
Aliya terperangah melihat siapa pria yang berdiri di depannya sambil memeluk tubuh anak kecil laki-laki yang baru dikenalnya. Leo segera melepas pelukannya pada tubuhnya Adicandra, kemudian berjalan cepat ke arah Istrinya itu. Candra yang melihat ayahnya hanya menatap intens apa yang mereka lakukan dari kedua orang dewasa itu.
Leo menarik tubuhnya Aliya ke dalam dekapan pelukan hangatnya,"Aliya istriku Mas sangat merindukanmu kemana saja kamu selama ini?"
Aliya hanya terdiam mematung tanpa membalas pelukannya Leo suaminya yang masih dipertanyakan status, mereka berdua karena sudah sepuluh tahun lamanya berpisah tanpa kabar sedikitpun.
"Ayah apa dia Mama Aliya?" Tanyanya Candra sambil mengguncang lengannya Leo ayahnya.
Chandra bergantian menatap kedua orang itu, tapi Leo saking bahagianya bertemu kembali dengan istrinya itu sampai-sampai melupakan keberadaan putranya itu.
"Mas Leo tolong lepaskan tangannya dari tubuhku, kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi," tegasnya Aliah.
__ADS_1
Leo terkejut melihat reaksinya Aliyah yang tidak seperti dulu lagi.
"Kamu itu istriku jadi apa salahnya saya memelukmu!" Tukasnya Leo.
Aliya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Leo," apa Mas lupa sebelum saya dan kedua anakku pergi dari sini, saya sudah memutuskan untuk berpisah dengan mas, karena saya tidak ingin berbagi suami dengan perempuan lain," ucapnya Aliya.
Leo mengernyitkan dahinya melihat sikapnya Aliya," saya tidak pernah menceraikan kamu sedari dulu dan kita tidak pernah mendaftarkan di pengadilan agama perceraian kita berarti secara agama dan hukum kamu masih istriku jadi apa aku salah memeluk tubuhnya istriku sendiri," tuturnya Leo yang berusaha untuk menggapai tangannya Aliah tapi segera ditepis oleh Aliya.
Aliya segera meninggalkan tempat tersebut dan mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Alia sejujurnya bahagia dan gembira bisa dipertemukan kembali dengan suaminya Leo Carlando Zain Pratama, tapi disisi lain hatinya dia sangat sedih dan kecewa karena suaminya seolah tak memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya.
Leo berusaha mengejar Aliya Azizah Humairah yang sudah melajukan motornya menjauh dari tempat halte busway tersebut.
__ADS_1
"Aliya!! Aku mohon tunggu! Hentikan motormu mas akan menjelaskan semuanya padamu!!" Teriaknya Leo yang semakin mempercepat langkah laju larinya yang hanya percuma dan sia-sia saja dilakukannya itu.
Leo tidak menyerah sedikitpun ia terus mengejar kepergiannya Aliya, tapi akhirnya ia tersadar jika Alia tidak menghentikan kendaraannya malah semakin menjauh saja. Bahkan Leo pun melupakan keberadaan putra kecilnya yang ikut mengejar mereka di belakang dengan langkah kecilnya.
Kedua pria beda usia dan generasi itu sama-sama berhenti dengan nafas yang memburu dan ngos-ngosan. Peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh mereka berdua yang berlari kencang.
"Astagfirullah aladzim,ya Allah aku tidak menyangka jika Aliya akan bertindak seperti padaku, ternyata 10 tahun kepergiannya belum mampu menghapus luka, kesedihan, rasa kecewanya dan kepedihan akibat ulahku selama ini,"
Tubuhnya Leo terduduk di atas aspal siang hari itu yang sangat terik terkena paparan sinar matahari langsung.
"Ayah apa yang kamu lakukan, kenapa harus berlutut di tengah jalan seperti ini!? Lihatlah orang-orang menatap aneh kepada kita ayah," bujuknya Candra agar ayahnya segera tersadar dari apa yang sedang diperbuatnya.
__ADS_1