Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 222


__ADS_3

"Kami semua sudah memutuskan setelah akad nikahnya Alief Naufal dengan kekasihnya Asmina Medina setelah itu acara ulang tahunnya ketiga putri putri kembarku akan dilangsungkan," ucapnya Kabir.


"Nak Alif ayah dan bundamu sudah memutuskan kamu kuliah sambil magang di perusahaan daddynya Jihan, jadi mulai besok kau bisa mulai bekerja dan harus pintar-pintar atur waktu dengan baik," imbuhnya Senja.


"Makasih banyak, kalian semua sejak dulu selalu saja membantu kami dalam keadaan apapun, aku benar-benar bersyukur dan bahagia memiliki sahabat seperti kamu," ucapnya Icha seraya memegangi kedua genggaman tangannya Senja.


"Kalian adalah sahabat rasa saudaranya menantuku, jadi wajar saja kami memperlakukan kalian dengan baik dan juga saya dan bundanya Kabir sudah mengganggap kalian anak kami sendiri," tukasnya Pak Septa Danu.


"Syukur alhamdulilah, betapa beruntungnya hidup kami karena bisa bertemu dengan orang sebaik kalian semua, Om Septa dan Om Raka kalian adalah penyelamat hidup kami, tanpa uluran tangan kalian kami mungkin tidak akan hidup layak seperti saat ini," sahutnya Fajri Bachan


"Sudah ahh kalau diteruskan semua akan berkomentar dan ujung-ujungnya persiapan pernikahan dan ultahnya anakku jadi terlambat," candanya Senja yang segera meninggalkan mereka semua.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Senja, semuanya mulai mempersiapkan persiapan acara surprise party ulang tahunnya kembar tiga dan juga akad nikahnya Alif dan Azmina.


Jihan ingin mengatakan kepada seluruh anggota keluarganya itu, tapi selalu saja gagal dan tidak ada keberanian untuk mengutarakan keinginannya Kaizan Pria yang berencana akan menikahinya esok hari.

__ADS_1


Ya Allah kenapa aku tidak punya keberanian untuk menyampaikan kepada mereka, karena tidak mungkin kelurga besar mereka tidak disambut dengan baik.


Jihan menghembuskan nafasnya dengan cukup keras,tapi lidahnya keluh seketika. Hingga kedatangan Asril membuat semua orang yang sudah bubar dalam ruangan tersebut setelah drama live yang dilakoni oleh Alief dan Asminah selesai.


Asril berlari cepat mendekati maminya Hana Aerin dan papinya Galang Arfian. Dia ingin bertanya mengenai persiapan hari pentingnya Jihan esok siang.


"Mami, papi!" Teriaknya Azriel Abrar.


Hana dan Galang segera menghentikan kegiatannya itu dan menolehkan kepalanya ke arah kedatangan anak sulungnya.


"Mami, apa kalian sudah mendengar kabar gembira?" Tanyanya Asriel yang berusaha untuk mengatur nafasnya itu yang tersengal-sengal karena telah berlari.


"Hemp, kabar gembira? Itu bukan sepenuhnya kabar gembira nak kalau Mbak Icha dan mas Hakim Rahman kecewa dan sedih karena ulahnya Alif," tampik Hana.


Nafasnya Asril ngos-ngosan keringat bercucuran membasahi sekujur tubuhnya itu dan pipinya. Asril berusaha untuk mengatur nafasnya itu untuk segera berbicara menimpali pembicaraan maminya.

__ADS_1


"Kalau itu sudah pasti kabar yang cukup menggemparkan dunia persilatan, tapi malah kabar berita baik ini lebih dari itu," ucapnya Asril yang seperti bermain teka-teki misteri dengan orang-orang yang memperhatikan apa yang keduanya bicarakan sambil berdiri menyaksikan hal tersebut.


"Terus,kalau bukan itu apa? Cepat katakan pada kami. Karena mami ingin menemani papi kamu untuk mengurus surat-surat administrasi dari persiapan pernikahannya Alif dengan pacarnya," ketusnya Hana karena tanggung jawab yang diberikan kepadanya mendapatkan hambatan.


"Hehehe, sabar Mi, orang sabar disayang Allah SWT loh," Asril terkekeh melihat sikap judes perempuan yang telah melahirkannya ke dunia ini.


"Kalau kamu enggak mau bicara mami dan papi akan pergi secepatnya, kamu sudah menunda keberangkatan kami," ujarnya Galang.


"Kalau gitu aku akan katakan kepada kalian semua, jika besok siang akan ada cowok Inggris yang ingin melamar Jihan Yuanna Ulli Triadji!" Ungkapnya Asril dengan suaranya yang cukup lantang membuat semua orang kembali terkejut.


Berita yang disampaikan oleh Azsril mengejutkan semua anggota keluarganya yang masih berada di dalam ruangan keluarga kecuali Jihan dan Raisa Andriana yang sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


"Apa! Cucuku akan dilamar oleh seorang pria! Siapa pemuda yang sudah berani dan lancang untuk meminang cucu bungsuku?" Ucapnya Pak Septa Danu Triadji.


"Ya Allah,apa laki-laki itu sadar jika cucuku yang paling cantik ini masih sangat muda!?" Tukasnya Bu Hanin Mazaya.

__ADS_1


__ADS_2