
Senja memegangi tangannya Kabir yang memeluknya. Senja awalnya takut terjadi sesuatu pada kandungan dan calon anaknya. Tapi, setelah tertolong dengan penuh dramatis, dia bisa tersenyum lega.
Untungnya Senja memiliki sedikit kemampuan dalam bela diri sehingga tidak menyulitkan dirinya untuk meladeni permainannya Kabir dalam menyelamatkannya.
Senja menangis tersedu-sedu mendengar perkataannya Kabir. Dia terlalu bahagia melihat suaminya sudah balik ke Indonesia selama kurang lebih tiga bulan menetap di New York City Amerika Serikat.
"Hiks… hiks.."
Suara isak tangisnya terdengar begitu jelas di telinganya Kabir, sehingga Kabir mengerutkan keningnya mendengar suara tangisannya istrinya itu.
Kabir segera memutar tubuhnya Senja dengan pelan Kabir menangkupkan kedua tangannya di dagunya Senja yang sudah berlinang air matanya.
"Sayang kamu kenapa? Apa kamu tidak bahagia bertemu dengan suamimu ini?" Tanyanya Kabir.
Senja yang menundukkan wajahnya mendongakkan kepalanya ke arah suaminya itu. Bibirnya bergetar, hidungnya kembang kempis menangis.
Kabir memeluk erat tubuh istrinya dengan tangannya tetap di dagunya Senja, "Abang sangat bahagia bisa bertemu denganmu, kamu tahu tidak jika abang terlalu egois hingga meninggalkan kamu begitu lamanya, padahal abang sangat tersiksa dengan pilihanku sendiri untuk meninggalkan kamu," ungkapnya Kabir.
Kabir menyeka air matanya Senja yang terus menetes membasahi pipinya itu yang lebih nampak berisi dan chubby. Senja tak mampu berucap sepatah katapun, dia hanya menatap nanar suaminya itu tanpa sepatah katapun.
Kabir mengelus perutnya Senja yang semakin membuncit diusia kehamilannya empat bulan itu. Kabir tersenyum sumringah ketika mengelus perutnya Senja dan mendapatkan respon tanggapan dari ketiga calon bayinya itu.
"Masya Allah.. Hey! Istriku anakku menendangku loh," ucapnya Kabir dengan hebohnya.
Karena teriakannya Senja yang cukup menggema di sekitar parkiran rumah sakit, membuat beberapa orang berdatangan dan berkerumun menyaksikan apa yang kedua pasangan suami istri itu lakukan. Apa yang mereka lakukan menjadi tontonan dari semua orang yang terkejut melihat dan juga mendengar seorang ibu hamil yang hampir terjatuh.
Kabir reflek berlutut di hadapannya Senja dan mendekatkan wajahnya ke perutnya Senja untuk mendengar langsung dan merasakan gerakan dari calon bayinya itu.
__ADS_1
"Subhanallah dia goyang lagi, dia menendangku, lihatlah babyku bereaksi setiap kali aku menyentuhnya," teriaknya Kabir yang sangat antusias.
Senja hanya tersenyum simpul menanggapi sikapnya Kabir yang tidak menyangka jika akan mengalami hal semacam ini dihari pertama kedatangannya kembali ke Jakarta.
"Apa kamu sudah memeriksa calon bayi kita Sen? Apa yang dikatakan oleh dokter dan bagaimana dia di dalam sana apa baik-baik saja? Kamu juga sehat kan?" Tanya Kabir dengan beruntun yang mulai khawatir dengan kondisi bayinya dan juga Senja.
"Bukan dia bang tapi mereka alhamdulilah dalam keadaan yang sangat baik dan dia selalu mencari papinya dan merindukan kedatangan dan kehadiran papinya itu," ujarnya Senja.
Kabir mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Senja," mak-sudnya a-pa, mereka apa saya tidak mengerti dengan perkataanmu ini?" Kabir kebingungan dengan ucapannya Senja yang mengatakan mereka.
Senja membantu suaminya untuk berdiri karena merasa tidak enak sudah ditonton dan dilihat langsung oleh banyak orang, "Abang berdiri yuk kita bicaranya di dalam mobil atau di rumah saja enggak enak dilihatin orang-orang seperti ini," ucap Senja.
Kabir pun mengedarkan penglihatannya ke sekelilingnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, karena ia cukup malu dengan apa yang sudah diperbuatnya.
"Tapi jawab dulu pertanyaannya Abang,apa arti dari kata mereka, apa jangan-jangan kamu hamil anak kembar seperti bunda dan kamu sendiri yang terlahir ke dunia ini dengan mempunyai saudari kembar?" Tanya Kabir yang memegangi kedua sisi lengannya Senja.
Kabir cengengesan ketika tersadar jika sudah banyak orang yang berkerumun menyaksikan mereka.
"Maafkan kami karena sudah menganggu kenyamanan kalian semua," ujarnya Kabir yang tersenyum lebar.
Semua orang hanya membalas senyumannya Kabir dengan senyuman pula.
"Santai saja bung biasa memang terjadi seperti ini, aku juga dulu ketika mengetahui istriku hamil aku sampai berteriak-teriak kencang saking bahagianya diriku," imbuhnya seorang pria yang lebih tua kelihatannya dari Kabir.
Seorang pria ikut berbicara menimpali pembicaraan mereka, "Sama saya juga ketika istriku melahirkan anak kedua kami yang berjenis kelamin laki-laki sungguh saya merasa sudah lengkap dan sempurna saking bahagianya diriku ini mendapatkan sepasang anak perempuan dan laki-laki sehingga aku mengatakan kepada istriku stop sudah kamu hamil anak pertama dan kedua kita sudah sepasang," jelasnya pria itu juga yang dari raut wajahnya kelihatan kebahagiaan itu.
"Bang Kabir apa boleh kita lanjutkan pembahasan kita ini di dalam mobil saja soalnya aku sudah capek dan juga lapar," tuturnya Senja dengan malu-malu.
__ADS_1
Kabir sedari tadi menggenggam tangannya Senja dan tidak pernah melepaskan sedikitpun tangan perempuan yang sangat dicintainya itu sepenuh hati dan setulus jiwanya.
"Antoni kamu bawa pulang mobilnya Nyonya Muda, saya yang akan mengemudikan sendiri mobilku bersama istriku ke rumah utama untuk menyampaikan kabar gembira jika istriku hamil anak kembar, katakan pada chef jika Senja istriku ingin makan masak makanan yang paling lezat khusus untuk ibu hamil yang kandungan gizi dan vitaminnya haruslah banyak," perintah Kabir.
Antoni segera menundukkan sedikit tubuhnya itu sebelum membalas perkataan dari atasannya itu.
"Perintah Anda siap dilaksanakan," balasnya pria yang disapa Antonio.
"Kamu Mike tolong hubungi bunda Hanin Mazaya untuk segera datang ke rumahnya Nenek Clara, sampaikan kepada beliau jika saya sudah balik dari USA dan ingin bertemu dengannya," pintanya Kabir sebelum berjalan ke arah mobilnya.
"Siap Tuan Muda Kabir," balasnya Mike Andres.
Kabir segera membukakan pintu mobil bagian kanannya, karena setir mobilnya berada di bagian kiri.
"Silahkan masuk ratuku bidadari surgaku," tuturnya Kabir lagi yang membuat Senja tersenyum manis saking bahagianya diperlakukan seperti itu.
Ya Allah hari ini sungguh luar biasa yang terjadi dalam hidupku, dimana aku negatif tidak mengidap penyakit kanker darah leukimia yang sangat mematikan, berita kedua calon babyku kembarku ada tiga orang insya Allah, dan berita paling membahagiakan adalah suamiku sudah pulang dan dia sama sekali tidak marah padaku seperti dahulu ketika dia pergi meninggalkan aku seorang.
"Kok kamu terdiam, apa kamu tidak menyukai memakai mobil seperti ini, atau kamu enggak nyaman dengan mobilku ini?" Tanyanya Kabir yang merasa Senja terdiam melamun karena melihat mobil balap yang dipakainya itu.
"Ehh bukan itu kok bang, hanya saja saya merasa jika hari ini sungguh banyak kejutan dan surprise dan berkah serta anugerah yang aku dapatkan, aku tidak bisa berkata-kata lagi saking bahagianya diriku ini," jelasnya Senja.
"Kalau begitu kita balik secepatnya ke rumah, sudah mau masuk waktu magrib juga," imbuhnya Kabir.
Senja segera masuk ke dalam mobil dan semua orang sudah bubar kembali ke aktifitas mereka masing-masing setelah menjadi saksi dari drama kolosal rumtang yang sungguh luar biasa sempurna.
Awal bulan 9 masih ada bonus baca khusus untuk Readers setia yah yang paling konsisten dukung kedua novelku. Belum Berakhir dan Satu Atap dua hati.
__ADS_1