
Asriel menatap secara bergantian ke arah kedua sepupunya itu yaitu Jihan dengan Alif.
"apa yang terjadi kak Varel, kenapa... Kak Alief," ucapnya seorang perempuan muda yang baru saja keluar dari dalam mobil setelah Pria yang dikenal oleh Jihan.
Alif semakin pucat ketika menyadari siapa perempuan cantik yang barusan turun.
"Asmina Meidiana," Alif bertambah ketakutan.
"Apa hubungannya dengan pemilik mobil?"
"Sepertinya kalian sudah saling kenal, berarti urusan tabrakan ini bisa atur damai saja." Ucapnya Asriel.
Ya Allah pria ini begitu berkarisma, aku sungguh terpesona melihat senyumannya.
Raisa Andriana terus memandangi asisten pribadinya Kaisan.
Varrel pun diam-diam memperhatikan gerak geriknya Raysa, apa yang dialami oleh Raysa sama halnya dengan apa yang dialami oleh Varrel.
"Tidak masalah sebenarnya bagiku Pak, hanya saja, saya harus bertanya kepada sang pemilik mobil ini yang kebetulan sudah berdiri di tengah-tengah kita," imbuhnya Varrel yang sesekali mengusap wajahnya yang terkena cipratan air hujan dari ujung payungnya.
Ya Allah semoga saja Asminah Meidina tidak mengatakan apapun kepada mereka, tentang hubungan kami dan terutama kehamilannya.
Jika, ketahuan dengan kedua orang tuaku. Bisa-bisa aku disunnat dua kali atau paling parahnya bunda Icha akan mengusir aku tanpa memberikan uang sepeserpun.
"Hemph, mungkin sebaiknya kita cari tempat yang lebih aman dan teduh. Tidak nyaman dan sopan kalau berbicara terus di bawah guyuran air hujan," usulnya Jihan yang sudah menggigil kedinginan.
Varel Mahenza Cowel melirik ke arah atasannya itu sedangkan Kaisan Al-ayyubi Haitam hanya menganggukkan kepalanya tanpa berucap sepatah katapun.
Sebenarnya aku ingin mencari nomor ponselnya Jihan,tapi berhubung karena kami sudah bertemu yah manfaatkan saja keadaan.
Walau untuk mendapatkan nomor ponselnya itu sangat mudah, tapi aku tidak ingin mendapatkannya secara instan.
Takutnya Jihan salah paham dan menuduhku yang tidak-tidak lagi. Bagusnya kalau pendekatan yang nantinya aku lakukan terkesan lebih alami saja.
"Oke itu ide yang tidak buruk," timpalnya Kai.
Semua orang meninggalkan lokasi tempat kejadian perkara,Asriel masih dalam mode yang sama yaitu memperhatikan dengan seksama kedua sepupunya dan dua orang yang baru ditemuinya itu.
__ADS_1
Kenapa aku perhatikan sepertinya Alif ketakutan setelah perempuan yang bernama Azmina Meidiana muncul. Sedangkan pria yang ketabrak mobilnya sangat santai dan wajahnya berseri-seri ketika berbicara dengan Jihan.
Tetapi jika dengan orang lain aku perhatikan akan kembali ke mode irit bicara dan terkesan cuek. Sedangkan Raisa ya Allah… apa yang terjadi padanya selalu saja berusaha untuk mencari perhatian di hadapan pria yang disapa Varrel ini.
Entah apa yang terjadi kepada ke enam orang ini. Hem reader patut ditunggu kelanjutan kisah mereka.
Semua orang sudah duduk di dalam sebuah kafe yang letaknya kebetulan tidak berjauhan dengan mobil keduanya.
"Ada satu syarat yang bisa aku ajukan kepada kalian semua sebagai ganti rugi kerusakan mobilku, tapi jika kalian menolak mentah-mentah penawaranku itu jangan harap kalian bisa bebas dari jeratan hukum," ancamnya Kai.
Raisa, Alif Naufal, Asriel dan Jihan saling berpandangan satu sama lainnya.
"Mak-sudnya a-pa Pak? Katanya tadi mau atur damai,kalau seperti ini bukannya Anda sudah dalam bentuk pengancaman!" Tampiknya Alif yang gagap dan terbata dalam berbicara.
"Iya betul sekali,bos kami akan atur damai asalkan kalian setuju memenuhi permintaan dariku," ucapnya Varel.
"Baiklah saya setuju akan memenuhi syarat yang Anda ajukan, asalkan sepupuku bisa terbebas dari hukuman dan tidak akan dijobloskan ke dalam penjara," sahutnya Jihan.
"Tapi, Ji gimana kalau mereka meminta hal yang tidak masuk akal atau aneh-aneh, apa kamu sanggup untuk mengiyakan permintaan mereka!" Cegahnya Asriel yang tidak mau gara-gara Alif Naufal yang tidak fokus mengemudikan mobilnya sehingga yang lainnya harus menanggung akibatnya.
Asriel sengaja menyanggah perkataannya Jihan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Jihan tersenyum manis semanis madu tanpa pemanis buatan itu.
"Ini baru bagus, aku suka gadis yang rela berkorban demi saudara-saudarinya." Ucap Kaisan dengan senyuman misteriusnya.
"Baiklah katakan saja apa yang Pak Kai inginkan dari kami, insha Allah aku akan memenuhi tanggung jawab ini apapun itu, asalkan saudaraku bisa bebas," Tuturnya Jihan dengan penuh percaya diri.
"Tapi, Jih apa kamu tidak berfikir baik dan matang sebelum mengiyakan keinginan mereka terlebih dahulu," cegah Alief yang berusaha untuk mencegah Jihan berbuat nekat.
"Apa kamu ingin di penjara! Kalau kamu di penjara itu sama saja mempertaruhkan masa depan kamu! Ini London Inggris bukan Jakarta Indonesia Alif. Kalian tidak perlu mencemaskan keadaanku insya Allah semuanya akan baik-baik saja," tegasnya Jihan penuh keyakinan.
Aku suka gadis pemberani seperti dia. Memang paling pantas jadi calon istriku.
Akhirnya aku dapatkan kandidat pendamping hidupku sesuai kriteria dari Nenek.
"Baiklah katakan pada kami apa yang ingin Anda tawarkan sebagai ganti rugi dari kerusakan mobilnya Anda Pak?" Tanyanya Raisa Andriana yang tidak menyangka mereka akan berada dalam situasi genting seperti ini.
Varel, Azmina dan yang lainnya menatap intens ke arah Kaisan pria yang duduk dengan santainya tanpa terpengaruh oleh perdebatan keempat orang itu.
__ADS_1
"Saya ingin kamu menjadi istriku," ucapnya Kai sambil menunjuk ke arah Jihan.
Semua spontan mengarahkan tatapannya ke arah Jihan yang mereka cukup terkejut mendengar perkataan dari pria yang lebih dewasa dari mereka semua.
"Me-ni-kah! Astaughfirullahaladzim sadar woi, apa Anda kira pernikahan itu adalah permainan! Pernikahan itu adalah penyatuan dua kehidupan yang berbeda dalam suatu hubungan rumah tangga," ketusnya Asriel.
"Terserah kalian saja, apa Jihan Yuanna Ulli setuju menikah denganku atau Kamu Alif Naufal Rahman aku penjarakan!" Tuturnya Kai dengan cukup santai.
Semua orang terkejut mendengar perkataan dari Kaisan tersebut dan tidak menyangka bakal menemui kejadian seperti ini. Lamaran paksaan dengan menukar kebebasan Alif dengan ikatan pernikahan.
Jihan tidak menduga jika dia harus menikah dalam keadaan seperti ini. Padahal dia ingin menikahi pria yang benar-benar tulus menerima keadaannya dan mencintainya sepenuh hatinya jiwa dan raganya.
Alif mengusap wajahnya dengan gusar dan membuang nafasnya dengan cukup kasar.
"Ini semua salahku yang tidak fokus mengendarai mobil, maafkan aku Jih," keluhnya Alief penuh penyesalan.
Jihan menghela nafasnya dengan pelan dan memantapkan hatinya itu untuk mengatakan setuju dengan permintaan dari Kaisan.
"Bismillahirrahmanirrahim, baiklah aku bersedia menikah denganmu, tapi aku tidak ingin ada kontak fisik dan hubungan intim seperti pasangan suami lainnya sebelum aku menyelesaikan studiku di sini, aku tidak ingin cepat hamil. Aku ingin meraih gelar sarjanaku dan menggapai impianku terlebih dahulu, kalau Anda setuju dengan persyaratanku, kita akan menikah bulan ini juga," ungkapnya Jihan.
Jihan menenggak minumannya panasnya siang hari yang masih diguyur hujan lebat kala itu.
Jihan berusaha untuk tersenyum simpul melihat satu persatu saudaranya itu, "Tapi, aku meminta kepada kalian semua untuk merahasiakan tentang perjanjian dan kesepakatan kami ini, hanya kalian yang mengetahuinya. Jika kelak ada yang bertanya katakan saja aku dengan Pak Kaisan saling mencintai," pintanya Jihan.
Apa yang dikatakan oleh Jihan cukup mengejutkan ke enam orang yang kebetulan hadir di sana.
"Kenapa kamu meski berkorban demi Aku Jihan! Bagaimana kalau Oma Hanin dan Kakek Septa mengetahui semua ini, pasti akan berabe dan berujung dengan kekacauan," Asril masih berusaha untuk membujuk dan mencegah Jihan menyetujui lamaran paksaan dari Kaisan pria yang sama sekali tidak diketahui identitasnya pribadinya itu.
"Tanpa melihat ke arah asisten pribadinya itu Kai berucap sambil memainkan gedjetnya yang layar ponselnya itu tertera data diri tentang Jihan.
"Varel besok kita akan berangkat ke rumahnya Tuan Besar Raka Bumi Nasution dan Nyonya Saskia Shopiah untuk melamar dan mempersunting Jihan dengan tradisi dan adat istiadat budaya dan kebiasaan orang asli Indonesia," perintahnya Kaisan.
Untung saja hubunganku dengan Azmina Meidina tidak terekspos ke luar hingga aku masih aman.
"Alief Naufal Rahman kamu harus bertanggung jawab atas perbuatannya kamu yang telah menghamili adiknya Varel yaitu Asmina Meidina jika tidak aku akan bertindak kejam padamu," ancam Kai.
"Apa menghamili wanita yang bernama Asmina Meidina," beonya Asriel.
__ADS_1
Alif terjingkak dari posisi duduknya saking terkejutnya mendengar perkataan itu. Ia tidak berfikir sebelumnya dan percaya jika rahasianya akhirnya terbongkar sudah.