Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 165


__ADS_3

Jingga teringat dengan pesan dan amanah yang diberikan oleh mantan kekasihnya sekaligus tunangannya itu almarhum Abdil Pramudya.


Siapa nama yang tertulis di atas kertas itu, aku cukup penasaran, tapi kenapa malah mas Abdil menyuruhku untuk menikahi pria itu.


di dalam buku diary nya mas itu dia memintaku untuk mencari pria yang beruntung mendapatkan donor kornea matanya dan menikahinya,apa yang harus aku lakukan ya Allah, dimana aku akan menikah dengan Bang Guntur.


Jingga mulai dilema dengan keputusannya sendiri, kenapa aku begitu terlambat membuka hadiah terakhir dari mas Abdil.


Jingga Aurora menyesali perbuatannya sendiri yang terlalu tidak punya waktu untuk menyempatkan diri untuk membuka semua kado peninggalannya Abdil khusus dan spesial untuknya.


Senja menangis tersedu-sedu melihat mamanya itu,"Astaughfirullahaladzim apa yang terjadi pada mamaku, abang aku tidak sanggup jika terjadi sesuatu pada mamaku," ratapnya Senja.


Kabir memeluk tubuh istrinya itu dengan berusaha untuk menenangkan diri dari Senja.


Senja menyeka air matanya dengan sangat gusar, matanya sudah bengkak, hidungnya memerah dan sembab serta suaranya sudah serak.


Ya Allah entah apa yang terjadi sebenarnya pada mama, kenapa dia bisa terjatuh dari atas tangga? apa jangan-jangan Mama menyembunyikan sesuatu sehingga dia kakinya tergelincir dan terjatuh.

__ADS_1


Aku hanya berharap Mama Aliah baik-baik saja, aku akan menikah dengan bang Guntur Aswin jika Mama sakit gimana caranya kami akan menikah.


Senja menatap intens ke dalam bola matanya Kabir, "Tapi Abang, gimana caranya aku bisa tenang dan santai seperti ini sedangkan mamaku masih terbaring lemah tak tahu apa yang terjadi padanya, Abang pasti juga merasakan hal yang sama kan?" Senja nampak kelihatan begitu cemas dengan selalu merafakalkan beberapa ayat Alquran yang terus dia baca dikala hatinya sedih maupun bahagia.


"Ingat kamu itu sedang hamil sayang, jangan seperti ini juga, yakinlah mama akan baik-baik saja," bujuknya Kabir yang tidak sanggup melihat istrinya yang terus menangis.


Aliya sudah dibaringkan ke atas ranjang sebelum dokter datang. Untungnya Aliyah terjatuh dari atas tangga di anak undakan tangga kedua paling terbawah.


Dokter Paramitha bergegas memeriksa kondisi kesehatannya Aliyah, dengan seksama dia menyentuhkan stetoskop ke dadanya Aliah.


Ya Allah jaga dan lindungilah mamaku, aku tidak sanggup melihat mamaku menderita seperti ini.


Semoga saja mama tidak memiliki penyakit yang berbahaya, aku tidak ingin melihat mamaku menderita. Pasti dia bakal terpukul dengan kenyataan itu.


Jingga terus menggenggam tangan kanannya Aliaya yang belum siuman. Dia tidak pernah jauh-jauh dari mamanya. Tetapi pandangannya sesekali mengarah ke arah Senja adiknya.


"Senja kamu itu sedang hamil dek, jangan terlalu berlarut-larut mencemaskan mama, kondisi psikis kamu yang seperti ini akan berbahaya bagi kesehatan kamu dan ketiga bayimu, ada tiga nyawa yang ada di dalam kandunganmu, berdoa saja kepada Allah SWT, insya Allah mama tidak akan kenapa-kenapa kok," bujuknya Jingga.

__ADS_1


Senja berjalan ke arah mamanya yang masih tak sadarkan diri, dia menggenggam tangan mamanya yang sedikit dingin. Air matanya menetes membasahi punggung tangan mamanya itu. Dia sudah berusaha untuk menahan laju air matanya, tapi tetap saja jatuh.


"Apa yang terjadi pada mamaku dokter?" Tanyanya Senja yang masih tidak bisa menenangkan dirinya sendiri padahal kakak dan suaminya sudah mengingatkan padanya untuk selalu sabar dan tenang saja.


Dokter tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan dari Senja, perempuan yang sudah dianggap anaknya sendiri. Bu dokter Paramitha adalah teman masa kecilnya Aliyah sehingga tidak menyulitkan mereka untuk selalu meminta bantuannya.


Mengingat dokter Paramitha adalah spesialis dokter umum. Senja menyentuh tangannya dokter Paramitha yang sangat tidak sabaran menunggu jawaban dari dokter yang masih kelihatan cantik diusianya yang sudah hampir lima puluh tahun itu.


Dokter Paramitha menyimpan segala peralatan kesehatannya kedalam tas kerjanya. Kemudian menjawab pertanyaan yang sedari tadi ditunggu-tunggu oleh mereka semua.


"Kalian tidak perlu khawatir berlebihan seperti ini, terutama kamu nak Senja, kamu itu sedang hamil loh, karena mama cantik kamu ini dalam keadaan baik-baik saja, untungnya jatuhnya juga tidak parah, hanya saja ada satu berita yang harus Tante segera sampaikan kepada kalian, semoga saja kalian tidak terkejut mendengar apa yang Tante akan katakan," imbuhnya Bu dokter Paramitha.


"Mak-sudnya a-pa Tante?" Tanyanya Jingga dan Senja bersamaan yang kembali panik padahal baru sepersekian detik saja mereka bernafas lega, tapi mendengar perkataan itu kembali dibuat tercengang dan ketakutan.


Jangan lupa bagi gift iklan, poin dan koin yah.. komentarnya berupa saran dan kritik silahkan. tapi jangan pedes-pedes maklum setiap hari sudah dihadapkan dengan SESUATU... Semoga saja aku terus bisa menjaga kewarasan untuk terus update...


Besok pengumuman siapa yang dapat p u l s a dikit, tapi yang setiap hari mampir saja terutama yang paling konsisten mendukung novel recehanku ini.

__ADS_1


__ADS_2