Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 159


__ADS_3

Zania, Naysila melototkan matanya mendengar perkataan dari Senja yang mengatakan bahwa Icha temannya sedang hamil tiga bulan tanpa suami.


"Senja a-pa mak-sudnya ini katakan pada kami dan berterus terang saja, apa maksudnya kamu mengatakan jika Icha hamil! Apa kamu tidak salah bicara, Icha itu masih gadis yang baik, sopan bukan gadis nakal jadi apa yang kamu katakan itu pasti salah besar," sanggahannya Zania.


Hakim Rahman sama sekali tidak berbicara tetapi hanya menjadi pendengar setia saja tanpa berusaha untuk menanggapi perkataannya semua perempuan yang ada di sana. Naysila memegangi tangannya Zania sembari menggelengkan kepalanya itu.


"Za, aku yakin dan percaya dengan perkataannya Senja,coba kamu perhatikan wajahnya Icha yang pucat seperti perempuan yang sedang tidak sehat, kedua bentuk tubuhnya juga berubah, ketiga adalah pernah mual-mual dan pingsan,apa kamu sudah melupakan semua itu," ujarnya Naysila Hermasyah yang mengecilkan suaranya karena malu.


"Maaf sebenarnya saya tidak ingin seperti ini, tapi saya sudah meminta kalian secara baik-baik untuk berbicara tetapi tidak ada yang mendengarkan perkataanku, maafkan saya yang sudah membongkar aib saudariku sendiri, aku tidak sanggup melihat Icha terus sedih, apalagi mamanya dengan Makasar menitipkan Icha pada mama, tapi kami sudah lalai menjaga Icha," ratapnya Senja dengan suara yang lirih dan bergetar hebat dalam tangisannya.


Kabir segera memeluk tubuhnya Senja yang semakin sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.


"Hakim Rahman saya sebagai sahabatmu, saya minta padamu untuk jujur dan katakan pada kami apa kamu benar yang melakukannya?" Tanyanya Kabir.


Untungnya meja makan yang mereka duduki delapan orang itu cukup berjauhan dengan keramaian sehingga mereka cukup bebas berbicara serius.


Zania Mirzani menatap tajam ke arah Hakim Rahman," aku tidak menyangka jika kamu pimpinan kami di perusahaan yang sangat kami hargai dan hormati, tapi ternyata kamu lebih brengsek dan lebih luknut dibanding pria Casanova lainnya di luar sana!" Geramnya Zania dengan menggenggam kuat gelas yang berisi air berwarna merah itu.

__ADS_1


Hakim Rahman akhirnya angkat bicara," kami melakukannya tanpa sengaja, kami waktu itu sama-sama mabuk setelah menghadiri perjamuan kolega bisnis dari Italia waktu itu, Icha bukan perempuan nakal atau pun bin*l seperti anggapan kalian, tapi aku tidak menyangka jika kejadian ini akan membuat kami terperangkap pada masalah yang sangat rumit," ungkapnya Hakim Rahman seraya membuang nafasnya dengan sangat gusar.


Icha semakin mengeraskan suara tangisannya itu, bukannya berbicara melainkan semakin mengeraskan suara tangisannya itu.


"Icha stop!! Jangan mengeraskan suara tangisanmu percuma kamu seperti ini, sebaiknya kamu jujur saja apa yang terjadi padamu dan kenapa kamu bisa dengan mudahnya kamu dihamili oleh pak Hakim Rahman!" Kesalnya Naysila.


"Maafkan aku ini semua salahku, karena aku tidak mencegah klien kita itu untuk memberikan minuman beralkohol itu sebagai tanda rasa hormat kami pada klien kita dari Roma, tapi malah berakhir di atas ranjang hotel, ini semua kesalahan aku padanya " jelasnya Icha yang berusaha untuk memberanikan dirinya sendiri untuk berkata jujur.


Senja dan Kabir serta Ardian Putra serta Fajri Bachan hanya menyantap makanannya serta minumannya tanpa ikut lagi menimpali percakapan mereka.


"Jadi apa kehamilan Ica ini hanya karena kesalahannya Ica semata! Sehingga anda akan terbebas dari rasa bersalah dan tanggung jawab! Kalau aku jadi Icha aku akan menuntut Anda untuk bertanggung jawab bukannya merahasiakan saja dan tidak berbuat apa-apa untuk memintanya bertanggung jawab atas perbuatannya," kesalnya Naysila.


Sedangkan Fajri tersenyum bahagia setelah mendengar perkataan dari perempuan yang sudah memberikan keindahan di dalam hidupnya itu.


Perbincangan mereka semakin memanas, ketika Hakim Rahman mengatakan jika dia tidak mungkin menikahi Ica karena dua hari lagi dia akan menikahi perempuan pilihan kedua orang tuanya.


"Maaf saya tidak mungkin menikahi Ica kecuali kalau dia ingin menjadi istri siriku saja, kalau masalah biaya hidup untuk anak yang didalam kandungannya aku pasti akan membiayainya dari sekarang, lahiran hingga dia besar nanti, kalau dia menerima jalan keluar yang aku pilih ini maka masalahnya bisa kelar," ujarnya Hakim Rahman.

__ADS_1


Semua orang berdecak kesal saking jengkelnya melihat dan mendengar sikapnya Hakim Rahman.


Senja mengarahkan tatapannya ke arah Ica bergantian dengan Hakim,"Kalau menurut aku tanyakan pada Ica saja apa yang akan dia lakukan kedepannya, apakah dia setuju atau tidak karena keputusannya ada pada Icha sendiri,"


"Kalau aku yah aku akan menentang dan membatalkan rencana perjodohan ini, karena kamu tidak menyukai perempuan itu, malahan perempuan yang kau sayangi adalah perempuan yang sudah kamu hamili tapi kamu terlalu gengsi untuk mengakui dan tidak berani untuk menolak dan berbicara jujur kepada kedua orang tuamu, kamu laki-laki yang pengecut dan penakut!" Kabir memutar-mutar gelas minumannya dengan tersenyum penuh arti ke arahnya Hakim Rahman.


Icha mendongakkan kepalanya ke arah Hakim pria yang sejak awal mereka bertemu sudah disukainya, dicintainya dan disayanginya sehingga ketika kehormatannya direnggut oleh Hakim Rahman tanpa marah, kecewa ataupun menuntut apapun pada Hakim.


Bahkan Ica sudah memutuskan untuk mengandung, melahirkan anaknya dan membesarkannya tanpa berniat untuk membebani Hakim.


Apa benar yang dikatakan oleh tuan muda Kabir jika Mas Hakim juga mencintaiku, tapi apa jangan-jangan aku hanya salah dengar saja.


Semua orang terdiam dan kembali menyantap hidangan makanan yang sudah mulai dingin, karena mereka sibuk berbicara saja tanpa berniat untuk menyentuh makanannya.


"Bang Kabir suamiku tersayang, saya pengen makan soto Betawi apa ada gak di menu makanan siang hari ini?"tanyanya Senja yang bernada permintaan itu.


Kabir menoel hidungnya Senja yang mancung nan bangir itu," kalau enggak tersedia dalam meja di sini, suamimu ini akan segera pergi mencarinya di luar, karena bagiku apapun itu asalkan kamu yang mau akan Abang penuhi walau itu sangat rumit," imbuhnya Kabir Kasyafani.

__ADS_1


"Masya Allah kedua pasutri ini kembali mempertontonkan adegan kemesraan dan kebucinan kalian lagi, sejujurnya kami sangat bahagia karena semoga saja Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kedua pasangan ini, sweet banget malah," pujinya Fajri Bachan yang baru saja ikut menimpali percakapan mereka.


Aku hadir dalam dirimu karena kamu adalah alasan setiap bahagiaku di dunia.


__ADS_2