Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab.99. Kehebohan


__ADS_3

Senja yang mendengar perkataan dari Zania sahabatnya itu spontan menutupi bagian dadanya itu dengan hijabnya.


"Nanti kita lanjutkan pembahasan ini, dosen ganteng kita sudah datang soalnya," lirihnya Zania.


Icha, Zania, Senja, Naysila kembali duduk di kursi masing-masing. Tatapan matanya Senja cukup tajam menatap pelaku utama dari perubahan bentuk ukuran size dadanya itu.


Kabir hanya menatap sekilas ke arah salah satu mahasiswinya yang menjadi istri sekaligus teman tidurnya setiap malamnya.


Perempuan yang selalu membuatnya kehilangan kontrol jika hanya mereka berdua saja. Perempuan yang selalu membuatnya tergila-gila dan ingin menerkam di manapun mereka berada.


Istrinya sekarang adalah candunya yang terkadang membuatnya tidak bisa berlama-lama di luar terpisah dari istrinya itu.


"Masya Allah kenapa Pak Kabir Kasyafani Sanders semakin ganteng yah, auranya semakin terpancar seperti aura… hem lupa auranya begitu kental dan menggigit," ucapnya Icha.


"Aura seperti pengantin baru kan? Itu yang ingin kamu katakan," tebaknya Naysila.


Percakapan ketiga sahabatnya membuat Senja tidak fokus dengan pelajaran mata kuliah yang dijelaskan oleh suaminya sendiri.


Ya Allah kalau mereka mengetahui jika pelaku dari yang membuatku seperti ini adalah suamiku sendiri, pasti mereka akan terkejut setengah mati dan akan heboh makanya aku rahasiakan sementara pernikahan kami ini.


Kabir menjelaskan mata kuliahnya dengan sangat baik dan terperinci. Tetapi hampir keseluruhan mahasiswa perempuannya itu, bukannya memperhatikan apa yang dikatakan oleh Kabir, melainkan wajah rupawan dan penampilan perfek dari dosen terganteng di kampus tersebut.


Zania mendekatkan kepalanya ke arah Senja yang sedang menulis beberapa hal penting mengenai apa yang dijelaskan oleh suaminya di depan kelas.


"Sen, kalau diperhatikan bentuk tubuhnya pak Kabir aku yakin sangat bagus, bodynya pasti sispack dan putih mulus, pak Kabir pakai baju kemejanya sudah kelihatan gantengnya apalagi kalau setengah te laaang Jan, pasti semakin menggoda iman kaum hawa," bisiknya Zania yang sama sekali tidak memperhatikan apa yang dibicarakan oleh Kabir.


Senja kaget dan tidak berdaya mendengar perkataan dari Zania langsung, ia hanya tersenyum simpul sambil terus mencatat hal-hal penting dan inti dari apa yang dijelaskan oleh Kabir.


"Lihatlah bokongnya yang sungguh montok, aku yakin jika hanya memakai boxer saja pasti semakin hot dosen satu kita ini," pujinya Icha.


"Ternyata kamu diam-diam memperhatikan bentuk tubuhnya pak Kabir," Naysila terkekeh mendengar perkataan dari kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Apa yang dilakukan oleh Senja dan temannya itu dilihat langsung oleh Kabir dan tanpa ragu segera melemparkan pertanyaan ke arah Senja langsung.


"Senja Starla Airen Zain, jelaskan apa yang barusan bapak katak!" Perintahnya Kabir dengan suara yang cukup membahana dan melengking tinggi di dalam ruangan itu.


Senja spontan menolehkan kepalanya ke arah pak Kabir. Semua pasang mata tertuju pada Senja seorang.


"Kalau menurut kamu Sen,apa yang kamu bisa lihat dari pak Kabir?" Tanyanya Icha yang mampu mengalihkan perhatiannya Senja ke arahnya Icha.


"Seksi!" Jawabnya reflek Senja yang pertanyaannya bersamaan dengan apa yang diucapkan oleh Icha.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Senja itu. Icha, Zania dan Naysila pun ikut tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapannya Senja yang spontanitas menjawab pertanyaan dari Icha berbarengan dengan pertanyaan dari Kabir.


"Ya Allah Senja tenyata diam-diam memperhatikan pak Kabir sepertinya, hahah"


Suasana menjadi gaduh seketika, Senja langsung menundukkan kepalanya saking malunya dengan ucapannya sendiri.


"Icha ini gara-gara pertanyaan konyol kamu sehingga Senja menjawab pertanyaan pak Kabir dengan aneh," cicitnya Naysila yang menutup mulutnya yang tidak kuasa menahan tawanya itu yang meledak mendengar perkataan dari Senja.


"Jangan-jangan Senja sudah pernah melihat Pak Kabir tanpa sehelai benangpun, secara dia kan asisten pribadinya Pak Kabir, iya gak sih!?" Cibirnya Shinta yang memang tidak menyukai Senja mahasiswa favorit para dosen.


"Yoi apa yang kamu katakan mungkin ada benarnya," cercanya Mika.


Kedua perempuan itu tidak menyukai genknya Senja terutama Senja yang terkadang mendapat perhatian khusus dari Kabir.


Bugh..


Brak..


Zania menepuk mejanya itu dengan sekuatnya karena muak mendengar ocehan dan omelan tak bermutu yang bernada menghina, cibiran dari beberapa orang teman kelasnya.


Zania reflek berdiri, "Diam! Kalian ini tidak tahu masalah langsung saja nyeletuk seperti kompor gas yang bocor saja, apa kalian tidak sadar dengan apa yang kalian katakan ha!!" Bentaknya Zania.

__ADS_1


Kabir berjalan ke arah depan mejanya sambil menyandarkan tubuhnya ke arah meja. Dia ingin melihat reaksinya Senja dan ketiga sahabatnya itu.


"Stop!! Senja itu bukannya menjawab pertanyaan dari Pak Kabir tapi, saya lah yang bertanya sesuatu pada Senja, jadi kalian tidak perlu buang-buang waktu untuk salah paham," ketusnya Icha.


"Hahaha algojonya Senja muncul nih, mereka sepertinya kepanasan, ngaku saja kalau Senja nggak fokus mendengarkan materi yang disampaikan oleh pak Kabir dan pikirannya tertuju pada hal-hal negatif saja," sarkasnya Mika.


Senja bukannya takut hanya saja ia malu karena memang menilai suaminya dengan perkataan seperti itu yang seharusnya suaranya dikecilkan, tapi malah menjadi bahan ocehan dan olok-olok teman sekelasnya.


"Kalau memang Senja fokus pada pelajaran coba jelaskan apa yang dikatakan oleh Pak Kabir barusan," perintahnya Sinta.


"Bagaimana Senja apa kamu bisa menjawab pertanyaan dari bapak?" Tanyanya Kabir yang segera mengambil alih karena suasana sudah tidak kondusif dan aman terkendali.Senja mendongakkan kepalanya ke arah dosen yang terkenal angkuh, dingin, irit bicara, killer dan kejam memberikan nilai.


Senja takut atau tidak mampu membalas, hanya saja memang ucapannya dan jawabannya yang cukup ambigu membuat orang-orang berfikiran negatif terhadapnya.


Senja segera berdiri dari kursi tempat duduknya itu, Senja pun menjelaskan secara detail apa yang dikatakan oleh Kabir suaminya.


Untungnya semalam dia dan suaminya belajar mengenai mata kuliah hari ini. Sehingga Senja sudah memiliki persiapan lebih untuk menghadapi mata pelajaran yang dibawakan oleh suaminya itu.


Senja menatap intens ke arah Shinta dan Mika sebelun melirik sekilas ke arah suaminya itu, "Bagaimana pak Kabir apa jawabannya masih kuran?"


"Shinta coba jelaskan kembali apa yang barusan dikatakannya!" Perintahnya Kabir.


Shinta dan Mika saling bertatapan satu sama lainnya dan panik serta gugup karena tidak menyangka jika dia mendapatkan pertanyaan dan disuruh menjelaskan secara rinci seperti penjelasan dari Senja.


"Shinta jika kamu bisa menjelaskan kembali secara detail jawaban yang diucapkan oleh Senja kamu akan ikuti jejaknya Senja tidak perlu repot-repot untuk mengikuti ujian semester bulan depan," imbuhnya Kabir.


Shinta raut wajahnya mulai cemas, panik, takut dan intinya ia sama sekali tidak mengetahui apa yang dikatakan oleh Senja. Karena selama ini ia mendapatkan nilai yang cukup tinggi dan bagus karena menjadi sugar Daddy seorang oknum dosen.


Shinta menjadi wanita simpanan dari salah satu dosen yang cukup terkenal dan memiliki jabatan tinggi di kampus tersebut makanya ia selalu lulus setiap mata kuliah.


"Bagaimana Shinta!? Makanya janganlah sekali-kali mengolok-olok atau merendahkan orang lain jika ternyata kamu lebih rendah dari orang yang kamu hina itu! Kamu kerjakan tugas 50 soal ujian yang ada di halaman 231 aku tunggu paling lambat besok pagi jam 8, bapak mau kamu setor tugas kamu itu sebelum bapak datang!" Tegasnya Kabir.

__ADS_1


__ADS_2