Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 78. Senja Yang Diam-diam Perhatian


__ADS_3

Senja kasihan melihat Kabir yang masih mengipas mulutnya yang kepedasan hanya makan sesuap nasi dengan lauk rendang daging.


"Perhatianmu saja kepadaku sudah buat aku sangat bahagia bisa menikahimu," Kabir menatap intens ke arah istrinya dibalik gelas yang dipegangnya itu yang sesekali diteguk isinya.


"Bapak kalau enggak mampu makan makanan yang pedes seperti ini jangan dipaksakan dong pak, kasihan bapak loh kalau harus menderita karena cabai," ketus Senja.


"Maaf saya tidak akan mengulangi lagi untuk makan makanan sejenis ini, aku makan karena terlalu enak aku lihat soalnya," kilahnya Kabir.


Senja segera membersihkan dan merapikan sisa makanannya Kabir dari atas meja.


"Pak Kabir kalau ngantuk silahkan saja rebahan disana, aku masih punya banyak kerjaan yang ingin aku selesaikan," imbuhnya Senja yang segera berdiri sambil kedua tangannya memegangi nampan berisi piring bekas makanannya.


Sebelum Senja pergi,ia berucap kata yang aku membuat Senja tidak percaya dengan semua yang diucapkan oleh Kabir.


"Makasih banyak pakaiannya, aku suka model,kain dan warnanya semuanya sesuai dengan seleraku, masalah pakaian yang terdalam juga cocok ditubihku, tapi ngomong-ngomong kamu tahu dari mana ukurannya? Apa nebak asal atau info dari bunda?" Tanyanya Kabir dengan penuh selidik.


Senja tidak tahu mau berbicara dan menjawab apa dulu," ohh itu a-nu a-ku bertanya sama bunda Hanin kok, tidak mungkin aku bisa nebak dengan asalkan apalagi langsung mengetahui segalanya," sanggahnya Senja yang tidak mungkin berkata jujur dihadapan Kabir.


"Aku sudah tebak dan prediksi kamu akan berbicara seperti itu, tapi aku tidak akan menyerah membuat kamu jatuh cinta padaku, aku akan melakukan apapun itu asalkan kamu mencintaiku hingga kamu tidak sanggup untuk hidup tanpa diriku, aku janjikan akan hal itu," tekadnya Kabir.


"Tapi ngomong-ngomong bapak ambil kuncinya di bawah yah? Karena aku sudah lempar jauh tadi kuncinya loh!?" Terkanya Senja.


"Gimana mungkin aku bisa berganti pakaian jika tidak memakai pakaian yang ada di dalam lemari sana, aku tidak mungkin menelpon bunda Hanin atau asisten pribadiku Farrel jika aku punya banyak pakaian khusus yang disediakan oleh istriku, kalau enggak aku pakai bukannya itu sama saja dengan tidak menghargai pemberianmu," ungkapnya Kabir.


"Ooh gitu," balasnya Senja yang segera meninggalkan Kabir seorang diri di dalam kamar.


Senja perlahan menuruni tangga dan berpapasan dengan mamanya Aliah di atas tangga.


"Apa suamimu sudah makan Nak?" Tanyanya Alia sekedar berbasa-basi saja.


"Alhamdulillah sudah Ma,hanya saja kasihan Pak Kabir,eehh maksudku Bang Kabir kurang suka dan tidak doyan makan makanan yang pedes ma," jelasnya Senja.


"Oh gitu,kalau begitu besok-besok kalau Bu Sita akan masak makanan kedepannya, Mama akan sampaikan untuk mengurangi penggunaan cabai kalau perlu memisahkan makanan untuk Kabir suamimu dan untuk yang lainnya,"

__ADS_1


"Makasih banyak Ma,tapi tidak perlu repot-repot kalau Senja ada di rumah, insha Allah Senja yang akan khusus masakin Abang Kabir saja Ma, aku enggak pengen orang lain menyentuh makanannya suamiku," terangnya Senja sebelum meninggalkan tangga yang mamanya masih berdiri.


Aliya hanya tersipu mendengar perkataan dari putri bungsunya itu," itu ide yang bagus Nak, saya yakin pernikahan kalian akan langgeng tidak seperti mama dulu,tapi ups kok sampai lupa untuk menyampaikan kepada Senja kalau Papa Leo ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian Nak," gumamnya Aliyah sembari menepuk keningnya yang sedikit tertutup hijab itu.


Ternyata pembicaraan ibu dan anak itu terdengar hingga ketelinganya Kabir yang berniat untuk keluar cari angin segar. Ia pun tersenyum penuh arti setelah mendengar penuturan dari istrinya itu.


"Kamu ternyata memperhatikan apa pun itu khusus untukku, makasih banyak walau kamu diam-diam melakukannya, tapi Abang sangat bahagia sayang," cicitnya Kabir.


Senja segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam dapur yang berniat untuk menyampaikan maksudnya itu di depan asisten pembantu rumah tangganya.


Bi Sita dan Mbak Ana paham dengan keinginan dan penjelasan dari Senja. Sehingga mereka akan mengikuti apapun yang diinginkan oleh Senja.


"Sen, apa yang kamu lakukan disini?" Tanyanya Jingga yang baru saja menginjakkan kakinya di dalam area dapur.


Senja menolehkan kepalanya ke arah kakaknya itu sambil tersenyum lebar," eh ini aku lagi coba buat kue puding dikombinasikan dengan buah, katanya bunda Hanin Abang Kabir itu sangat doyan dengan makanan seperti ini." Ungkapnya Senja yang sedang memilih beberapa jenis bahan yang akan dibutuhkannya untuk membuat puding buah.


Jingga mendudukkan dirinya ke atas salah satu kursi meja dapur," Alhamdulillah kalau kamu berniat menyenangkan hati suamimu, pahalanya gede loh kalau kamu ikhlas dan sabar melakukannya," ucapnya Jingga.


Jingga Aurora Ainah yang tersenyum bahagia dengan sikap adiknya walau mengetahui kalau Senja menikah bukan karena alasan cinta tapi demi kedua orangtuanya walau Senja diam seribu bahasa mengenai hal ini.


Jingga pun mengarahkan tatapannya ke arah apa yang dilihatnya Senja," sepertinya ada hal penting yang akan diucapkan oleh Senja tapi nenek dan Mbak Sasmita datang sehingga Senja mengurungkan niatnya itu, tapi kira-kira apa yah yang akan disampaikan oleh Senja, jadi penasaran deh,"


"Hem pengantin baru kita nih seharusnya Du dalam kamar berduaan dan berdiam diri bersama suaminya malah di dapur memakai celemek dan sibuk memasak," candanya Sasmita kakak sepupunya Senja yang juga calon tantenya sendiri.


"Hehehe calon Tante muda, gerah dalam kamar Mbak, penat juga berlama-lama di dalam kamar karena enggak ngantuk jadi manfaatkan waktu luang untuk buat kue kesukaan suami saja mumpung masih libur kuliah juga jadi kenapa enggak nyenengin hati suami, apalagi kata kak Jingga itu pahalanya sungguh sangat besar," balasnya Senja yang menggerakkan tangannya seolah menunjukkan sesuatu yang besar kehadapan tiga perempuan beda generasi itu.


Bu Masitah tersenyum bahagia mendengar perkataan dari cucu keduanya itu," Alhamdulillah ini hal positif yang terus kamu kembangkan dan pertahankan Nak, kakek juga dulu itu tidak mau makan kalau bukan masakan nenek sendiri bahkan waktu di Malaysia kalau kakek berangkat kerja pasti bawa bekal dari rumah," ungkap Bu Sita yang ikut menghempaskan bokongnya ke atas kursi.


"Hum sepertinya patut dicontoh nih sikapnya Senja, tapi aku kurang mengerti dan paham dengan apa saja makanan yang disukai mas Luthfi karena hampir semua makanan disukai dan dimakan oleh mas Lutfi," Sasmita terkekeh mendengar perkataannya sendiri mengenai calon suaminya itu.


"Ngomong-ngomong kenapa nikahnya ditunda sih Mbak, lihat Senja masa sih kalian didahului oleh Senja yang tidak pernah mengatakan sebelumnya akan menikah muda," tukasnya Jingga sembari menuang minuman jus jeruk dingin ke dalam gelas kedua orang yang baru datang itu.


Perbincangan santai terjadi di dapur sambil Senja terus melanjutkan pekerjaannya membuat puding buah khusus dan spesial untuk suaminya seorang.

__ADS_1


"Aku ingin menyampaikan kepada Jingga rencana dan niatku ini, tapi kendala Nenek dan Mbak Sasmita keburu datang soalnya, jadi gagal kalau begitu aku langsung saja menjalankan rencana ku itu tanpa diketahui oleh siapapun," Senja menghela nafasnya dengan cukup panjang.


Berselang beberapa menit kemudian, Senja dan yang lainnya segera berjalan ke arah ruangan tengah. Karena kedua orang tuanya yaitu Aliya Azizah dan Leo Carlando Zain akan menyampaikan hal yang sangat penting.


Kabir, Alia, Leo, Bu Aisyah, kedua anaknya Amirah dan Zakir Zainal serta beberapa Tante dan pamannya yang belum balik ke kampung halamannya karena menunggu sampai hari minggu acara resepsi pernikahan Senja.


"Maafkan saya mengundang kalian semua karena saya ingin menyampaikan niat kami yaitu saya dan Aliah," ucapannya terhenti sesaat sambil mengecup punggung tangannya Aliah di depan orang lain.


Kabir dan Senja saling duduk berdampingan satu sama lainnya hingga mereka berdempetan karena cukup sesak banyak orang.


"Rencananya kami akan kembali menikah ulang untuk rujuk, tapi setelah kami rujuk kami berencana akan ke Mekah umroh dan setelah itu kami akan ke Korea Selatan Seoul untuk melaksanakan bulan madu yang sempat tertunda lebih sepuluh tahun lamanya," tuturnya Pak Leo.


"Masya Allah papa itu rencana pernikahan yang luar biasa di sweetnya, kami pasti merestui papa dan mama agar kembali seperti dulu lagi, iya kan Jingga?" Ucapnya Senja yang sangat antusias dengan rencana kedua orang tuanya itu.


"Apa kamu juga pengen ke luar negeri untuk honeymoon sayang?" Tanyanya Kabir yang langsung memotong pembicaraan Senja.


Senja menatap ke arah suaminya itu," hehe kepengen sih Abang tapi untuk sementara waktu karena perkuliahan semakin padat apalagi menghitung hari saja saya akan segera magang sehingga rencana Abang untuk sementara dipending dulu," tampiknya Senja yang memegangi tangannya Kabir kembali ke mode seperti semula jika berada di hadapan orang lain.


Semua orang menatap ke arah kedua pengantin baru tersebut. Hingga Zaky segera membuka suara melihat keintiman dan keromantisannya itu di depan orang lain.


"Ya Allah so sweetnya Senja dan bang Kabir, coba aku juga punya kekasih pasti akan aku segera lamar dan juga menikah, sayangnya tidak ada yang tertarik padaku," ucapnya memelas dari Zacky Zainal.


"Ish… ish Abang Zacky bukannya ada seorang sekretaris cantik di tempat kerjanya Abang yang suka sama Abang, Abang saja yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak dapat peduli dan membalas cinta sang perempuan," cercanya Amirah adiknya sendiri.


Zacky menutup mulut adiknya karena membuka rahasianya yang tidak ingin ketahuan oleh orang lain.


Amirah berusaha untuk membuka tangannya Zacky yang menyumbat mulutnya Amirah, "Abang jangan seperti ini, uihh... buka namanya Syifani," ucapnya Amirah yang kurang jelas cara ngomongnya karena tersumbat mulutnya dengan telapak tangannya Zacky.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perdebatan kedua adik kakak tersebut. Kabir sangat menyukai sikapnya Senja yang bermanja-manja dan penuh perhatian serta tak sungkan dan segan-segan menunjukkan kemesraannya di depan orang lain.


"Ya Allah sungguh betapa bahagianya hatiku dan sempurnalah pernikahanku jika Senja selalu bersikap seperti ini, tapi aku sudah cukup bahagia dengan segala perhatian yang diberikan oleh Senja padaku walau harus diam-diam di belakangku, Senja Starla Airen Zain aku akan membuat kau jatuh cinta padaku hingga kamu kesulitan untuk hidup tanpa diriku,"


Ingat yah akan ada beberapa pembaca setia yang akan dapat give away tapi nanti author g a j i a n yah.. hehehe

__ADS_1


syaratnya harus dan wajib baca, like, komentar setiap babnya, vote, kalau poin punya silahkan berbagi untuk pamanmu adalah jodohku.


__ADS_2