
"Kalau menurut Dady itu ide yang sangat bagus Nak, Uncle kecilmu menikah juga agar kebahagiaan berkali-kali lipat kita rasakan esok harinya," ucapnya Kabir yang mengusulkan kepada semua orang yang hadir.
Senja berjalan ke arah Ocean adik bungsunya itu"Bang Kabir apa sebaiknya kita tanyakan kepada keduanya terlebih dahulu apakah sudah siap atau belum untuk menikah, jangan cepat ambil keputusan," tukasnya Senja.
"Mommy, apa moms ingin uncle Oce itu berbuat seperti Alif terlebih dahulu sebelum menikah setelah Giska hamil barulah dinikahkan!" Ketusnya Jihan.
Senja menatap intens ke arah anak bungsunya itu, ya Allah apa yang terjadi pada anakku Jihan, kenapa aku perhatikan sepertinya memendam kemarahan dan melampiaskan kemarahannya pada masalah Ocean?
"Apa yang dikatakan oleh Jihan benar adanya, masalah seperti ini kita tidak boleh terlalu lembek dan menganggap enteng. Jangan biarkan kesalahan seperti yang dilakukan oleh Alief dan anak muda lainnya di luar sana semakin banyak. Kita ini orang timur bagaimana adat istiadat tradisi dan budaya orang Islam." Tutur Kabir.
Guntur Aswin pun ikut menimpali percakapan mereka,"Jadi masalah seperti ini harus tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan aku putuskan besok adalah pertunangan antara Ocean Skala Pratama dengan Giska Inayah setelah ulang tahun ketiga anak-anaknya mas Kabir selesai,"
"Baiklah diputuskan sudah besok akan ada acara besar-besaran mengingat ada tiga bukan malah ada empat acara yang sangat penting pagi akad nikah antara Alif Naufal Azhar dengan Azminah Meidina, kedua ulang tahun Gibran, Jinan dan Jihan serta pertunangan antara Jihan dan Kaisan Al-ayyubi Haitam dan terakhir acaranya Giska dan Oce atau mungkin masih ada yang mau nyusul sekalian kita buka acara besar-besaran hitung-hitung sekali ongkos nih," tuturnya Galang Arfian suaminya Hana.
Jihan menatap ke arah kedua orang tuanya secara bergantian.
Aku ingin berkata jujur di hadapan mereka langsung, jika bukan aku yang akan menikah melainkan kakak Jinan. Tetapi, aku berikan sepenuhnya pada pak Kaisan sajalah biarkan saja dia berbicara besok.
Aku sudah berbicara dengan kak Kau, katanya pihaknya yang akan langsung mengumumkan pertunangan kami. Aku hanya berharap semoga tidak ada yang menentang keputusan kami nantinya.
Semua orang bubar dan masuk ke dalam kamar masing-masing, Jihan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangnya tanpa bersih-bersih terlebih dahulu.
Tubuh, hati,jiwa dan raganya cukup kelelahan dan capek hari ini sehingga tubuhnya tidak memerlukan itu semua.
Aku akan membalas apa yang kamu perbuat padaku Gamaliel Audrey June. Aku yakin besok kamu akan berpura-pura datang ke London atas undangan dari kakek Raka Bumi.
Jihan menutupi wajahnya dengan bantal agar Raisa Andriani tidak mengetahui apa yang sedang terjadi padanya saat ini. Ia juga tidak terlalu bergerak di atas ranjang, takutnya menganggu kenyamanan tidur dari sahabat rasa saudaranya itu.
__ADS_1
Air matanya kembali menetes membasahi pipinya itu, padahal sudah dia tahan sekuat tenaga tapi, dia tidak sanggup untuk membendung kesedihannya saat itu.
Aku akan berpura-pura tidak mengetahui segalanya, tetapi aku akan langsung memberikan semua bukti-bukti yang aku dapatkan
Keesokan harinya, semua orang sudah bangun dan beraktifitas tidak seperti sebelumnya. Karena begitu banyak acara hari ini yang akan mereka kerjakan dalam sehari. Mulai pagi hingga malam acara akan berlangsung di dalam rumah mewah itu.
Jihan yang baru saja bangun dia cukup terlambat sarapan sedangkan yang lainnya sudah selesai dan mengambil tugas masing-masing. Jihan yang berjalan menuruni anak undakan tangga melihat kakaknya yaitu Jinan menyantap santapan makanannya pagi itu.
Sepertinya ini waktu yang tepat untuk berbicara mengenai malam nanti.
Jihan mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut dan keadaan yang cukup aman dan bebas sehingga dia melanjutkan rencananya.
"Sepertinya ada seseorang yang tersenyum gembira," Jihan berucap sebelum mendudukkan tubuhnya ke atas salah satu kursi yang baru didudukinya itu.
Jinan mendongakkan kepalanya ke arah atas kedatangan adik kembarnya.
"Kamu sok tau deh," sangkalnya Jinan yang melanjutkan membuat roti sandwich buatannya sendiri.
Jinan menaruh keju, telur dan terakhir daun seladanya, "Itu tidak perlu karena kak Kaisan sendiri yang akan berbicara berterus terang kepada daddy dan mommy serta kakek nenek," sanggahnya Jinan.
"Alhamdulillaah kalau seperti itu keadaannya, aku senang banget malah dan akhirnya bisa bernafas lega." Ucapnya Jihan yang bersyukur karena satu masalah yang cukup besar telah terselesaikan.
"Ngomong-ngomong apa yang terjadi padamu kemarin, sepertinya kamu ada masalah dan sepertinya kamu lampiaskan pada uncle Oce," tebaknya Jinan sebelum menikmati roti ala Eropa yang dibuatnya itu.
Jihan merebut makanan yang sudah digigit sepotong oleh kakaknya itu tanpa permisi sebelumnya. Jinan membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat kelakuan adiknya itu.
Dengan mulutnya yang penuh makanan,ia hanya tersenyum terkekeh," hehehe pelit Mamat loh, ini masih roti kalau kak Kaisan pasti sudah mencekik leherku," candanya Jihan.
__ADS_1
Jinan segera menginjak punggung kakinya Jihan yang bercandanya menurut Jinan tidak lihat tempat.
"Augh!" Keluhnya Jihan yang menahan rasa sakitnya yang mulutnya masih penuh makanan.
Tawa mereka terhenti ketika kakek dan opanya menghampiri keduanya yang masih bercanda di dalam dapur itu.
"Hemph, kedua cucu tercantikku sepertinya sedang bahagia nih," tebaknya Pak Septa Danu Triadji.
"Iya benar sekali Bang, mereka sungguh cucu-cucu kita yang tercantik dan terbaik yang kita miliki," sahutnya Pak Abbas.
Jihan berjalan ke arah kakeknya Pak Abbas sedangkan Jinan sudah memeluk tubuhnya Pak Septa.
"Kakek dan opa memang bisa banget memujinya, padahal memang kenyataannya seperti itu memang adanya," gurauannya Jinan.
"Iya nih,kalau Opa ngomong seperti ini ada maksud tersembunyi dibalik semua ini," tebak Jihan.
Pak Abbas mengecup puncak hijabnya Jihan," karena kalian sudah paham betul ada niat kami, kalau gitu kita duduk sambil ngopi mungkin untuk membicarakan maksudnya Opa,"
Jihan segera berjalan ke arah kompor listrik untuk membuat kopi hangat dua cangkir seperti biasa yang dibuatnya khusus untuk kakek dan opanya itu.
"Okey, itu masalah gampang. Silahkan kalian bertiga berbicara karena aku yakin kalian perlunya dengan kak Jinan urusan denganku masalah belakangan," Jihan berucap sembari mengambil beberapa cangkir kopi setelah menaikkan teko ke atas kompor yang sudah diisi air putih biasa sebelumnya.
Ketiganya pun duduk saling berhadapan di depan meja makan, pak Septa pun mulai membuka percakapan mereka. Jinan dan Jihan terkejut mendengar perkataan dari kedua orang tua yang dihormati dan dipandang dalam keluarga besar mereka.
"Jadi kakek dan opa sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi?" Tanyanya Jinan yang spontan bangkit dari duduknya itu.
Keduanya menganggukkan kepalanya itu," Opa ingin melihat kalian bahagia makanya opa bertindak setelah mencurigai Jihan yang bergerak gerik aneh sehingga anak buahnya Opa mengikuti kemanapun perginya Jihan dan kami bersyukur karena Jihan tidak mencurigai apa yang Opa lakukan," Pak Septa memegangi punggung tangan cucunya itu dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Pak Abbas ikut menambahkan perkataan mantan suami Istrinya itu,"sehingga hari ini yang akan brtunangan dengan Kaisan Alayyubi Haitam adalah Jinan Ranya Triadji semua orang sudah mengetahuinya dan pihak kedua orang tuanya Kaisan dan segenap anggota keluarganya pun tidak keberatan dan tak mempermasalahkannya," ungkapnya Pak Septa dengan panjang lebar.
"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa terbebas dari pertunangan kami yang tidak pernah aku inginkan," imbuhnya Jihan.