
"Hemph! Benar-benar pasangan cildish," sarkasnya Mike Andres.
Senja segera berhenti meronta, tangisannya pun sudah reda. Dia mulai tidak menggubris segala perkataan yang diucapkan oleh Kabir suaminya.
Hingga matahari hampir turun di peraduannya dan tenggelam di ufuk barat yang memperlihatkan warna jingga. Senja yang menyadari sunset di atas puncak cukup terkejut. Dia menganggap ini pemandangan yang luar biasa indahnya.
Sangat jarang terjadi sunset di daerah perbukitan yang ada di sekitar vila milik suaminya. Kabir yang tidak berada di dalam kamarnya itu tidak mengetahui jika istrinya keluar rumah dan berjalan-jalan di sekitar vila.
Kabir dan kelima asisten pribadinya sekaligus sahabatnya sendiri mengatur segala sesuatu surprise party atas satu tahun pertama pernikahannya.
"Fajri bagaimana dengan undangan beberapa orang, apa kamu sudah menghubungi nama-nama yang ada gi dalam list?" Tanyanya Kabir.
"Alhamdulillah kalau masalah itu sudah rebes bos," balasnya Fajri Bachan.
"Kalau anggota keluarga yang wajib datang, Mike sudah menghubungi mereka juga?"
"Sudah," jawabnya Mike tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar ponselnya itu.
"Ingat baik-baik perketat pengawasan keamanannya, jemput tamu undangan jangan sampai ada yang kesasar," titahnya Kabir.
Fajri, Mike, Arfian Putra, Hakim Rahman, Nurman Kaharu, serta Antonio Basalamah keenam pria itu hanya berdiri mematung menunggu tugas selanjutnya.
"Hakim gimana dengan penata rias dari salon terbaik dan juga desainer langganan kita posisinya sekarang ada dimana?"
Kabir berdiri di depan cermin besar sambil menenggak minuman non alkoholnya yang masih dingin terlihat dari kaca gelas itu yang berembun
"Mereka sudah dalam perjalanan dan saya pastikan mereka sampai sebelum para tamu undangan datang, ketiga temannya Nyonya muda termasuk istriku baru saja sampai Tuan Muda," ungkapnya Hakim Rahman.
"Kalau gitu aku kembali ke kamar dulu, kalian lanjutkan pekerjaan masing-masing, ingat saya tidak ingin ada satupun atau secuil kesalahan yang terjadi!" Kabir segera meninggalkan ruangan dimana keenam sahabatnya berkumpul.
Sepeninggal Kabir semua orang menghabiskan minumannya dan segera bubar dan melanjutkan kegiatannya.
"Wooo vila milik tuan muda Kabir sungguh besar, megah dan mewah, Senja sahabat kita itu sungguh sangat beruntung," pujinya Naysila.
__ADS_1
"Memang pantas Senja mendapatkan segala kebaikan seperti kemewahan, kekayaan dan perhatian yang tulus dari keluarga besar Sanders memang patut diacungi jempol, semoga kita-kita kedepannya mendapatkan mertua yang baik pula, hemp, kalau kamu Icha gimana dengan sikap mertuamu?" Naysila berbicara sambil menarik kopernya.
Icha mengelus perutnya yang sudah mulai buncit," Alhamdulillah aku bersyukur karena, mereka membuka tangannya untuk menerima kehadiranku sebagai menantu di sana, padahal awalnya aku menikah dengan Mas Hakim aku sangat takut dan ragu tapi, selama sebulan penuh ini alangkah nyaman dan enaknya tinggal bersama mereka," balasnya Icha Khaerunisa.
Ketiga perempuan itu berjalan masuk melalui pintu utama, kedatangannya mereka disambut baik dan hangat oleh security yang berjaga di depan pintu.
"Selamat datang Nona-nona cantik, selamat menikmati liburan," ucapnya seorang perempuan cantik sebagai orang yang akan mengantar semua tamu yang datang ke dalam kamar masing-masing.
Hanya kerabat dan anggota keluarga dekat yang diundang disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada. Sedangkan tamu undangan yang hadir lainnya akan menginap di salah satu resort yang tidak jauh dari bangunan vila itu.
Mobil Hana Aerin dan suaminya Adnan Hamesh sudah datang bersamaan dengan kedatangan mobilnya Vania Larissa bersama kelurga besar Nasution termasuk Neneknya Clara.
Sedangkan Guntur Aswin, Jingga Aurora,serta Aliya Azizah dan Leo Carlando pun sudah datang. Termasuk Tante dan pamannya Senja yaitu Lutfi Khaer dan istrinya Serta Bu Sri Indarwati.
Satu persatu tamu undangan telah datang,apa yang terjadi di sekitar area Vila tidak diketahui oleh Senja.
Senja terus berjalan ke arah belakang Vila,dia melihat ada ayunan dia pun duduk di sana tanpa memperhatikan sekitarnya. Padahal sudah banyak keramaian dan kesibukan yang terjadi di sana.
Ya Allah Senja kemana? Kenapa baru beberapa detik aku tinggalkan sudah menghilang.
Kabir segera celingak-celinguk mencari keberadaan dari istrinya itu di atas balkon kamarnya. Hingga siluet seseorang terlihat berkibar diterpa angin sepoi-sepoi yang bertiup di sore hari menjelang magrib itu.
Kabir baru bisa tersenyum lega melihat istrinya dalam keadaan yang baik-baik saja. Dia terlalu khawatir dengan keadaannya Senja apalagi dalam keadaan hamil seperti ini.
Sukur alhamdulilah istriku tidak kenapa-kenapa, aku akan menyusulnya.
Kabir segera berjalan ke arah lemari dan mencari baju hangat yang cukup tebal untuk dipakaikan Kabir ketubuhnya Senja. Kabir segera mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan. Dia terlalu gerah dan tidak bebas bergerak memakai pakaian jas kerjanya.
Senja mengayunkan ayunan itu dengan perlahan, hingga gamis yang dipakainya harus berayun juga seiring irama ayunannya itu.
Beberapa rerumputan ikut melengket di ujung gamisnya yang berwarna cokelat susu itu. Dia cukup menikmati kegiatannya sore hari itu.
Senja menyeka air matanya menetes membasahi pipinya itu, dia sangat sedih dan kecewa jika mengingat kembali beberapa saat sebelum dia dibawa paksa ke area vila itu.
__ADS_1
Senja mengusap wajahnya dengan cukup gusar dan sesekali melap air yang keluar dari lubang hidungnya.
Astaughfirullahaladzim aku terlalu egois dan tidak bisa melihat suamiku tersenyum lebar di depan wanita lainnya.
Kabir segera mempercepat langkahnya menuju ke arah taman bunga yang cukup indah, apalagi terkena terpaan cahaya matahari terbenam sore hari itu.
Entah kenapa kebanyakan perempuan itu tidak mau berbagi suami dengan wanita lain,tapi kenapa malah mengumbar auratnya di depan semua pria yang bukan mahramnya. Bahkan malah mengobral bentuk lekukan dan keseksian tubuhnya.
Kabir hanya geleng-geleng kepala dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Dia tidak habis pikir, kenapa sekarang seolah dunia sudah terbalik.
Sudahlah tugasku hanya menjaga anggota keluargaku dari api neraka terutama istri dan anak-anakku kelak.
Untungnya saya tidak punya saudari kandung perempuan dan hanya punya istri satu dan mama satu jika tidak aku akan bertanggung jawab kepada mereka Du dunia dan akhirat.
Katanya seorang pria akan menanggung tanggung jawabnya di akhirat pada beberapa perempuan yaitu istrinya, mamanya, adik atau kakak perempuannya.
Jadi kalau seorang pria memiliki lebih dari satu orang istri,waduh banyak banget dia akan menanggung dosa dan kesalahannya mereka. Bagaimana sudah yang istrinya lebih dari tiga orang.
Dosa sendiri atas kesalahan dan kekhilafan sulit untuk dihitung, ditambah dari ibu, saudara perempuan dan istri itu sudah woo.
Kabir bergidik ngeri jika bundanya Bu Hanin Mazaya, Senja Starla istrinya dan anak perempuannya kelak salah jalan berarti dia yang akan menanggung dosa-dosa mereka.
Nauzubillah min dzalik ya Allah… jangan Engkau berikan aku cobaan yang berat.
Alhamdulillah untungnya Senja Starla Zain istriku berbeda dengan perempuan seksi seperti misalnya Sonali Khan.
Amit-amit jabang bayi memiliki istri ataupun anggota keluarga yang bersikap liar dan nakal tak terkendali.
Kabir berjalan dengan banyak pemikiran yang berseliweran di dalam kepalanya hingga tanpa disadarinya sudah berdiri di belakang punggung bumil cantik itu.
Kabir segera memakai pakaian hangat ke tubuhnya Senja tanpa meminta izin terlebih dahulu. Senja yang merasakan ada tangan kekar memakaikan pakaian ketubuhnya segera memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia membuang muka, karena dia sangat tahu jelas siapa orang itu.
"Maaf aku tidak butuh perhatian dari suami yang suka mengumbar janji dan senyuman kepada wanita lain," cibirnya Senja.
__ADS_1