Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 42. Kesepakatan Kabir Kasyafani dan Senja


__ADS_3

Jingga beristirahat sejenak di dalam kamarnya sambil merenungi apa yang seharusnya dilakukannya.


"Aku harus memberitahukan kepada Mama jika aku tidak ingin dijodohkan dengan siapa pun, karena aku sudah memiliki pria yang aku tunggu sejak dulu kami juga sudah berjanji untuk hidup bersama,"


Jingga Aurora Ainah perlahan memejamkan matanya dan melupakan untuk mengunci kamarnya. Bi Diah melihat apa yang dilakukan oleh Jingga membuatnya hanya geleng-geleng kepala saja.


"Ada apa Bi Diah kok tersenyum seperti itu?" Tanyanya bibi Mia asisten rumah tangga yang baru bekerja beberapa bulan yang lalu.


Sedangkan bi Diah pembantu yang hanya bekerja paruh waktu saja dari jam enam pagi sampai jam lima sore.


"Itu Non Jingga gaya tidurnya seperti anak kecil saja dan tumben melupakan mengunci pintu kamarnya padahal biasanya jarang banget malah terkesan tidak pernah terbuka kalau Non Jingga ada di dalam," ujarnya Bi Diah.


"Oh gitu saya kira apaan Bi yang buat bibi tersenyum," tukasnya Bi Mia yang hampir seumuran dengan Aliah sang majikannya.


Sedangkan di tempat lain, Senja Starla Airen tersenyum lega ketika melihat pria yang mengajaknya untuk menghadiri sebuah pesta perayaan pernikahan salah satu anggota keluarganya.


"Syukur alhamdulilah, akhirnya Pak Kabir Kasyafani datang juga, kalau terlambat sedetik saja aku sudah cabut dari tempat ini," gerutunya Senja yang memperlancar langkah kakinya menuju pria yang cukup ganteng dengan setelan jas resmi khusus untuk acara pesta.


Kabir tanpa banyak bicara segera mengandeng tangannya Senja menuju ke arah dalam ruangan gedung yang semakin ramai dipadati oleh para tamu undangan.


"Ya Allah acaranya megah dan meriah banget, sebenarnya pak Kabir Kasyafani ini pengusaha apa dosen sih, kalau seperti ini aku terseret kedalam pusara keluarga Sultan, tapi semoga saja penyamaran dan akting kami tidak ketahuan,"


"Ingat kamu harus bersandiwara lebih bagus lagi dari sebelumnya, karena semua keluargaku hadir di sini ini adalah pesta pernikahan adikku jadi ingat baik-baik jangan buat aku malu jika kamu berhasil kamu akan mendapatkan hadiah terutama nilai terbaik untukmu," bisiknya Kabir Kasyafani yang tersenyum penuh arti diakhir ucapannya.


"Tenang saja Pak, yang paling penting bapak ingat dengan perjanjian kita dari awal, sudah tiga kali aku melakukan sesuai dengan keinginannya bapak jadi nanti hadiahnya harus ada yah!" Tegasnya Senja Starla yang menekan beberapa katanya.

__ADS_1


Mereka berjalan masuk ke dalam gedung pesta sambil bergandengan tangan, mereka terlihat begitu mesranya dan siapapun yang melihat mereka pasti akan kesulitan melihat celah jika mereka hanya status pura-pura saja.


"Hey lihatlah ke sana bukannya itu gadis yang sedari tadi mondar-mandir di depan pintu masuk!" Tunjuknya seseorang yang memperhatikan sedari tadi apa yang dilakukan oleh Senja.


"Tapi lihat apa kamu kenal siapa di sampingnya, itukan Tuan Muda Kabir pewaris tunggal perusahaan terbesar dan termaju tahun ini kan," tebaknya salah satunya lagi.


"Berarti dia adalah gadisnya Tuan Muda, kalau seperti ini semoga saja kita tidak kena masalah karena tadi mencegahnya masuk dan selalu mempersulitnya," harapnya yang lainnya lagi.


"Berdoa saja kalian, makanya kalau ada orang yang tidak kamu kenal tidak perlu mencemooh ataupun menghinanya, jadi mulai detik ini pelajaran untuk kalian kedepannya," ujarnya security yang ikut nimbrung bersama ketiga wanita itu.


Kedatangan Senja disambut hangat oleh seluruh anggota keluarganya Kabir. Ini yang membuat Senja merasa tidak enak hati karena dia merasa telah membohongi mereka yang begitu baik padanya. Kakak dan mamanya Kabir memeluk tubuhnya Senja dengan penuh kehangatan.


"Selamat datang Nak Senja di pernikahan adiknya Kabir, kamu sangat cantik hari ini," pujinya Bu Kania ibundanya Kabir.


"Iya bunda kekasihnya Kabir cantik dan kelihatannya masih sangat muda, apa jangan-jangan dia…," ucapannya Kamelia terpotong setelah melihat tatapan matanya Kabir yang tajam menusuk hingga ke dalam dada saja.


"Eh tidak apa-apa kok bunda aku hanya melihat kekasihnya Kabir begitu cantik dan anggunnya malam ini, kalau bisa diajak ke rumah jalan-jalan gitu. Hitung-hitung silaturahmi kalau sempat, tapi ngomong-ngomong kuliahnya di mana dek Senja?" Kilahnya Camellia yang tidak ingin ketahuan oleh bundanya sesuai dengan tatapan matanya Kabir.


Semua ikut menyambut kehadiran para tamu undangan, Senja mampu berbaur dengan banyaknya tamu undangan dari berbagai kalangan jetset, artis, kalangan pejabat, masyarakat bisnis maupun kalangan bawah malam itu membuat Kabir merasa cukup beruntung.


"Kekasihnya Tuan Muda Kabir cantik yah,tapi ngomong-ngomong kuliah dimana dan jurusan apa?" Tanyanya seorang istri sahabatnya Pak Umar Shanif Aldiano papanya Kabir.


Senja melirik sekilas ke arah Kabir sebelum menjawab pertanyaan dari rekan bisnisnya Pak Umar.


"Saya kuliahnya di universitas X, jurusan menajemen ekonomi sudah semester enam Pak," jawabnya Senja.

__ADS_1


"Woo itu salah satu kampus terbaik yang ada di negara kita loh, semoga segera lulus dengan nilai yang bagus," imbuhnya Pak Alexander Lemos sahabat terbaiknya Pak Umar selama ini.


Mereka berbincang-bincang santai, hingga kakinya Senja pegal-pegal melayani betapa banyak tamu undangan yang berbincang-bincang santai dengannya.


"Kamu sangat cantik memakai gaun ini, aku tidak salah memilih pakaian untuknya, hanya kamu memang yang pantas jadi nyonya besar Kabir bukan perempuan lain,"


Berselang beberapa menit kemudian, karena Kabir melihat Senja Starla Airen Zain kelelahan sehingga ia memutuskan untuk berpamitan kepada kedua orang tuanya dan juga para tamu undangan.


Senja merentangkan kedua tangannya ke samping," Alhamdulillah akhirnya bisa terbebas dari pesta yang cukup buat aku lemes dan kelelahan, dua kali dalam seminggu saja seperti ini aku akan pusing, semoga saja suamiku dari kalangan biasa saja kalau seperti pak Kabir ampun dah," gerutunya Senja.


Kabir tanpa sengaja mendengar perkataannya Senja, "Kamu akan seperti ini seterusnya, apa kamu lupa dengan kontrak perjanjian kita jika kontrak ini akan berlangsung selamanya jika aku belum menikah dengan perempuan yang aku cintai," tampiknya Kabir Kasyafani yang ikutan bersandar di kap pintu mobilnya.


Senja yang baru saja tersenyum gembira, senyuman itu langsung pupus seketika itu juga setelah mendengar perkataannya Kabir.


Senja membulatkan matanya saking tidak percayanya dengan apa yang barusan dikatakan oleh asisten dosen pengganti di kelasnya itu.


"Apa!? Yang benar saja Pak! Kita itu sepakat hanya tiga kali menemani pak Kabir ke acaranya, bukannya selamanya! Kalau seperti ini sama saja dengan penindasan, penyiksaan dan kebebasanku sudah tidak ada,hiks… hiks…"


Tubuhnya Senja melorot ke arah bawah, ia tidak mungkin berteriak kencang meluapkan kekesalannya itu.


"Kamu tidak perlu seperti ini juga tanggapannya, yang jelasnya imbalan yang kamu dapatkan akan mengalahkan rasa capekmu kok, tapi nanti kamu selesai S1 baru aku berikan gajimu keseluruhannya, kedua semua barang-barang yang kau pakai selama kita jalan bareng sudah resmi menjadi milikmu," jelasnya Kabir.


Senja kembali bersemangat untuk menjalankan lakonnya sebagai kekasih pura-pura setelah mendengar perkataan dari Kabir. Dia seolah mendapatkan imun, tenaga yang kuat untuk menghadapi dan menjalani kehidupannya itu.


Senja spontan memegangi tangannya Kabir dengan penuh semangat," Alhamdulillah kalau seperti itu aku pasti semakin semangat menjadi kekasihnya pak Kabir, tapi gimana dengan nilai-nilai aku pak?"

__ADS_1


Kabir bukannya menjawab malah segera berjalan ke arah mobilnya," hey pak! Kenapa tidak menjawab pertanyaanku!?" Jeritnya Senja yang keheranan melihat sikapnya Kabir.


Kabir sedikit menyembulkan kepalanya ke arah luar," kamu ikut bareng aku baru kamu tahu bagaimana nilaimu," teriaknya Kabir yang tidak mau kalah.


__ADS_2