
Guntur menyematkan sebuah cincin bertahtakan berlian kecil di tengahnya berwarna merah di dalam jarinya Jingga.
"Kalau gitu kita berangkat yah," pinta Aliah.
Semuanya keenam pasangan itu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi masing-masing sesuai dengan yang sudah diatur sedemikian rupa oleh Leo Carlando Zain Pratama.
Senja menatap intens papanya, Kenapa papa seperti bertingkah aneh, mulai dari pesan dan nasehatnya seperti orang yang tidak akan balik lagi. Sekarang malah memerintah dua CEO muda berkuasa di tanah air seperti anaknya sendiri yang hanya anak mantu dan satunya masih berstatus calon suami.
Kabir menatap intens ke arah istrinya itu sambil memasang seat belt ketubuhnya sendiri.
"Sayang kamu baik-baik saja kan? Tanyanya Kabir yang melihat istrinya terdiam tapi tatapan matanya terus tertuju pada papanya.
Senja menolehkan kepalanya ke arah suaminya itu," eh a-nu a-ku hanya pusing sedikit bang, mungkin efek tadi pagi," kilahnya Senja yang berbohong.
Kebohongan Senja jelas terlihat dimatanya Kabir karena kenapa mengeluh sakit kepala, tapi Senja memegangi perutnya itu.
Kamu pasti memikirkan permintaan papamu, karena kamu tidak pernah melihat hal aneh yang dilakukan oleh Om Leo.
Kabir hanya mengelus puncak hijabnya Senja dengan penuh kelembutan," kalau kamu sakit atau pusing kamu rebahkan saja kepalamu ke headboard jok mobil, kamu tidur juga enggak apa-apa kok," imbuhnya Kabir.
Senja hanya tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari suaminya itu.
"Nak Senja kamu pusing putrinya Papa, jangan-jangan kamu akan segera memberikan kami cucu," ucapnya Pak Leo penuh kegembiraan.
"Amin ya rabbal alamin Papa,doakan saja semoga istriku ini segera hamil dan kalian secepatnya bisa menimang cucu kalian," tuturnya Kabir.
__ADS_1
"Amin ya rabbal alamin semoga saja Nak, jujur saja Mama sangat tidak sabar melihat Senja hamil anakmu Nak, Mama akan berdoa dan meminta hal itu ditanah suci Mekah, katanya doa akan cepat diijabah dan dikabulkan oleh Allah SWT," tuturnya Alia yang menatap ke arah putrinya itu.
"Semoga papa bisa menggendong bayi mungil kalian nak, itu harapan terakhir Papa selama masa tuanya papa," tukasnya Leo lagi.
Gimana caranya saya hamil jika saya konsumsi obat pencegah kehamilan. Aku belum siap punya anak Papa, aku masih takut gimana jika Kabir seperti ayah yang berselingkuh dengan perempuan lain dan meninggalkanku demi perempuan lain selama kami menikah dan berstatus suami istri.
Ya Allah semoga saja Senja tidak punya kesempatan lagi untuk membeli pil kb yang seperti diminumnya sebelumnya, tapi ngomong-ngomong kenapa Senja tidak bertanya kepadaku mengenai obat penunda hamil itu?
Sedangkan Jingga dan Guntur di belakang, duduk saling berjauhan dan menjaga jarak mereka berdua. Bahkan Jingga seperti enggan untuk bersentuhan langsung dengan kulitnya Guntur Pria yang baru berstatus calon suami itu.
"Bi Sumi kami pergi dulu yah, tolong rumahnya dijaga baik-baik yah, ingat tidak boleh ada celokan listrik terpasang jika tidak diperlukan,ingat kunci pintu dan jendela rapat-rapat dan juga kompor jangan sekali-kali menyalakan kompor gaa ataupun listrik jika kamu akan tinggalkan," nasehatnya Leo.
"Astauhfirullah aladzim papa Leo sedetail gitu mengajakarkan kepada Bibi Sumiati padahal dia pasti sudah paham dengan penjelasan dari papa," tampiknya Jingga.
"Jaga dirimu baik-baik bi Sumi assalammualaikum," ucap Leo.
Semua orang kembali tertawa, berselang beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai oleh Kabir segera meluncur menuju ke arah jalan protokol ibu kota.
Guntur sesekali mencuri pandang ke arahnya Jingga yang fokus membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dalam aplikasi diponselnya.
"Kamu semakin cantik kalau seperti ini, aku semakin menyukai dirimu tapi entah apa ini benar benar-benar cinta atau hanya sekedar obsesi dan kagum saja," lirih Guntur.
Jingga mengerutkan keningnya melihat tingkah laku dan sikapnya Guntur yang tidak seperti biasanya.
"Hmph!! Sepertinya Anda tadi berbicara sesuatu, tapi maaf saya kurang dengar," tanyanya Jingga Aurora Ainah Zain.
__ADS_1
"Tidak kok, saya sama sekali enggak berbicara apapun, mungkin kamu saja yang salah dengar! Atau mungkin itu suara deru angin saja," elaknya Guntur sambil mengibas-ibas kan tangannya itu ke hadapannya Jingga yang harus berbohong karena tidak mungkin berbicara jujur mengenai apa yang dirasakannya itu.
Senja sudah tertidur pulas dalam buaian mimpinya sambil bersandar ke headboard mobilnya itu. Sesekali Kabir menoel pipi dan hidung mancung nan bangirnya Senja khas hidung pribumi asli itu.
Entah kenapa aku semakin mencintaimu gadis kecilku, aku tak mampu berpaling darimu.
Bahkan setiap aku berpapasan dengan perempuan lain di luar sana, hanya wajahmu yang mampu menari-nari di ujung pelupuk mataku.
Entah kamu menyihir aku seperti apa sehingga aku tak berdaya berjauhan denganmu.
wangi tubuhmu yang begitu harum selalu saja menggelitik hidung dan membuatku tergila-gila dan tergoda dengan kecantikan alami yang kamu miliki.
Senja Starla Airen Zain aku sangat bahagia bisa menjadi kekasih halalmu dan bisa menjadi suamimu hingga akhir hayatku ini.
Senja i love you forever...
"Hemph! Sepertinya fokus kendarai saja dulu mobilnya Pak Kabir, lihatlah Senja juga sedang terlelap," sarkasnya Guntur.
"Hahaha! Pak Guntur Aswin Nasution seperti enggak kenal caraku kemudikan mobil saja, sampai-sampai harus buang tenaga dan waktu untuk berteriak!" Tampiknya Kabir sambil tersenyum simpul.
"Saya sangat mengerti Pak Kabir Khasyafani Sanders, sebaiknya untuk memuji kecantikan dari istri bapak di rumah saja," guraunya Guntur.
Alhamdulillah melihat Kabir begitu peduli dan lemah lembutnya memperlakukan putriku dengan penuh kasih sayang, aku tidak takut dan resah untuk pergi dari dunia ini.
Mungkin waktuku semakin dekat, tapi aku selalu berharap agar kedua anak-anakku selalu dilimpahi dan diberkahi kebahagiaan dalam hidup mereka.
__ADS_1
Sedangkan Adicandra, Lutfi Khaer, Bu Marsita, serta istrinya Sasmita Larasati sudah berada di lobi bandara menunggu kedatangan mereka berenam.
"Kalian sangat lucu dan imut dalam mencintai pasangan kalian masing-masing, Papa jadi cemburu dan iri dengan perlakuan kalian terhadap mereka, Papa dulu terlalu bego dan egois sehingga pernah menyakiti hati perempuan yang sangat aku cintai di dunia ini, tapi Papa berharap semoga Kabir dan Guntur tidak mengikuti jejaknya Papa yang melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku ini," ungkapnya Leo seraya menyeka air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya itu.