Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 148. Kemarahan Mike Andres


__ADS_3

Galang saking marahnya karena Vania tidak menuruti semua keinginannya. Dengan tatapan matanya yang siap membunuh itu menatap ke arah Vania yang berusaha untuk membela dirinya sendiri.


"Aku akan memberikan kamu pelajaran agar kamu tahu siapa kamu sebenarnya dan kamu tersadar jika saya ini tidak akan mungkin bisa kamu kalahkan dan lawan begitu saja!" Hardiknya Galang sembari menjambak rambutnya Vania sekuat tenaganya.


"Augh!! Sakit! Tolong lepaskan aky! Sakit sekali!" Rengeknya Vania Larissa yang berusaha agar apa yang dilakukan oleh suaminya segera berhenti.


Galang bukannya berhenti,tapi malah semakin menguatkan tarikan tangannya itu. "Aku tidak akan melepaskan kamu jika kamu terus melihatku dan menatapku seperti aku ini seorang penjahat dan buronan polisi saja!!" Kesalnya Galang yang sudah kehilangan kendali dan kontrol emosinya.


Plak!!


Plakk!!


Dua kali tamparan keras melayang ke wajahnya Vania. Suara tamparan itu cukup keras di pipi kirinya Vania, sehingga membuatnya kembali terbaring ke atas tempat tidur. Padahal dengan susah payah dia bangkit dari posisinya yang tadi didorong oleh Galang suaminya itu.


"Aghh!! Sakit tolong!" Jeritnya Vania yang kembali terduduk di atas ranjang dengan memegangi kedua pipinya yang terasa panas dan perih.


Pipinya Vania memerah saking kuatnya tamparan itu diberikan oleh Galang. Vania sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya malam itu.


"Ini lah akibatnya jika kamu tidak menuruti apapun yang aku inginkan, jadi waspadalah terhadapku, karena aku tidak main-main untuk memberikan hukuman berat padamu!" Ancamnya Galang lagi.


Air matanya menetes membasahi pipinya itu. Dia tidak sanggup lagi melawan dan memberontak mengingat dirinya juga sedang hamil muda.


Harapannya semoga saja calon bayinya tidak kenapa-kenapa dan segera datang seseorang yang akan menolongnya.


Ya Allah aku memohon padamu maafkanlah aku yang sudah banyak dosa, tapi aku tidak sanggup untuk disentuh oleh pria yang sama sekali tidak aku cintai.


Aku memang salah jika tidak memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang istri. Tapi, dimana mas Galang Arfian selama ini, kami menikah hampir tiga tahun.


Tetapi, sedikitpun tidak pernah melihatku sebagai seorang istri. Sedangkan ketika aku berpaling darinya dan mencintai pria lain, sekarang dia nuntut padaku.


"Mas Galang aku mohon berhentilah bertindak seperti ini padaku! Aku tidak mau!" Teriaknya Vania disisa kekuatan dan tenaganya yang dimiliknya malam itu.

__ADS_1


"Hahaha kamu berdoa saja, berteriak kencang karena tidak akan ada yang datang menolong kamu, hari aku akan membuat kamu berteriak keenakan karena aku akan menunjukkan jika aku lebih perkasa dari pria selingkuhanmu itu!" Geramnya Galang seraya mee luuu maaat bibir mungilnya Vania Larissa.


Vania terus berontak namun usahanya sia-sia saja karena kalah kekuatannya. Galang hanya tersenyum puas karena sudah mencicipi sebagian dari milik berharganya Vania.


Bruk!!


Prang!!


Pintu terbuka lebar ketika ada orang yang menendang dengan kuat pintu kamarnya kedua pasangan suami istri itu.


Galang terkejut dan membelalakkan matanya saking terkejutnya melihat siapa orang yang telah mengusik ketenangannya.


"Mas Mike Andres!" Cicitnya Vania Larissa yang akhirnya bisa tersenyum lega atas kedatangan pria yang sangat dicintainya itu.


Mike melihat kondisi kekasihnya yang dalam keadaan tidak memakai sehelai benang kainpun diatas kulit putih mulusnya yang sudah terdapat banyak tanda kissmark yang ditinggalkan oleh Galang.


Mike sangat marah, sedih dan kecewa pada dirinya sendiri karena ia cukup terlambat datang.


Mike memeluk tubuhnya Vania yang semakin terisak dalam tangisannya itu," mas Mike aku sudah sangat kotor aku sudah dianiaya olehnya!" Ratapnya Vania sambil memeluk tubuh kekarnya Mike.


Mike terlambat datang ke apartemennya Galang, karena terlalu lama menunggu Kabir dan Senja selesai dengan kegiatannya. Dia tidak mungkin pergi begitu saja, tanpa berpamitan kepada sahabat sekaligus atasannya itu.


Mike mengecup bibirnya Vania yang seolah ingin menghapus jejak kepemilikan Galang di tubuh kekasihnya itu, "Maafkan mas sayang ini semua gara-gara mas yang sudah datang terlambat untuk menolongmu, ini semua salahnya mas tapi mas janji akan membalasnya dengan cara apapun agar dia paham dan mengerti jika kamu adalah calon istriku," sesalnya Mike Andreas.


Antoni dan Nurman tidak ingin menatap langsung ke arah Vania Larissa adik sepupunya Kabir adiknya sekaligus adiknya Guntur Aswin Nasution.


"Antoni tolong bereskan dia! Bagaimana pun caranya itu urusan kalian asal jangan sampai dia mati itu saja," perintahnya Mike Andres.


"Tapi dia adalah putra


"Baik kami akan mengerjakannya sesuai dengan instruksi dari kamu," balasnya Nurman.

__ADS_1


Vania mengelus wajahnya Mike dengan penuh kasih sayang, tapi lama-lama matanya menjadi kabur, kepalanya merasakan kesakitan yang sangat hingga ia tak kuasa lagi untuk bertahan karena kesakitan yang dirasakannya.


Mike segera mengendong tubuhnya Vania kedalam pelukannya itu ala bridal style, tapi baru saja sekitar beberapa langkah. Vania jatuh pingsan tak sadarkan diri dalam gendongannya Mike.


"Mas Mike aku ti-dak ta-han lagi," cicitnya Vania yang tangannya sudah terjatuh dan menggantung di udara.


Mike mulai nampak panik, ketakutan dan mencemaskan keadaannya Vania wanita yang sangat dicintainya itu. Vania terus menggenggam ponselnya, alat bukti yang akan mengucurkan keluarga besar Pak Gumilang.


"Vania aku mohon bertahanlah, jangan seperti ini, aku tak bisa hidup tanpamu, aku mohon padamu jangan pingsan aku akan segera membawa kamu ke rumah sakit," ucapnya Mike yang semakin mempercepat langkahnya.


Mike tidak peduli dengan tatapan dari orang-orang yang melihatnya terutama dari tatapan security itu yang membantunya untuk masuk ke dalam apartemennya Galang.


"Saya tidak akan memberikan waktu untuk bernafas lega kepada mereka terutama Galang!" Amarahnya Mike membuncah melihat wanita yang dicintainya itu tidak berdaya dalam gendongannya.


Mike mempercepat langkahnya menuju kedalam mobilnya. Tapi, Mike belum melajukan mobilnya itu dia mendengar suara teriakan keras meminta tolong dari arah dalam apartemen mewahnya Galang Arfian Gumilang.


"Tolooong!!" Teriaknya Galang yang mendapatkan perlakuan yang cukup kasar dari anak buahnya Antonio dan Nurman yang hanya duduk menikmati minuman mahal yang ada di dalam bar mini miliknya Galang.


"Kamu pantas untuk mendapatkannya, apa kamu tidak sadar siapa perempuan yang kamu sakiti tadi ha!!" Geram Antonio Basalamah.


"Kamu itu terlalu bangga dengan kekuatan papamu,tapi kali ini kamu akan menghadapi murka dan kemarahan dari dua keluarga besar yaitu Sanders dan Nasution," ucap Nurman sebelum menenggak minuman beralkoholnya dalam satu tegukan.


Galang sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk berbicara ataupun melakukan pembelaan terhadap sikap kasar dari anak buahnya Kabir Kasyafani.


Mobilnya Mike semakin jauh meninggalkan parkiran apartemen cukup mewah itu ditengah malam.


Mike sesekali melihat ke arah Vania yang terbaring lemah di jok belakang mobilnya itu. Mike tadi memakaikan pakaian ketubuhnya Vania sebelum melarikannya ke rumah sakit.


"Saya akan kembali ke rumahnya Daddy untuk memintanya membantuku, ini sudah saatnya aku kembali ke rumah setelah tiga tahun lamanya aku berkeliaran," tekadnya Mike.


fania Mikaila Az-zahra ucapkan "Selamat hari kemerdekaan untuk seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada. Merdeka sekali merdeka tetap merdeka.. semangat meraih kemerdekaan yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2