
Aliyah menatap intens ke arah putri bungsunya itu dengan tatapan mata yang sulit diartikan, "Ya Allah kenapa Nak kamu meski memberikan persyaratan yang sulit seperti ini, apakah kamu memang sengaja berbuat seperti ini karena tidak ingin menikah dengan nak Kabir atau apa kamu sudah mengetahui keberadaan papa,"
Berbagai pertanyaan muncul di dalam benaknya Aliah Aziza Humaira,dia tidak memahami dengan baik maksud dan tujuan putrinya itu bertindak dan mengambil keputusan seperti itu.
"Dek Senja kenapa kamu memutuskan hal ini,apa kamu berniat untuk menyatukan kembali mama dan papa? Kalau memang seperti itu, Alhamdulillah kakak sangat setuju tapi kenapa meski ucapkan keinginan kamu di depan umum dan orang banyak, apa kau tidak memikirkan kepentingan mama dan konsekuensi dari perkataanmu dek?" Jingga menatap ke arah adik kembarnya itu yang keheranan dengan perkataan adiknya.
Kabir dan Bu Claudia saling berpandangan satu sama lainnya, mereka tidak menyangka jika Senja akan mengucapkan.
"Nak Senja, tapi bagaimana mungkin kamu mengajukan persyaratan yang seperti ini, sedangkan nenek dengan kelurga tidak mengenali papamu dan juga apa beliau ada di sini atau tidak," ujarnya Bu Claudia satu-satunya orang yang paling berumur di dalam ruangan itu.
Semua orang yang tidak mengerti dengan tentang rumah tangga kedua orang tuanya pasti bertanya-tanya kenapa Senja berkata seperti itu. Senja menyentuh punggung tangan nenek dari calon suaminya itu sekaligus dosen tempat ia kuliah. Ia pun tersenyum penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Nenek semua ini jawabannya ada di tangan mamaku,apa dia setuju dengan ide dan persyaratan yang aku ajukan ataukah tidak, semua keputusan ada di tangannya mama Aliya apakah setuju atau menolak," imbuhnya Senja.
Pak Abbas yang sama sekali tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi segera angkat bicara dan satupun tidak ada yang ingin berkomentar yang mencegah pak Abbas berbicara.
"Tapi nak gimana kalau Mama kamu tidak menerima dan memenuhi persyaratan kamu, apa yang akan kamu perbuat, apakah memutuskan perjodohan ini dan meninggalkan Leo ataukah masih tetap melanjutkan rencana pernikahan yang sudah diambang mata, jadi tolong jelaskan semuanya pada kami Nak agar kami kedepannya tidak salah paham dan salah kaprah?" Tukasnya Pak Abbas Khairil Sanders.
__ADS_1
Semua terdiam tanpa ada suara, karena mereka mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan dan dijelaskan oleh Pak Abbas papanya Kabir.
Pak Abbas kembali melanjutkan perkataannya itu yang sempat tertunda," Karena pernikahan kalian berdua sangatlah penting dan berharga, apa sebaiknya keputusanmu itu ditarik saja perkataannya om takutnya mama kamu tidak setuju sedangkan yang saya ketahui kalau papa kamu tidak berada di sini," ujarnya pak Abbas.
"Om tenang saja karena aku yakin mama sudah dapat jawaban yang harus dikatakan oleh beliau,iya kan ma," tebaknya Senja.
Aliah tersudut dengan perkataan anaknya,ia tidak mungkin terang-terangan menyatakan ketidaksenangan dan ketidaksetujuannya terhadap keputusan yang sudah diambil oleh putrinya yang tidak mungkin ditarik kembali perkataan itu apalagi menentang terus-menerus permintaan anaknya.
Setiap manusia punya hak untuk memperbaiki kehidupannya apalagi di dalam kehidupannya pernah melakukan kesalahan kecil atau sebesar apapun itu jika sudah bertaubat harus diberikan kesempatan kedua untuk memperbaikinya.
Senja menatap ke arah mamanya dengan penuh harap, "Ya Allah semoga saja mamaku memenuhi permintaanku ini, aku tidak ingin aku sudah mempertaruhkan dan mengorbankan kepercayaan kedua orang tuanya pak Kabir padaku dan paling penting nama baik keluarga kami jadi taruhannya,"
Aliya terduduk kembali ke atas sofa dengan kebingungan dan dilema antara menyetujui permintaan anaknya ataukah bersikeras bertahan pada pendiriannya selama lebih sepuluh tahun.
Aishah memegangi tangannya Alia dengan berharap agar Alia tidak mengecewakan anaknya dan juga tidak mempermalukan nama keluarga besarnya jika terang-terangan menolak mentah-mentah segala apa yang diinginkan oleh Senja.
Asiyah sebagai istri dari kakak sepupunya itu memberikan nasehat sekaligus masukan kepada Aliya dengan mengecilkan suaranya agar tidak terlalu kedengaran hingga ke telinganya calon besan mereka.
__ADS_1
"Aliya ini saatnya kamu berdamai dengan masa lalu kamu, semua ini pasti sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, jadi hari ini adalah saatnya kamu memaafkan segala kesalahan dari suamimu itu, karena Mbak yakin pasti Leo Carlando Zain Pratama juga tersiksa dengan perpisahan kalian, demi masa depan putrimu maka terima dan juga penuhilah keinginan Senja, apa kamu tidak ingin melihat anakmu itu menikah dengan pilihan hidupnya sendiri, apakah kamu tidak mau melihat kebahagiaan anakmu?"
Asiyah sebagai istri dari kakak sepupunya itu memberikan nasehat sekaligus masukan kepada Aliya dengan mengecilkan suaranya agar tidak terlalu kedengaran hingga ke telinganya calon besan mereka.
"Aliya ini saatnya kamu berdamai dengan masa lalu kamu, semua ini pasti sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, jadi hari ini adalah saatnya kamu memaafkan segala kesalahan dari suamimu itu, karena Mbak yakin pasti Leo Carlando Zain Pratama juga tersiksa dengan perpisahan kalian, demi masa depan putrimu maka terima dan juga penuhilah keinginan Senja, apa kamu tidak ingin melihat anakmu itu menikah dengan pilihan hidupnya sendiri, apakah kamu tidak mau melihat kebahagiaan anakmu?" Aisyah berharap agar Alia kali ini mendengarkan permohonan anak dan dirinya.
Aliyah menatap satu persatu semua orang yang hadir di dalam rumahnya itu," bismillahirrahmanirrahim mama menerima persyaratan yang kamu berikan,mama berjanji akan menghadirkan Papa kamu Leo ke sini dihari kamu akan menikah dan menjadi istri dari Kabir Khaizan Rudiyatmo, papa yang akan menikahkan kamu dengan Kabir," tuturnya Aliah yang sebenarnya sangat berat sekali untuk memenuhi keinginan salah satu putrinya itu.
"Syukur alhamdulilah akhirnya Papa dan Mama akan segera bersatu," gumam Jingga Aurora Ainah Zain Pratama.
"Alhamdulillah semoga saja ini jalan yang terbaik untuk kebaikan hubungan kedua orang tuaku untuk kedepannya, makasih banyak ya Allah," Senja menitikkan air mata bahagianya.
Kedua pasangan mata calon pengantin saling bertatapan tanpa sengaja mereka saling beradu pandang untuk pertama kalinya. Hingga senyuman tulus tersampir di sudut bibirnya Senja yang membuat hatinya Kabir menghangat dan terasa adem.
"Masya Allah senyumanmu itu sangat menyejukkan hatiku ini, makasih banyak ya Allah Engkau memberikan aku gadis yang sungguh mulia hatinya," pujinya Kabir diam-diam.
"Apa ini jalan keluar yang paling terbaik, Engkau berikan kepadaku yaitu terjebak dan di grebek oleh beberapa warga masyarakat untuk segera menikah dengan Kabir, aku sangat bahagia," lirihnya Senja.
__ADS_1