
Alia tidak menduga jika pertemuannya dengan Leo Carlando Zain dengan istrinya kembali setelah beberapa tahun terganggu dengan kehadiran sosok pria yang tidak pernah surut rasa ingin mendapatkan Aliya menjadi istri sekaligus pendamping hidupnya.
Aliya menautkan kedua alisnya melihat pria yang sebenarnya sangat dihindari untuk berjumpa dengannya, "Abang aku juga heran loh bisa bertemu dengan Abang di sini, tapi ngomong-ngomong soal bertemu kok Abang ada disini, ngomong-ngomong bareng sama siapa?" tanyanya Aliah sembari celingak-celinguk mencari keberadaan siapa pun yang bersama dengan Salim.
Alia berharap agar Salim sudah bertemu dengan wanita yang cocok dan jodohnya agar dia tidak lagi terus dikejar oleh Salim. Alia memang tidak memiliki suami, tapi tidak berniat untuk menjalin hubungan dengan laki-laki manapun.
Leo menatap intens ke arah pria yang disapa Salim Kamal Asegaf itu. Dia memperhatikan dengan seksama dan bertanya-tanya tentang siapa sosok pria yang telah mengganggu pertemuannya itu.
Apakah pria ini adalah kenalannya Aliah istriku, karena sejak dia datang ke sini dia selalu memperhatikan gerak geriknya Aliah.
Entah kenapa aku berasa dia menyukai Alia istriku, apa sebaiknya saya harus waspada dengan pria ini agar saya masih memiliki kesempatan untuk kembali rujuk dengan Aliyah.
Kecuali kalau Aliya sendiri telah menggugat dan melayangkan perceraian barulah aku mundur dan menjauh dari kehidupannya Alia.
Apa yang dilakukan oleh Leo sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh Samil. Mereka sama-sama saling mengamati satu sama lainnya. Seolah mereka mengamati kekurangan dan kelebihan dari saingan dan rival cinta mereka.
Siapa pria yang ditemui oleh Aliya kalau aku perhatikan sepertinya hubungan mereka tidak biasa.
Siapa sebenarnya pria ini, entah kenapa aku merasa mendapatkan saingan yang begitu sulit dan kuat aku lawan.
Aliya sama sekali tidak mengetahui perang dingin yang terjadi antara dua sosok pria yang satunya duduk di depannya dan satunya lagi berdiri di samping kanannya Aliah.
"Hemph!! Mas perkenalkan ini Abang Salim Kamal Asegaf pengusaha tekstil dari Banjarmasin Kalimantan Selatan orang yang selalu mensuplai beberapa barang pakaian di tokoku," ucapnya Alia memperkenalkan Salim terlebih dahulu kepada Leo.
Salim dengan pedenya dan penuh keyakinan, karena merasa dirinya diperkenalkan terlebih dahulu sehingga menganggap dirinya sangat istimewa sehingga dia lah yang terlebih dahulu diperkenalkan lebih awal.
Salim mengulurkan tangannya ke hadapan Leo, Leo pun menyambut uluran tangannya Salim dengan tak lupa berdiri juga di posisinya semula.
__ADS_1
"Salim Kamal Asegaf sahabat dekatnya Aliya sekaligus calon suaminya," ujarnya Salim dengan penuh kepercayaan diri.
Leo pun mengulurkan tangan kanannya tanpa ekspresi apapun, dia berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan perasaan penasarannya terhadap pria yang nantinya kedepannya akan menjadi saingan terberatnya.
Aliya merasa ada ketegangan yang terjadi diantara kedua pria dewasa itu, "Bang perkenalkan dia Leo Carlando Zain Pratama papanya si kembar Senja dan Jingga putriku," jelasnya Aliah.
Aliah menjelaskanya tanpa ragu sedikitpun memperkenalkan suaminya di hadapan Salim padahal jelas-jelas tadi menolak mentah-mentah untuk rujuk kembali dengan Leo.
Leo spontan mengalihkan perhatiannya ke arah Alia dan bergantian dengan Salim Kamal.
"Apakah aku hanya sedang bermimpi jika Alia menjelaskan secara gamblang jika aku adalah suaminya papa dari kedua anak kembarnya," Leo tersenyum simpul menanggapi perkataannya Aliah yang sama sekali tidak disangka-sangkanya.
Salim tidak menduga akhirnya dipertemukan juga dengan pria yang tega meninggalkan dan menduakan cintanya perempuan yang begitu tulus dicintainya itu.
"Ihh ini pria yang begitu tega mengkhianati cinta dan kasih sayangmu Alia, laki-laki yang tidak bisa dipercaya dan melalaikan tanggung jawabnya sebagai seorang suami sekaligus ayah yang meninggalkan keluarga kecilnya demi perempuan lain!" Cibirnya Salim.
Alia melototkan matanya saking terkejutnya karena untuk pertama kalinya selama mereka berkenalan dan berhubungan dengan baik. Hari ini barulah bersikap sekasar itu yang tega menghina dan mencaci maki orang lain.
Leo malah hanya tenang menanggapi sikapnya Salim. Malahan ia merasa bahagia karena dengan begitu Salim akhirnya terprovokasi dan emosinya tersulut karena dengan kejujuran dari Alia. Salim bisa menunjukkan siapa Salim sebenarnya.
"Abang tolong jangan seperti ini, masalah itu sudah berlalu kami tidak ingin ada dendam lama yang masih menyelimuti hati dan jiwa kami, apalagi anakku akan menikah hari jumat lusa dan sebagai persyaratan dari pernikahannya Senja meminta papanya sebagai wali nikahnyah," ungkapnya Aliah.
Salim menarik tangannya Alia sedikit kasar dan kuat, "Aliya dimana pikiran kamu simpan lihatlah pria yang begitu tega meninggalkanmu! Apa pria seperti itu pantas untuk kamu perjuangkan ha!' bentaknya Salim.
Alia yang diperlakukan seperti itu segera menghempaskan tangannya Salim dari tangannya sendiri.
"Bang cukup! Kamu tidak berhak untuk mendikte, mengatur kehidupanku, aku berhak untuk memutuskan bagaimana caranya aku menjalani sisa kehidupanku ini, kamu itu hanya teman tidak lebih dari hubungan persahabatan jadi please jangan sekali-kali mencampuri urusan pribadiku!" Balasnya Alia
__ADS_1
Alia melotot saking tidak sukanya dengan perkataan dari Salim. Aliya yang tidak mau mengalah dan mentolerir sedikitpun sikapnya Salim Kamal yang tidak menganggap dirinya siapa dan posisinya apa di dalam kehidupannya Alia.
"Bang stop! tolong jangan buat kerusuhan di tempat ini! aku mohon bersikap dewasa lah dengan menjaga sikap Abang!" hardiknya Alia.
Salim pun terkejut dan kaget bukan main mendengar suara hardikannya Aliya Azizah Khumairah yang tidak pernah seperti saat ini.
"Aliya! apa lebih penting pria yang telah meninggalkan kamu dan berselingkuh dengan wanita lain yang tetangga kamu sendiri dibanding saya yang jelas-jelas sudah mencurahkan segenap jiwa dan raga untuk membantu kau selama di Banjarmasin Kalimantan Selatan sedangkan pria ini hanya air mata yang diberikan kepadamu!?" bentaknya Salim Kamal yang mulai tersulut emosinya.
Leo hanya heran melihat yang katanya seorang laki-laki tapi, bermulut cerewet seperti perempuan saja.
"Sepertinya jika aku pancing lagi akan semakin amarahnya membuncah sehingga topeng kepalsuannya akan terbuka juga, hemph dasar pria yang hanya menginginkan istriku saja tapi tidak peduli dengan kebahagiaan kedua anak kembarku," umpatnya Leo.
Suasana kafe sore itu membuat Salim segera mengontrol sendiri emosinya meledak-ledak yang sudah menggebu-gebu hingga tidak mampu mengontrol perkataannya.
Alia kembali terduduk di atas kursinya, "Abang jujur saja saya tidak pernah sedikitpun meminta bantuan kepada Abang, apa Abang sudah melupakan jika Abanglah yang selalu menawarkan bantuan kepada saya? mungkin Abang sudah melupakannya, tapi bagiku saya sadar diri untuk berbuat seperti itu,"tampiknya Aliah.
Salim terperangah mendengar perkataan dari mulutnya Alia, karena apa yang dikatakan Aliya barusan adalah benar adanya.
"Aliya maafkanlah Abang sudah marah padamu, ini semua tidak seperti yang Kamu pikirkan," kilahnya Salim.
Aliya menolehkan kepalanya ke arah lain," Abang maafkan Alia mungkin cukup sudah hubungan pertemanan kita, cukup sampai di sini saja, satu hal yang perlu Abang ketahui saya masih sangat mencintai suamiku Leo Carlando Zain Pratama," ungkapnya Alia yang segera menggenggam tangannya Leo di hadapan Salim langsung.
Bukan hanya Salim Kamal yang dibuat tercengang dan melongok mendengar perkataannya Alia, tetapi Leo pun terkejut dengan penjelasan dari Aliya.
"Aliyah apakah benar semua yang kamu katakan!?" Leo memperlihatkan wajah seriusnya.
Aliya menatap penuh kelembutan Leo dengan penuh cinta seraya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1