Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab.187


__ADS_3

Semua orang tak henti-hentinya mengucap syukur atas kelahiran buah hatinya Senja dan Kabir.


Setelah beberapa saat kemudian, Senja sudah siuman dari pengaruh suntikan bius pada tubuhnya.


Orang yang pertama kali dilihatnya adalah suaminya seorang sedangkan yang lainnya sebagian sudah balik ke rumah masing-masing dan ada yang menjaga anak-anaknya Senja.


"Bang Kabir," lirihnya Senja ketika tersadar setelah beberapa jam sudah dioperasi.


Kabir yang duduk di sofa sambil memainkan benda pipih berbentuk segi panjang itu mengarahkan pandangannya ke arah istrinya. Kabir segera menyimpan ponselnya ke atas meja sofa dan bergegas berjalan ke arah Senja.


"Gimana keadaanmu sayang, apa kamu butuh sesuatu, atau mungkin ada yang ingin kamu makan atau butuhkan?" Tanyanya Kabir yang memberondong begitu banyak pertanyaan yang diajukan oleh suaminya padahal dia baru bangun.


Senja berusaha untuk duduk bersandar, tapi dicegah oleh Kabir suaminya sendiri.


"Apa yang ingin kamu lakukan sayang? Kamu tidak boleh banyak bergerak dulu takutnya jahitan diperutmu terbuka lagi," cegahnya Kabir yang tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk kepada istrinya itu.


"Aku tidak apa-apa kok bang, aku hanya ingin melihat ketiga anak kembar kit" tanyanya Senja yang terpaksa kembali berbaring.


Kabir membantu istrinya memperbaiki posisi baringnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Senja.


"Alhamdulillah mereka bertiga dalam keadaan yang sehat normal dan sempurna tentunya, tapi kamu harus tenang jangan banyak tanya dulu kamu itu butuh istirahat yang cukup apalagi mereka dijagain oleh bunda Hanin dan Mama Aliyah, jadi kamu tidak perlu mencemaskan mereka,apa lagi anak-anak kita adalah anak-anak yang sangat penurut," jelasnya Kabir yang berusaha untuk menasehati istrinya itu.


Senja menitikkan air matanya mendengar perkataan dari suaminya itu,dia mengusap air matanya menggunakan ujung jarinya. Dia terlalu bahagia dan gembira sehingga ia meneteskan air matanya.


Kabir yang melihat apa yang dilakukan oleh istrinya itu mengerutkan keningnya melihat sikap Senja yang tiba-tiba menangis.


"Kamu baik-baik saja kan sayang? Apa ada yang sakit? Aku panggilkan dokter kalau gitu," ucapnya Kabir yang mulai panik dan hendak menekan tombol power untuk memanggil suster untuk segera datang.


Senja memegang tangan kanannya Kabir, "Abang stop! Tidak perlu repot-repot memanggil mereka, aku baik-baik saja kok, hanya saja aku ingin melihat anak-anak kita bang," cegahnya Senja.

__ADS_1


"Kalau gitu aku akan menemui perawat untuk mengantar bayi kita ke sini, asalkan kamu itu berbaring saja dan banyak gerak kamu itu baru saja melahirkan tiga anak-anak kita sekaligus jadi kamu sangat butuh istirahat yang cukup banyak," nasehatnya Kabir.


Senja hanya tersenyum bahagia melihat perhatian suaminya yang begitu tulus mencintainya dan perhatiannya yang membuat Senja bisa tenang dan nyaman beristirahat, apalagi ada begitu banyak yang menjaga anak-anaknya.


Kabir yang hendak menghubungi perawat tidak jadi, karena pintu kamarnya terbuka lebar dari luar dan masuklah beberapa orang yang mendorong box bayi yang di dalamnya berisi anak-anak kembarnya Senja.


"Helo Moms dan Daddy kami ingin bertemu dengan kalian," ucapnya Zania Mirzani yang mendorong box bayi mereka.


"Assalamualaikum mommy Senja dan Dady Kabir, kami ingin bertemu dengan kalian," ucapnya Naysila yang neniru gaya bicaranya anak kecil.


Icha Khaerunisa pun ikut bersama mereka serta ketiga suami mereka pun turut hadir yaitu Fajri Bachan, Hakim Rahman dan Ardian Putra. Ketiganya membawa beberapa barang bawaannya khusus untuk bayi-bayinya Senja.


Senja dan Kabir tersenyum ramah melihat keenam orang sahabatnya mereka. Mereka pun tersenyum penuh kebahagiaan, karena salah satu teman mereka sudah berhasil melahirkan putra putri kembar mereka.


"Selamat yah sayang kamu akhirnya jadi seorang ibu," ucap Icha.


"Alhamdulillah kami sangat gembira ketika mendengar kamu bebs sudah jadi Mama," sahutnya Naysila.


"Makasih banyak bestie, kalian sudah datang membesukku, kalian kenapa meski repot-repot segala bawa hadiah, padahal kalian datang ke sini itu sudah buat aku bahagia," ujarnya Senja.


"Bayimu pantes mendapatkannya, lagian kalau kami enggak bawa hadiah untuk anaknya sang big bos bisa-bisa ada yang marah dan menganggap kami pelit lagi," candanya Icha yang menatap ke arah Kabir.


Senja tersenyum melihat anak-anaknya yang sedang tertidur lelap masing-masing di dalam box bayinya. Putri kembarnya awalnya mereka bersama dalam satu box,tapi setelah hendak dibawah menemui Senja, mereka tidur terpisah.


"Sen, apa kamu sudah menemukan nama yang paling cocok dan pantas untuk mereka?" Tanyanya Vania Larissa yang baru saja muncul di tengah-tengah mereka sehingga semakin ramailah suasana di dalam sana.


Senja tersenyum sambil menyandarkan punggungnya ke headboard ranjangnya.


"Alhamdulillah sudah kalau Abang namanya Gibran Raka Rajendra Kasyafani dan kedua bidadariku namanya Jinan Chairunisa Kasyafani dan Jihan Faizunnisa," jelasnya Senja.

__ADS_1


"Masya Allah nama yang cantik dan bagus semoga saja sifat mereka kelak seperti indahnya nama-nama mereka," ucap Vania Larissa yang tak bosan-bosannya menoel hidungnya Gibran.


"Amin ya rabbal alamin, makasih banyak, sebenarnya othor enggak dapat nama yang bagus, jadi katanya pakai ini saja sudah pusing dengan urusan notifikasi yang belum masuk ke akunnya hehehe, jadi aku putuskan pakai ini saja," ungkapnya Senja.


"Mulai hari ini kami akan sapa kalian dengan Jinan, Jihan dan Gibran yah, semoga kalian menjadi anak yang sholeha dan sholeh menjadi kebanggaan Papa dan Mama kalian yah," ucapnya Zania.


"Amin ya rabbal alamin, kalian memang selalu ada disaat aku bahagia dan sedih, aku semakin tidak bisa menahan tangisanku," ucapnya Senja yang meneteskan air matanya itu.


"Van, Mama Aliyah kemana apa dia sudah balik?" Tanyanya Kabir.


Vania menatap ke arah kakak sepupunya itu," katanya balik ke rumah bang,mau istirahat maklum masih ngidam Tante Aliyah nya, tadi sempat muntah-muntah," jawabnya Vania.


"Memang Mama selama mengandung adik kami kondisinya tidak menentu, apalagi masih muda kandungannya, tapi ngomong-ngomong Nay dan Zan apa sudah ada tanda-tanda kalian akan nyusul kami nih? Lihatlah Icha sudah mau nyusul? Vania juga apa kalian sudah ada tanda-tanda positif?" Tanyanya Senja yang langsung melempar pertanyaan ke tiga orang sahabatnya langsung.


Bukan mereka yang menjawab,malah suami-suami mereka yang membantu menjawab pertanyaan dari Senja.


"Kalau masalah prosesnya dan usaha kami Alhamdulillah on setiap hari, tapi semua kami serahkan pada Allah SWT Sang Maha Pencipta saja,kalau dikasih cepat Alhamdulillah kalau enggak gak apa-apa juga sih," sahutnya Mike Andres suaminya Vania.


Hingga semua orang yang berada di dalam sana sungguh terkejut dengan jawaban ketiga perempuan itu.


"Alhamdulillah kami bertiga sudah positif kok," ucapnya Zania, Naysila dan Vania bersamaan.


Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah ketiga calon mama muda itu.


"Apa?!" Fajri, Mike dan Ardian membelalakkan matanya saking terkejutnya mendengar perkataan dari para istri-istri mereka.


"Wow kalian nikahnya dalam satu bulan sama dan hamilnya pun barengan, Allahu Akbar Allah Maha Besar, selamat yah bebebs," ucapnya syukur Senja yang tidak bisa membayangkan teman-temannya hamilnya berbarengan.


Fajri, Mike dan Ardian sama-sama mendekati istri-istrinya," ya Allah apa yang kalian katakan benar adanya jika kami juga akan segera menjadi bapak?"

__ADS_1


"Insha Allah kalau aku sudah jalan dua bulan lebih, kalau Naysila katanya baru sebulan sedangkan Vania tadi pagi baru ngecek dan hasilnya positif hamil calon anaknya Mike Andreas," ungkapnya Zania.


"Subhanallah, sungguh besar karunia dan anugerah yang Allah SWT berikan pada kita, berarti anak-anakku tidak bakal akan kesepian,malah akan ramai dengan kehadiran buah cinta kalian," ucap Senja yang bibirnya melengkung tersenyum kegirangan saking bahagianya mendengar perkataan dari teman-temannya itu.


__ADS_2