah," balasnya Varel.


"Kamu cari tahu gadis yang bernama Jinan Ranya Triadji dan juga Gamal Audrey Jun . Apapun yang mereka lakukan dalam lima tahun terakhir. Aku ingin dua jam dari sekarang info mereka sudah aku baca! Ingat seperti biasa aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun!" gertak Kaisan dengan seringai liciknya Kaisan muncul di sudut bibirnya itu.


__ADS_2