Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 9. Kedatangan Tetangga Baru


__ADS_3

Aliya segera meraih bakul sayur dan buah-buahannya kemudian berjalan cepat ke arah dalam rumahnya itu.


"Setiap hari mulai detik ini saya akan datang untuk membuat kamu menyesali ketidakberdayaanmu sebagai seorang istri yang tidak mampu memberikan anak laki-laki untuk mas Leo," Adinda menatap penuh misteri ke arah punggung Aliya yang semakin tidak kelihatan.


Leo diam-diam memperhatikan apa yang keduanya lakukan melalui balik tirai gorden jendela kamarnya.


"Kenapa dia meski datang kesini, apa tujuan sebenarnya datang? Padahal aku sudah mengatakan padanya dekati kedua anak-anakku dan juga Istriku tapi, jangan sekali-kali menyakitinya, kalau seperti ini aku harus memberikan ketegasan kepadanya," Leo buru-buru berjalan ke arah pintu keluar kamarnya karena ingin bergegas meninggalkan rumahnya.


Alia yang tanpa sengaja melihat suaminya itu berjalan tergesa-gesa membuatnya mengernyitkan dahinya.


"Mas Leo, sudah bangun rupanya, aku siapkan sarapannya dulu yah Mas," ucapnya Aliya yang berjalan ke arah dapur karena ingin menyimpan peralatan berkebun ya.


Leo berjalan mengikuti langkah kakinya Aliya dan menarik tangannya Aliya hingga tubuhnya Aliya tertarik kuat hingga tubuhnya mereka berdempetan.


"Sayang, aahh!!" Aliya spontan berteriak kencang saking kencangnya hingga suaranya melengking sampai keluar rumah.


Seorang tamu tak diundang yang datang bertamu pagi-pagi sekali kebetulan berjalan pelan, ia masih berada dalam sekitar pagar rumahnya Aliya melihat dan mendengar jelas apa yang dilakukan oleh kedua pasangan suami istri itu. Pintu berdaun satu itu belum tertutup rapat sehingga kedua pasangan matanya melihat langsung apa yang dilakukan keduanya.


Leo menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya Aliya," jangan berteriak-teriak seperti itu sayang, cukup teriakan seperti ini di atas ranjang saja dan cukup mas saja yang dengarnya," ujarnya Leo membuat Aliya menurut dan refleks terdiam.

__ADS_1


Leo menarik tubuhnya Aliya hingga mereka semakin berdekatan," suamiku sudah pagi loh,apa mas Leo enggak mau berangkat kerja?"


Leo membungkam mulutnya Aliya dengan bibirnya sendiri, Leo mee luuu maaat bibir kenyal lembut itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Aliya mengalungkan kedua tangannya di lehernya Leo. Mereka menikmati keindahan suasana syahdu pagi itu.


Seorang perempuan hamil tidak jauh dari tempat mereka berdiri mengeratkan genggaman tangannya itu, hingga gemelatuk giginya terdengar.


"Ternyata uang, kasih sayang dan perhatian yang aku berikan padanya tidak mampu sepenuhnya aku miliki,tapi bukan Adinda Hanum Salsabiela namaku jika aku tidak menaklukkan Mas Leo dalam pelukanku!" Geramnya Adinda.


Adinda yang terbakar api cemburu segera meninggalkan halaman rumahnya Aliya yang sederhana itu, tapi kaya akan cinta dan kasih sayang serta rasa sukur yang berlebih di dalamnya.


"Aliya Azizah Humairah nikmati kebahagiaan kalian berdua karena aku akan menjadi duri dalam daging rumah tangga kalian," umpatnya Adinda.


Aliya dan Leo terbuai dalam kesyahduan pagi itu," Mas Leo stop dong, aku bau keringat loh lihat pakaianku basah semua, Mas kan baru hari pertama kerja jadi jangan ini aah," ucapnya Aliya yang kegelian dengan perlakuan suaminya itu.


Aliya tersenyum sumringah bahagia mendengar pujian dari mulut suaminya itu, wajahnya langsung memerah merona hingga hampir menyerupai buah tomat matang saja.


Leo menangkupkan dagunya Aliya hingga wajahnya terangkat ke atas, "Mas suka sekali melihat wajahmu yang memerah seperti ini, mas minta padamu tetaplah mendampingiku dan mencintaiku seumur hidupnya Mas apapun yang terjadi, aku mohon berjanjilah padaku," ucapannya Leo terpotong ia langsung berlutut di hadapannya Aliya yang hanya memakai daster batik tulis Madura itu yang selalu menjadi ciri khasnya dalam berpenampilan.


Aliya berusaha untuk membantu suaminya berdiri," Mas jangan seperti ini, saya tidak mau Mas berlutut di depanku ini tidak boleh mas lagi lakukan,"

__ADS_1


Leo mengecup punggung tangannya Aliya, "Aliya berjanjilah padaku masalah apapun yang rumah tangga kita hadapi kedepannya,saya berharap kamu selalu berada di sisiku dalam suka maupun dukaku, tetaplah mencintaiku dan hidup disisiku istriku, sejujurnya hal yang paling aku takutkan dalam hidupku adalah kamu pergi meninggalkanku, aku mohon berjanjilah!"


Aliya tanpa ragu dan banyak pikiran Aliya pun menyanggupi permintaan dari suaminya itu, yang memintanya untuk berjanji selalu setia menemaninya melewati sedih, senang dan lika liku kehidupannya.


Aliya mengangkat dua jempolnya ke atas untuk meyakinkan Leo, "Saya Aliya Aziza Humaira berjanji pada Leo Khalid Pratama akan selalu mendampingi hidupnya, dalam suka maupun duka, dalam keadaan apapun tidak akan pernah meninggalkan Leo untuk selamanya kecuali jika Allah SWT yang berkehendak memisahkan kami semua dengan kematian tapi harapku dan pintaku adalah kami kelak bertemu dan dipersatukan di surganya Allah SWT," jelasnya Alia dengan setulus hatinya tanpa ada paksaan yang membuatnya berkata seperti itu.


Leo berdiri dari berlututnya dan menarik tubuhnya Alia ke dalam dekapan hangat pelukannya itu.


"Makasih banyak sayang, aku semakin jatuh cinta padamu hingga berulang kali," ucap Leo lagi.


"Mas Leo memang semakin jago ngegombalnya, inilah yang membuat aku tidak akan mampu untuk berhenti mencintaimu suamiku," imbuhnya Aliya.


Leo tanpa ragu langsung menggendong tubuhnya Alia ala bridal style," ah!! Mas Leo Khalid Pratama! Teriaknya Aliya yang takut jika akan terlepas dalam pelukannya Leo hingga terjatuh.


Leo hanya tertawa terbahak-bahak melihat reaksinya Aliah," istriku seperti baru saja aku gendong padahal, ini bukan pertama kalinya loh aku gendong kamu," tampiknya Leo.


Aliya tertawa cengengesan menanggapi perkataan dari suaminya itu," tapi aku takut saja Mas, lagian takut itu wajar dan manusiawi banget kan," pungkasnya Aliyah.


Leo segera membaringkan tubuhnya Alia ke atas ranjangnya itu, Leo berjalan ke arah luar untuk menutup rapat-rapat pintunya. Tapi,netra hitamnya bak elang itu melihat seseorang yang berdiri di sekitar pagar rumahnya sejak tadi memperhatikannya

__ADS_1


"Adinda maaf awalnya aku tertarik dan mulai menyukaimu,tapi semakin kesini entah kenapa rasa cinta ini perlahan semakin memudar saja tapi dengan Aliya aku sama sekali tidak merasakan hal itu malahan semakin jatuh cinta padanya berkali-kali banyaknya, maaf Adinda memang awal kita menikah juga karena aku hanya kasihan dan iba dengan nasibmu dulu," Leo menatap sendu ke arah Adinda.


Leo menutup rapat pintu kamarnya juga,ia ingin membahagiakan dirinya sendiri dan juga istrinya sebelum berangkat ke tempat kerjanya. Leo tidak ingin bergantung terus kepada Adinda yang beberapa bulan ini membiayai dirinya,kedua anak kembarnya Jingga dan Senja serta istrinya Aliya.


__ADS_2