
Jingga membantu adiknya berpakaian, karena cukup kesulitan memakai pakaiannya sendiri, mengingat dirinya yang sedang hamil sehingga dia tidak leluasa bergerak.
"Makasih banyak kakakku yang paling cantik," ucapnya Senja.
Jingga menoel pipinya Senja," kamu juga cantik bahkan selama hamil, kamu semakin cantik saja," balasnya Jingga.
"Makasih banyak kakak, tapi wajar saja aku dan kakak cantik, kan mama cantik papa juga ganteng, tapi ngomong-ngomong Kakak tidak lama lagi akan menjadi anggota keluarga besar Nasution seperti Bu dokter Hana Aerin," ucapnya Senja seraya bercermin karena ingin melihat penampilannya sebelum turun ke lantai dasar.
Jingga hanya terdiam saja mendengar perkataan dari adiknya itu, semakin hari semakin dekat hari pernikahannya, persiapannya juga sudah dimulai dari beberapa hari yang lalu sejak kepulangan Leo Carlando dan istrinya Aliyah Aziza dari umroh tanah suci Mekah.
Ya Allah kenapa hatiku masih ragu dan bimbang untuk menikah dengan mas Guntur Aswin, tapi tidak mungkin aku membatalkan atau menunda-nunda, pasti mama dan papa akan kecewa padaku.
Senja masih bingung dan kebimbangan beberapa hari ini dan juga muncul keraguan yang selalu menghantuiku hati dan benaknya. Senja mengerutkan keningnya melihat sikap kakak kembarnya itu.
Apa yang telah mengusik ketenangan pikirannya kak Senja, bukannya seharusnya dia bahagia. Tapi, kenapa malah seperti orang yang terlalu berat bebannya saja.
Tok… tok..
__ADS_1
Hingga ketukan pintu terdengar jelas di dalam sana membuat keduanya reflek menolehkan kepalanya ke arah pintu.
"Sen, istriku apa kamu sudah selesai berpakaian? Semua orang sudah bersiap berangkat, sudah hampir jam 9 juga soalnya," teriaknya Kabir dari luar yang berdiri di depan ambang pintu.
Senja segera berjalan cepat ke arah pintu dengan sedikit mengangkat ujung gaunnya yang sebagian menjuntai ke atas lantai. Jingga menghela nafasnya dengan cukup keras, dia gusar dengan kehidupan pribadinya sendiri.
"Yah sabar bang, kami sudah siap kok," balasnya Senja yang sudah memutar kenop pintu kamarnya itu.
Hingga pintu itu terbuka lebar dan terlihatlah senyuman khasnya Kabir Kasyafani Sanders pria yang menjadi suaminya Senja beberapa bulan lalu kurang lebih 11 bulan.
"Bidadari surgaku apa sudah siap ke acara akad nikahnya Adnan Hamesh dan Hana Aerin?" Tanyanya Kabir yang memperlihatkan sisi romantisnya pada istrinya itu.
Bahkan Kabir sama sekali tidak peduli dengan kehadiran Jingga kakak iparnya di dalam sana.
Senja tersipu mendengar perkataan dari Kabir," aku sudah siap suamiku uang yang sangat aku cintai dan sayangi, kamulah raja dihatiku tidak akan terganti hingga maut memisahkan cinta kita berdua di dunia dan akhirat," balasnya Senja.
Jingga hanya menggelengkan kepalanya mendengar kebucinan kedua pasutri itu. Maklumlah sudah hampir setahun menikah, dan mereka dalam penantian menunggu kabar dia akan melahirkan ketiga anaknya dengan selamat.
__ADS_1
Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah ketiga orang yang bergantian menuruni undakan tangga.
"Lihatlah anak mantumu dan putramu Kabir mereka sungguh pasangan yang sangat serasi, Mama berharap pernikahan mereka langgeng hingga kakek nenek, sakinah mawadah warahmah," ucapnya Bu Clara yang sudah berdiri menyambut kedatangan cucu mantunya itu.
"Iya mereka sungguh sangat bahagia melihat mereka seperti ini, aku sebagai bundanya hanya bisa berucap untuk mendoakan kebaikan mereka dan mendukung apapun yang menjadi pilihan mereka," imbuhnya Bu Hanin Mazaya.
"Abbas kamu sangat beruntung akan memiliki calon cucu sekaligus tiga orang, semoga aku juga secepatnya mendapatkan menantu dan istrinya putraku Guntur akan segera menikah juga," pungkasnya pak Albert Nasution.
"Alhamdulillah, itu anugerah yang sangat besar Aku dapatkan diusia ku yang sudah tua ini," ujarnya Pak Abbas Khaier dengan senyuman yang merekah.
Mas Abbas mungkin sudah melupakan jika Kabir bukanlah putra kandungnya sendiri, Tapi dia menganggap putraku bersama dengan abang Danu Triadji adalah putranya, tapi bagiku tidak masalah dengan itu. Berarti anakku Kabir beruntung mendapatkan kasih sayang dari banyak orang.
Aku dulu sudah melarang mas Abbas untuk memakai nama belakangnya, tapi katanya agar semua orang tidak curiga jika Kabir bukanlah putranya dan masa depannya Kabir bisa aman,damai dan tidak terusik dengan kenyataan itu.
Ya Allah sampai kapan aku harus menyimpan rahasia ini, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika Kabir dan yang lainnya mengetahui jika dia hanya anak sambung papanya yang sekarang.
Sedangkan Mas Danu Triadji setiap hari ingin berjumpa dengan anaknya, tapi aku selalu mencari alasan dan cara agar dia tidak mengetahui siapa putra kandungnya.
__ADS_1