
"Aliya Azizah Humairah kamu dimana? Senja, Jingga ini papa Nak kalian dimana?" teriaknya Leo ketika berhasil membuka pintu rumahnya dengan cara mendobraknya dengan menggunakan balok kayu.
Leo sudah kelimpungan mencari keberadaan anak dan istrinya itu. Dia sudah berada di dalam ruangan rumahnya dan mencari keberadaan wanita yang sangat dicintainya,tapi juga tega mengkhianati dan menyakiti perasaan orang itu juga dalam waktu yang bersamaan pula.
Aliya bersama dengan kedua anaknya mengangkat beberapa tas milik mereka ke dalam rumah yang kedepannya akan ditempatinya sambil menunggu surat-surat pindah sekolahnya Jingga dan Senja.
"Mama kok kita pindah ke sini,apa yang terjadi kenapa papa tidak ikut bersama kita?" Tanyanya Senja dengan beruntung yang mulai sifat keponya muncul lagi.
Aliya menaruh beberapa barang bawaannya ke atas lantai kemudian membuka pintu kamar yang sudah disewanya itu, "Mulai hari ini kita akan nginep disini beberapa hari kedepannya sampai surat pindah kalian selesai barulah kita ke Kalimantan Selatan menyusul bibi sama paman kalian yang lebih dulu tinggal di sana, apa kalian keberatan tinggal di sana bersama Mama saja tanpa papa Leo?" Tanyanya Aliya.
"Emangnya kenapa kita harus pergi dari Jakarta sih Ma? Kalau papa ditinggal kasihan siapa yang mau jagain papa, siapa yang akan masakin dan cuci pakaiannya juga," tanyanya Senja.
__ADS_1
Aliya kebingungan harus menjawab apa dan dia juga tidak ingin menanamkan keburukan kepada kedua anaknya. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, tapi ia tidak mungkin juga berbohong kepada kedua anaknya.
Aliya menjadi salah tingkah dan kebingungan bagaimana menjelaskan kepada kedua putri kembarnya itu agar paham dan mengerti dengan ujian dan cobaan yang dialami oleh kedua orang tuanya itu.
"Mama marahan dengan papa dek, jadi untuk sementara waktu kita harus pergi sementara waktu," sahutnya Jingga yang membantu mamanya menjawab pertanyaan dari adiknya itu.
"Kenapa meski bertengkar segala sih, kata ustad bertengkar itu tidak baik, kita akan dapat dosa," imbuhnya Senja.
"Sayang maafkan Mama belum bisa mengatakan kepada kalian apa yang sebenarnya terjadi dengan mama dan papa, insha Allah Mama akan mengatakan kepada kalian berdua alasannya jika waktunya sudah tepat, jadi Mama mohon untuk kali ini jangan sekali-kali bertanya kepada Mama kenapa kita akan pergi ke Banjarmasin,"
"Siap Mama, Senja akan menurut semua perkataan kata Mama dan tidak akan lagi bertanya yang macam-macam, Senja janji akan menuruti semua perkataannya Mama," ucapnya Senja sambil menautkan jari kelingkingnya di jari mamanya itu.
__ADS_1
Aliah tersenyum bahagia," Alhamdulillah makasih banyak Nak,kalian berdua mengerti dengan keadaannya mama," ujarnya Alia yang sangat bersyukur memilih anak yang selalu mengerti dengan kondisi kedua orang tuanya itu.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam rumah kontrakan yang akan mereka tempati dalam beberapa hari kedepannya. Alia segera menghubungi nomor telepon kepala sekolah anaknya itu dan meminta tolong agar bisa secepatnya dibantu untuk menyelesaikan semua surat pindah sekolah kedua putri kecilnya.
"Alhamdulillah anak-anaku tidak banyak tanya lagi, keduanya cukup patuh dan menuruti perkataanku," cicitnya Aliah.
Sedang di tempat lain, Adinda berjalan ke arah luar rumahnya setelah memeriksa kondisi rumahnya Aliya lewat jendela kamarnya kamarnya itu. Dia ingin memastikan bahwa apa yang sebenarnya terjadi, di depan pintu masuk rumahnya Aliya setelah mendengar keributan yang terjadi di sana.
"Ya Allah semoga Mbak Aliya dan mas Leo baik-baik saja, saya takut terjadi sesuatu pada keduanya, lindungilah mereka ya Allah," cicit Adinda.
"Mas Leo Carlando Zain awalnya mungkin aku bisa ikhlas,ridho dan sabar dengan uang belanja bulanan yang mas berikan, walaupun jumlah nominalnya berkurang setiap bulannya,tapi bagiku itu tidak masalah selama mas jujur padaku, tapi untuk masalah ini jujur saja aku sulit untuk menerima kebohongan mas bukan karena menikahi Adinda aku membenci mas,tapi karena sudah terang-terangan berselingkuh di depanku dan andaikan mas berkata jujur tentang Adinda aku tak akan sesakit, sesedih dan sehancur ini, aku mohon maafkanlah segala khilaf dan kekuranganku aku lebih pergi dan mengalah demi kebahagiaan kalian berdua,"
__ADS_1
pesan singkat chat whatshapp yang dikirim oleh Aliya sebelum mengganti SIM cardnya ponselnya. Air matanya yang sedari tadi berusaha ia tahan dan rendam, akhirnya menetes membasahi pipinya itu. Rumah tangga yang selalu ia doakan setiap saat agar bisa menjadi kelurga yang sakinah, mawadah, warahmah, langgeng hingga kakek nenek dan berharap bertemu di surgaNya Allah SWT kelak harus diterpa badai prahara rumah tangga yang begitu besar terjangan ombak yang menghantam.