Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 91. Kemarahan Guntur Aswin Nasution


__ADS_3

Guntur bukannya pulang ke salah satu unit apartemennya, tapi ia mengemudikan mobilnya menuju kediaman elit keluarga besar Nasution. Ia ingin segera mengutarakan rencana dan niat baiknya untuk memenuhi amanah dari pria pendonor kornea mata yang dia peroleh.


"Aku akan buktikan kepada Tania dan Dion jika aku masih bisa hidup dengan baik dan menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari Tania,"


Guntur masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya setelah pintu kokoh nan menjulang tinggi berdaun dua bercat putih itu terbuka lebar.


"Selamat datang Tuan Muda," sapanya beberapa maid yang menyambut kedatangannya sore itu.


Guntur langsung menghentikan langkahnya mendengar sapaan dari artnya itu.


"Maaf apa kalian lupa atau aturan di rumah ini sudah berubah untuk menyambut kedatanganku dan penghuni rumah ini!" Geramnya Guntur.


Semua menundukkan kepalanya saking takutnya dan tidak ada yang berani berbicara, berkomentar ataupun menjawab perkataan dari Guntur.


Semua maid itu gemetaran, ketakutan setelah mendengar perkataan tegas dan cukup keras dari Guntur satu-satunya pewaris tunggal di dalam keluarga besar Prayoga Nasution itu.


"Kenapa kalian bungkam! Apa kalian sudah tuli!?" Teriaknya Guntur lagi.


Bu Yunita Sahita segera mempercepat langkahnya menuju lantai dasar ketika menyadari dan mendengar suara gaduh dan ribut yang bersumber dari depan pintu.


"Sayang, putraku Guntur Aswin hey apa yang terjadi padamu, kenapa meski berteriak-teriak kencang seperti ini Nak!?" Tanyanya Bu Yunita Sahita yang keheranan melihat suasana yang seperti mencekam di depan pintu.

__ADS_1


"Mami! Tolong didik semua maid disini kecuali yang berbeda keyakinan dengan kita untuk setiap membuka pintu dan menyambut kedatangan siapapun itu harus menyambutnya dengan ucapan salam, apa kata assalamualaikum Du dalam rumah kita ini sudah pudar atau sudah dihilangkan kebiasaan baik itu!?" Sarkasnya Guntur.


Ibu Yunita segera mengelus punggung lebar putranya itu," sayang mereka mungkin tidak mengetahui jika kamu yang datang, sehingga mereka lupa dengan kebiasaan tersebut," bujuknya Bu Yuni yang cemas jika anaknya mengamuk maka akan menyebabkan masalah yang cukup besar.


"Ya ampun kakak Guntur, kenapa sih masalah sepele seperti ini diperdebatkan dan dipermasalahkan! Kita ini hidup di dunia modern abad ke 21, kenapa mesti harus hidup kolot mempertahankan tradisi yang tidak masuk akal itu!" Cibirnya Bintang adik bungsunya Guntur yang baru balik dari Kanada yang lahir dan besar di Toronto Canada.


Guntur semakin marah dan emosi mendengar perkataan dari adiknya itu," apa kamu bilang ha!! Aku akan kolot dan tegas jika nilai-nilai agama dan budi pekerti dan moral adat ketimuran kita sudah terkikis dan hilang gara-gara gaya hidup kamu yang sudah diluar kendali!"


"Ya elah Abang Guntur, aku heran kakak ini lahir dan besar dimana sehingga masih berfikir sempit dan kampungan seperti ini! Intinya saya yang mengajarkan kepada para maid untuk menyambut kedatangan tamu atau siapapun dengan gaya hidup saya. Apa Abang tidak setuju!?" Teriaknya Bintang.


Guntur segera berjalan ke arah adik satu-satunya itu," saya tidak menyangka jika cara didik dan asuhannya uncle Pram seperti ini! Sungguh sangat mengecewakan!" Ketusnya Guntur.


"Sayang dengarkan Mama ini pertama kalinya kamu pulang ke rumah setelah hampir setahun enggak balik ke sini, jadi mami mohon jangan berdebat Mami akan mengajarkan kepada mereka sesuai dengan keinginan kamu," bujuk Bu Yunita yang tidak ingin anak-anaknya beradu argument sehingga membuat keributan dan perpecahan.


Guntur bertepuk tangan mendengar perkataan dari adiknya itu," sungguh membuatku terharu sampai-sampai aku muak dan ingin muntah mendengar perkataan adikku yang super manja ini balik ke Jakarta!"


"Guntur Aswin Nasution cucuku akhirnya kamu pulang juga ke rumah Nak," ucapnya Nyonya besar Dahlia yang melihat cucu kesayangannya akhirnya pulang juga.


"Mungkin kakak balik ke rumah karena hari ini pesta pernikahannya kakak Kabir Nek, apa nenek lupa," cercanya Natasya Bella Shofie adik sepupunya Guntur anak dari adik papinya.


Mamanya Natasya Bu Henny Marsha itu kembar dengan mamanya Kabir Bu Haning Mayaza. Di dalam keluarga besar Nasution ada tiga anaknya berbeda dengan keluarga Sanders yang hanya papanya Kabir anak satu-satunya yang Sanders miliki.

__ADS_1


"Astaughfirullahaladzim nenek melupakan cucuku itu,ini nih gara-gara cucu sulungku yang baru balik ke rumah setelah sekian lama tapi malah mengamuk, tapi ngomong-ngomong gara-gara apa sehingga cucuku mengamuk hingga seolah pintu rumahku akan copot dari engsel pintunya!" Sarkasnya Bu Dahlia.


"Nenek apakah aturan rumah kita ini sudah berubah setelah saya meninggalkan rumah ini dan memilih untuk tinggal di apartemen!?" Gerutu Guntur yang tersenyum mencemooh adiknya itu.


"Maksudnya aturan lama dan baru kenapa? Apa sebenarnya yang terjadi di sini! Apa kalian tidak ingin bersiap menghadiri acara resepsi pernikahan Kabir cucuku yang telah menikah malahan bertengkar, adu mulut dan cekcok masalah aturan rumah ini, Yunita katakan yang sebenarnya apa yang terjadi disini!?" Tegasnya Bu Dahlia Nyonya Besar di dalam kediaman mewah dan megah rumah itu.


"Ini semua gara-gara maid yang menyambut kedatangan Guntur dengan tidak mengucapkan assalamualaikum malahan hanya mengucapkan selamat datang selamat sore,itulah penyebab utamanya Ma," jelas Bu Yunita Sahita ibunya Guntur yang awalnya sangat bahagia melihat kedatangan putranya itu.


"Astaghfirullahaladzim, katakan padaku siapa yang menyuruh kalian berkata seperti itu!? Jika tidak mau jujur saya akan memecat kalian semua tanpa gaji atau pesangon kalian!" Gertaknya Bu Dahlia yang mulai keluar sisi tegas dan disiplinnya.


Semua maid semakin ketakutan setelah mendengar perkataan dari Bu Dahlia Nyonya Besar di rumah itu.


"Baiklah karena tidak ada yang mau jujur aku akan memecat kalian semua!" Geramnya Bu Dahlia.


"Nenek ini semua kesalahannya kak Bintang bukan kesalahannya mereka semua, saya mendengar langsung jika kak Bintang yang mengajarkan kepada mereka untuk merubah aturan lama sesuai keinginannya kak Bintang," ungkapnya Natasha.


Ibu Dahlia menatap tajam ke arah cucu ketiganya itu," Bintang kamu tidak boleh keluar rumah selama satu minggu dan sadari semua kesalahan dan kekeliruan kamu ini, Nenek sangat kecewa atas sikap kau ini dan untuk yang lain segeralah bersiap kita akan berangkat ke gedung tempat resepsi Kabir Kasyafani Sanders dan istrinya Senja Starla Airen Zain Pratama!" Perintah Bu Dahlia.


"Tapi Nenek! Saya tidak bersalah!" Jeritnya Bintang yang menolak keputusan Neneknya itu.


Bu Yunita segera menarik tangannya Bintang dengan cukup keras," Bintang dengarkan mami, kamu itu sudah salah tapi tidak mau sadar, ingatlah nenek kamu itu sangat disiplin dan tidak akan segan-segan menghukum siapapun yang tidak taat dengan aturannya," imbuhnya Bu Yunita Sahita segera meninggalkan Bintang yang menghentakkan kakinya saking jengkelnya.

__ADS_1


Guntur segera meninggalkan rumah itu dan kembali ke apartemennya," sial! Aku ingin menyampaikan kepada mami dan nenek rencanaku ini tapi malah mendapatkan kejadian yang sungguh luar biasa!" Kesal Guntur.


"Syukurin loh terlalu belagu baru balik dari luar negeri sudah ingin menjadi satu-satunya cucu perempuan disini, jangan mimpi loh Bintang selama saya masih ada di sini tindakan tidak baikmu akan selalu saya soroti." Natasha tersenyum penuh arti.


__ADS_2