
"Masya Allah kedua pasutri ini kembali mempertontonkan adegan kemesraan dan kebucinan kalian lagi, sejujurnya kami sangat bahagia semoga saja Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kedua pasangan ini, sweet banget malah," pujinya Fajri Bachan yang baru saja ikut menimpali percakapan mereka.
Senja dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan dari Hakim Rahman jika dia tidak bisa bertanggung jawab sepenuhnya pada kehamilannya Icha Khaerunnisa.
Dia bertanggung jawab hanya selama kehamilannya hingga anaknya dewasa nanti dan kedua dia juga bisa menikahi Ica dengan cara menikah siri saja.
"Maaf mungkin kedengarannya aku terlalu egois sehingga hanya bisa memberikan solusi seperti itu pada Icha dan saya berharap agar kalian bisa mengerti dengan pilihanku ini, kalau Ica tidak keberatan saya ingin menikahinya besok pagi," ujarnya Hakim.
Senja hendak mengeluarkan perkataan tajamnya tapi, segera dicegah oleh Kabir suaminya dengan segera menggelengkan kepalanya seraya memegangi punggung tangannya Senja.
"Apa hanya menikah siri saja!! Astaughfirullahaladzim kalau begitu itu tetap saja Icha tidak akan mendapat legalitas hukum kedepannya jika kelak anaknya mau masuk sekolah gimana, Icha tidak mungkin mendapatkan akte lahir untuk anaknya tanpa buku nikah," kesalnya Zania Mirzani.
"Kalau kedua orang tuanya icah di kampung di Makassar mengetahui anak semata wayangnya dinikahi seperti ini, mereka pasti akan komplen mendengar nasib anak tunggalnya semiris ini," cercanya Naysila lagi.
Icha menghela nafasnya dengan cukup berat sebelum bersuara untuk mengeluarkan pendapatnya itu, "Aku bersedia menikah dengan mas Hakim Rahman untuk sementara secara agama saja, walaupun tidak terdaftar di kantor urusan agama setempat, tapi setidaknya kedekatan kami tidak akan menimbulkan dosa lagi,anakku juga bakal lahir dalam keadaan kedua orang tuanya sudah resmi dan sah menjadi suami istri, bagiku itu sudah cukup," terangnya Icha dengan berat hati.
Senja tidak bisa berucap sepatah katapun lagi karena Ica sudah menyampaikan keinginannya itu di depan ke tujuh orang tersebut.
Senja hanya prihatin melihat kondisi dari nasib percintaan temannya itu,"Kalau itu sudah jadi keputusan kamu, kami sebagai sahabatmu hanya bisa mendukung apapun jalan hidup yang kamu pilih, karena kami yakin baik buruknya sudah kamu pertimbangkan, dan aku harap untuk Nay dan Zan menerima kenyataan dengan lapang dada akan keputusan dan Ica sendiri," tuturnya Senja.
__ADS_1
"Tapi Sen, gimana dengan kelurga besarnya Ica yang di Sulawesi Selatan aku yakin Om dan Tante di sana akan keberatan dengan pilihannya Ica," tampiknya Naysila Hermasyah yang sangat tidak setuju dan menolak mentah-mentah keputusan Ica.
"Benar banget yang dikatakan oleh Naysilla, saya juga tidak setuju dan sepaham dengan keputusanmu Icha, pikirkan baik-baik sebelum menerima pilihan dari pria itu! Apa kamu mau terus nantinya disebut dan dicap pelakor atau orang ketiga di dalam rumah tangga suamimu ha!! Jangan gegabah seperti ini masa depan kamu masih panjang, kalau aku diposisi kau lebih baik kamu menerima lamarannya Yudhistira dari pada menjadi istri siri pria pengecut dan cemen seperti dia!!" Kesalnya Zania Mirzani seraya menunjuk ke arah Hakim Rahman.
Hakim yang mendengar perkataan dari Zania terkejut,dia tidak habis pikir ternyata perempuan yang dicintainya sudah dibidik pria lain. Bahkan pria itu akan bersedia menikahi Ica dalam keadaan apapun walaupun sedang hamil dari anak Pria lain.
Senja tersenyum smirk ketika melihat kepanikan, ketakutan kecemasan serta rasa cemburunya menggerogoti tubuh dan pikirannya itu. Senja akan memanfaatkan sisi lemahnya Hakim untuk memanas-manasi keadaan hatinya Hakim.
Senja seolah baru saja menemukan solusi yang paling terbaik dalam menghadapi permasalahannya Ica dengan Hakim. Fajri Bachan dan Ardian Putra hanya menyantap makanannya tanpa peduli terhadap perbincangan serius dari mereka semua yang duduk satu meja dengannya.
Senja mulai berakting sempurna, raut wajahnya menandakan betapa bersyukurnya karena telah berhasil menemukan jalan keluar untuk temannya itu.
"Iya juga sih, kalau menurut aku yah Yudis itu cowok yang baik, karir dan masa depannya terbilang bagus dan cemerlang, apalagi masih muda, perempuan mana sanggup menolak mentah-mentah pesonanya Yudis, andaikan saya saya masih singel sudah lama aku gaet itu pria paling ganteng menurut aku yah, Ica gak bakalan rugi deh mendapatkan Yudis," ucapnya Senja sembari menyentuh kakinya Kabir, Naysila dan Zania bergantian.
Kabir dan kedua temannya menolehkan kepalanya ke arah Senja sedangkan yang ditatap malah mengerlingkan kedipan matanya yang syarat penuh arti itu.
"Kalau Yudi tidak setuju dengan permintaan kita ini, aku masih ada calon kandidat pria yang sungguh tampan, ganteng dan masa depannya cerah banget aku bisa mencari pegawai di perusahaanku, Ica tinggal ngomong setuju atau tidak," Kabir berkata seperti itu melihat ke arah Hakim yang mulai nampak kelihatan gelisah.
"Icha apa kamu sudah memutuskan dengan benar dan tidak ingin bakal menyesal dengan pilihan yang kamu pilih ini?" Tanyanya lagi Senja.
__ADS_1
Icha menatap satu persatu sahabatnya itu," memang mereka lebih ganteng dan lebih baik dari mas Hakim, tapi hatiku hanya mencintainya dan hidupku sudah memutuskan untuk hidup dengan pria yang bernama Hakim Rahman Prasetya bukan pria manapun di dunia ini," jelasnya Ica yang kembali sesegukan dalam pelukannya Naysila.
"Kalau aku lebih baik menikah dengan pria yang benar-benar mencintaimu daripada harus menikah dengan pria yang tidak mungkin bisa menjadikan kamu satu-satunya ratu dalam hidupnya," imbuh Zania.
Ini anak kita sedang perjuangkan cintanya untuk bersatu dengan Hakim malah bersikap lembek dan mau saja dinikahi seperti itu.
Kalau gini jadi kesal kan, tapi aku akan terus menghasut Hakim untuk segera mengungkapkan perasaannya. Biarlah dia terus memendam perasaannya, tapi aku akan terus berusaha untuk membuat kamu mengakui jika kamu sangat mencintai Icha dan aku berjanji akan membuat kamu menentang keputusan kami semua.
Senja tersenyum penuh arti melihat sikapnya Hakim yang sudah gelisah dan mulai kebingungan.
Ya Allah aku tidak mungkin bisa melihat wanita yang aku cintai menjadi istri dari pria lain, tapi aku juga tidak mungkin menentang dan melawan keputusannya kedua orang tuaku.
Ya Allah ya Tuhanku berikanlah aku petunjuk dan solusi yang terbaik dari masalah rumit ini. Aku benar-benar dilema yah Allah yah Robbi ya Rohman ya Rohim.
Semua orang kembali terdiam sesaat sebelum mengeluarkan statement menentang dan menyanggah semua ucapannya ketiga perempuan yang ada.
Hakim mengepalkan kepalan tangannya yang sudah tidak tahan dengan olok-olok dan hasutan dari ketiga temannya Icha.
"Stop!! Saya tidak akan pernah sudi untuk mengijinkan Icha menikah dengan pria manapun dan siapapun di dunia ini, karena hanya aku orang yang berhak menikahinya!"tegasnya Hakim dengan sorot matanya yang tajam dengan aura kemarahannya yang sudah membuncah dan tak terkendali.
__ADS_1
"Hahaha!! Akhirnya kamu jujur juga aku kira kamu itu hanya mencicipi mahkotanya Icha hanya karena tidak sengaja dan dorongan dari pengaruh minuman keras saja, tapi alhamdulilah buktinya kamu ternyata mencintai Icha teman kami," sahutnya Senja Starla Airen.
Fajri menepuk pundaknya Hakim,"Sobat berbicaralah dengan kedua orang tuamu dan katakan yang sejujurnya, dan kamu juga perlu mengajak calon istrimu untuk bertemu dan berbincang-bincang untuk menyampaikan apa yang sebenarnya kamu inginkan, saya berharap ada mukjizat di tengah-tengah oase dahaga kemelut di tengah masalahmu ini," usulnya Fajri yang tidak berhenti mencicipi satu persatu kudapan makanan yang tersaji di atas meja makan.