Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 174


__ADS_3

Senja segera bangkit dari posisinya yang terus-menerus menarik rambut panjangnya Sonali.


"Siapapun perempuan di dunia ini yang berani menyentuh suamiku! Senja mengedarkan pandangannya hingga sorot matanya bertemu dengan mata bak elang milik Kabir suaminya itu. "Aku tidak akan pernah mengijinkan perempuan itu, aku akan memperlihatkan taringku di hadapan perempuan ****** itu, kalau kalian mau lapor polisi silahkan aku tidak takut sama sekali!" Ancamnya Senja sambil mencari tissue basah yang ada di dalam tas handbagnya.


Senja buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain, jika tidak dia akan mudah jatuh dalam pesona pria yang sejak tadi terus memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh Senja.


Sedangkan Senja malah mengalihkan perhatiannya dengan membersihkan tangannya seolah telah memegang kotoran,kuman ataupun semacamnya. Dia sama seperti sangat anti terhadap pelakor.


"Tanganku ini barusan pegang sesuatu yang bau bangkai, jadi aku butuh hand sanitizer setelah dibersihkan pakai tisu agar segera steril, takutnya kumannya itu pindah lagi," sarkasnya Senja kemudian melempar tissue basah tepat di depan wajahnya Sonali Khan.


Sonali membelalakkan matanya saking terkejutnya mendengar dan melihat langsung sikapnya Senja Starla. Perempuan yang dia kira sudah tua sehingga Kabir mudah digoda, ternyata semuanya tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Sorot matanya tajam penuh kebencian menatap kepergian Senja yang sudah mempermalukan dirinya itu, Sial!! Kenapa juga perempuan ini datang, bukannya dia harusnya tidak mengetahui jika saya dan pak Kabir bertemu empat mata.


Kabir yang melihat istrinya cabut dan berjalan dengan cepat ke arah Senja. Dia tidak ingin istrinya pergi dan tidak sempat memperlihatkan apa yang sudah dikerjakannya selama dua hari terakhir ini.


Ini bukan seorang istri yang melabrak suaminya sedang bermain mata dengan pelakor, tapi macan betina yang sedang ngamuk dalam keadaan bunting.


Arfian Putra tersenyum penuh arti melihat sikapnya Senja. Dia tidak pernah melihat sisi brutalnya Senja. Ternyata hari ini memperlihatkan sisi lainnya Kabir dan Senja secara bergantian.


Ya Allah aku harus melihat adegan perdebatan dan pertengkaran rumtang dari atasanku. Semoga saja namaku tidak terseret dalam pusara pertengkaran mereka.

__ADS_1


Senja segera cabut dari sana dan berjalan menuju ke arah mobilnya. Kabir mengira istrinya akan berjalan menemuinya, tapi dugaannya salah besar.


Senja bahkan tidak menegur dan melihat sekilas saja kagak minat suaminya saking marahnya, dia terus melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir di sana.


Bang Kabir akan melihat kemarahan dari seorang wanita hamil sepertiku! Aku akan menghukumnya dengan membiarkan batangannya libur beberapa hari. Biarkan saja dia pusing saking tidak tahannya menahan hasr*tnya yang tertahan seperti semalam.


Senja segera membuka pintu mobilnya, tapi upayanya kalah cepat dengan tangan panjangnya Kabir.


"Kamu mau kemana dalam keadaan marah seperti ini!" Kabir sedikit meninggikan suaranya itu beberapa oktaf.


Senja segera menepis tangannya Kabir dari pergelangannya," pak Kabir Kasyafani Sanders Anda tidak punya hak untuk bertanya padaku apapun itu! Karena saya tidak ada kewajiban juga untuk mengatakan padamu segala sesuatunya apa yang akan aku lakukan!" Ketusnya Senja yang berusaha untuk mendorong tubuhnya Kabir.


Kabir mulai memeluk erat tubuhnya Senja agar Senja tidak bergerak bebas dan tidak akan bisa pergi kemanapun yang dia inginkan.


Kedua bola matanya Senja berkaca-kaca dan berembun. Air mata itu lama kelamaan semakin berat saja hingga terbentuk kristal bening. Dia pun menitikkan air matanya sambil terus memukuli dada bidangnya Kabir suaminya itu dengan pukulan yang cukup kuat.


Pugh…


Bugh…


"Kamu memang suami yang jahat,kamu tega banget bang menyakiti hati dan jiwaku, kenapa seperti ini apa salahku padamu bang!!" Jeritnya Senja yang berusaha terus memberontak dalam pelukannya Kabir.

__ADS_1


"Astaughfirullahaladzim sayang kenapa bisa kamu mengaggap aku seperti ini! Aku itu sama sekali tidak selingkuh, bahkan aku bertemu dengan Sonali itu pertama kalinya. Bahkan aku dengannya hanya sekedar teman, rekan kerja dan relasi bisnisku jadi apa yang perlu kamu takutkan sayangku," bujuknya Kabir.


"Kalau kamu memang tidak berselingkuh dengannya berarti yang barusan aku lihat perempuan itu berusaha untuk menggesek dadanya yang sebesar jeruk Bali itu hanya salah paham saja ataukah mataku sudah rabun!" Sungutnya Senja.


"Lepasin gak, bang?! Ucapku lantang seraya melotot.


"Sudahlah, Sen. Jangan kayak anak kecil segala,malu kan kalau sampai dilihatin banyak orang segala!" Tegasnya Senja.


"Abang tuh masih punya rasa malu rupanya," gerutunya Senja.


Kabir yang tidak punya cara lagi untuk meladeni perdebatannya dan menundukkan Senja agar lebih tenang dan sabar dia segera menggendong tubuhnya Senja seperti sebuah karung pupuk saja.


"Aahh!!" Pekiknya Senja yang tubuhnya seperti melayang di udara.


"Aku tidak bisa berbicara banyak lagi, aku akan memperlihatkan padamu langsung apa yang terjadi sebenarnya disini, dan kenapa aku mendiamkan kamu beberapa waktu lalu," ungkapnya Kabir yang nafasnya sudah ngos-ngosan.


"Turunkan aku! Aku tidak mau seperti ini!" Teriak Senja sambil meninju-ninju punggung lebarnya Kabir.


"Aku tidak akan pernah menurunkan kamu, ingat kamu itu sedang hamil istriku," ujarnya Kabir yang berusaha untuk menyadarkan Senja yang salah paham dengan apa yang dilakukan oleh Kabir.


"kamu jahat! kamu tega berbuat seperti ini padaku! hiks... hiks apa salahku," ucapnya sendu Senja.

__ADS_1


Kabir menurunkan Senja setelah berada di depan pintu,dia takut calon anak kembarnya kenapa-kenapa.


Kabir segera menarik tubuhnya Senja kedalam dekapan hangat pelukannya, Kabir berharap apa yang dilakukan olehnya bisa membuat Senja segera menghentikan tangisannya.


__ADS_2