Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 48. Merasa Rendah Diri


__ADS_3

Tubuhnya Senja terhuyung ke arah belakang hingga menabrak pintu mobil Kabir. Air matanya menetes membasahi pipinya itu, bibirnya bergetar hebat tak sanggup berucap sepatah katapun.


"Ya Allah seperti ini kah penolakan Senja padaku sampai-sampai seolah dia sangat tidak ingin menikah denganku, apa aku sudah salah memaksakan mengakui kesalahan yang sama sekali tidak kami lakukan,"


Kabir menatap sendu wajahnya Senja yang terpuruk dengan pilihannya itu.


"Ya Allah apa aku harus menikah muda dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai ini, pria yang menganggap hubungan adalah permainan belaka, bagaimana sudah nasib pernikahan kami kedepannya yang dibangun tanpa dasar dan fondasi cinta,"


Senja malah terduduk di atas pasir putih, air matanya terus-menerus menetes mewakili perasaannya yang begitu kacau balau dalam sekejap mata memandang.


"Ingatlah baik-baik untuk kalian berdua, saya dengan yang lain sudah mengantongi alamat kalian berdua, jika tidak melakukan apa yang kami katakan dan tuntutan kami kalian langgar. Maka kami akan datang langsung menghadap kepada kedua orang tua kalian berdua," gertaknya ibu-ibu itu sebelum meninggalkan Senja yang terpuruk dalam permasalahannya.


Berselang beberapa menit kemudian, keduanya sudah berada di dalam mobil bersiap untuk pulang. Senja sama sekali tidak berbicara sepanjang perjalanan, walau hanya sekedar berbasa-basi saja. Kabir pun memilih demikian karena beberapa kali sudah ia berusaha membuka suaranya, tetapi Senja selalu saja diam seribu bahasa.


"Apakah seperti ini sikapmu menolak untuk menikah denganku apa memang aku tidak pantas untuk menjadi suamimu sehingga kamu dengan terang-terangan menolakku Senja Starla Airen Zain, aku sebenarnya sangat bahagia ketika mendengar mereka memutuskan untuk menikahkan kita berdua, tapi sedangkan kamu seperti sangat marah dengan keputusan bulat tersebut,"


Senja diam-diam memperhatikan ke arah Kabir," Pak Kabir kamu itu orang kaya anak sultan, sedangkan saya hanya gadis biasa yang tidak mungkin bisa cocok bersanding dengan pria tajir dan ganteng seperti bapak, aku sadar diri jika kita tidak mungkin bisa hidup bersama dalam suatu hubungan rumah tangga, aku juga tidak ingin membina hubungan rumah tangga tanpa dasar cinta, lihatlah kedua orang tuaku. Mereka saling mencintai tapi papa malah selingkuh dengan perempuan lain sedangkan bapak sama sekali tidak mencintaiku jadi apa yang diharapkan dalam hubungan semacam ini yang awalnya saja sudah tidak sehat,"


Sedangkan di tempat lain, seorang wanita tua yang masih anggun dan cantik diusianya yang sudah tua itu tertawa terbahak-bahak di dalam kamarnya. Setelah berhasil mendapatkan kabar informasi mengenai kesuksesan rencananya dari anak buah kepercayaannya.


"Yes, akhirnya anak nakal itu masuk juga dalam jebakan yang aku buat, aku sudah tidak sabar ingin melihat mereka menikah dan memiliki anak. Karena apapun akan aku lakukan untuk satu-satunya cucu laki-laki yang aku miliki itu,"


Berselang beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Kabir sudah sampai di depan rumahnya Senja. Awalnya Senja terkejut melihat jika Kabir Kasyafani mengetahui alamat rumahnya.


Tapi sangatlah wajar mengingat kekuasaan keluarganya yang dimiliki Kabir. Sehingga tidak ada mustahil dan sulit untuk diketahui oleh Kabir. Niat awalnya ingin bertanya kepada dosen penggantinya itu,tapi segera diurungkan niatnya karena mengingat hal itu percuma saja.


"Makasih banyak sudah mengantar saya pulang dengan selamat," ucapnya Senja sebelum turun dari dalam mobilnya Kabir.

__ADS_1


"Sama-sama, kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku hal ini wajar aku lakukan karena kamu adalah calon istriku," ucapnya Kabir.


Senja kembali tercengang mendengar perkataannya Kabir," apa bapak tidak berniat untuk membatalkan tuntutannya masyarakat? Apa bapak tidak merasa rugi menikah denganku yang hanya perempuan dari kalangan rakyat biasa, sedangkan bapak adalah pewaris tunggal tahta perusahaan terbesar di tanah air," tempiknya Senja seraya membuka sabuk pengamannya dari tubuhnya itu.


"Saya tidak mungkin menjilat air liur sendiri, apalagi saya tidak mau masuk penjara jadi nanti malam kedua orang tuaku akan datang melamarmu," tukasnya Kabir lagi.


"Tapi Pak saya masih pengen kuliah bukan ingin menikah, lagian usia saya masih sangat muda untuk memikirkan pernikahan juga, gimana kalau kita batalkan saja tuntutan meet, lagian mana mungkin mereka mengetahui identitas dan alamat kita berdua Pak," tukasnya lagi Senja.


"Maaf saya tidak mungkin mengingkari janjiku pada para warga masyarakat, mereka akan menjebloskan kita ke dalam penjara jika kita tidak segera menikah, kalau memang kamu masih mau kuliah, silahkan dan juga apabila kamu ingin merahasiakan pernikahan kita dari teman-teman kamu di kampus tidak masalah kok asalkan saya tidak masuk penjara," imbuhnya Kabir.


Senja lemah letih lesu lunglai dan tidak berdaya mendengar keteguhan dan keyakinan hatinya Kabir untuk segera menikahinya itu.


"Ingat nanti malam kedua orang tuaku akan datang bersamaku ke rumahmu, katakanlah kepada Mamamu untuk bersiap menyambut kedatangan kami," Kabir segera menyalakan mesin mobilnya melaju kencang meninggalkan Senja yang masih berdiri terpaku di tempatnya.


Senja menatap kepergian Kabir dari hadapannya dengan tatapan matanya yang sulit diartikan. Ia berjalan perlahan menuju ke arah dalam rumahnya. Aliya Azizah Khumaira yang baru saja pulang dari toko pakaiannya itu mengerutkan keningnya melihat kepulangan putri keduanya.


Aliya segera mengekor dan mengikuti jejak kaki putrinya," sayang putrinya Mama tumbenan masuk di rumah salamnya hanya dalam hati saja," candanya Aliya yang hanya berbasa-basi melihat kedatangan putrinya itu.


Senja segera menghentikan langkahnya setelah mendengar perkataan dari mamanya itu. Ia kemudian berjalan cepat menuju ke arah mamanya. Dan langsung berhamburan memeluk tubuh wanita yang masih segar bugar diusianya yang sudah 40an itu.


Aliyah mengerutkan keningnya melihat sikap salah satu putri kembarnya itu yang menurutnya aneh saja tidak seperti biasanya bertingkah seperti itu.


"Mama maafkan aku yah Ma, aku sudah mengecewakan mama, aku sudah membuat mama sedih karena kesalahannya Senja sendiri, mama Senja bukan anak yang baik, maafin Senja yah," ratapnya Senja dengan mimik wajahnya yang sendu.


Aliya semakin tercengang dibuat penasaran dengan sikap putri bungsunya itu," astaughfirullahaladzim apa yang padamu nak kenapa kamu seperti ini? Kamu itu tidak punya salah sama Mama. Apa kamu punya masalah di kampus, tempat pelatihan taekwondo atau jangan-jangan kamu punya penyakit Nak sehingga kamu seperti ini?" Terkanya Aliah.


Bukannya menjawab pertanyaan dari mamanya itu yang sungguh banyak,ia malah semakin menangis tersedu-sedu mendengar perkataan dari mamanya.

__ADS_1


"Hiks… hikss.. Mama Senja digerebek oleh masyarakat katanya Senja melakukan hal-hal yang tidak baik dan tidak senonoh bersama dengan pak Kabir Khaizan padahal kami sama sekali tidak melakukan apapun,hanya saja kebetulan bahan bakar bensin mobilnya pak Kabir habis sehingga kami terpaksa tidur di dalam mobil tapi mereka mendesak kami untuk menikah karena melakukan kesalahan yang fatal katanya," ungkapnya Senja.


Aliyah awalnya terkejut mendengar perkataan anaknya tapi, ketika mendengar dengan seksama kata menikah ia segera tersenyum bahagia.


"Ya Allah… apa benar kamu akan menikah dengan dosen ganteng itu nak? Seriusan nih beritanya jika kamu akan dipersuntingnya?" Tanyanya Alia yang masih memeluk tubuhnya Senja.


Senja kaget saking terkejutnya mendengar perkataan dari mamanya yang bukannya marah, khawatir, takut, cemas, panik dan apalah itu semacamnya malahan bahagia dan gembira mendengar berita pernikahan anaknya tersebut yang baru rencana saja belum terealisasi sudah gembira bukan main.


"Ya Allah mama kenapa bukannya marah malah bahagia dan happy banget mendengar aku akan menikah dan di grebek oleh beberapa warga masyarakat, biasanya seorang Mama akan marah-marah, mengomel bahkan akan memukul anaknya karena melakukan kesalahan yang cukup memalukan, tapi sepertinya dunia sudah terbalik bestie,"


Setelah memarkirkan mobilnya Kabir segera berjalan tergesa-gesa ke arah dalam rumahnya itu. Dia ingin segera membersihkan seluruh tubuhnya sebelum bertemu dengan kedua orang tuanya untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapinya itu.


Tapi, langkahnya terhenti ketika seseorang berseru padanya," Kabir Kasyafani, stop!!"


Kabir segera menghentikan langkahnya yang baru saja hendak menaiki undakan anak tangga pertama.


"Nenek," beonya Kabir.


"Kamu dari mana Nak? Kok baru pulang kemana saja semalam ketika acara pesta adikmu belum usai kamu dengan pacarmu pergi begitu saja dari acara pesta," ketusnya Bu Claudia nyonya besar Du rumah itu.


"Saya sebenarnya ingin mengantar pulang Senja, tapi ternyata tidak terduga mobilku kehabisan bensin Nek sehingga kami…," ucapannya terpotong ketika mamanya datang bersama kakak sulungnya.


"Ada apa Nek?" Tanyanya Kamelia.


"Iya kok berbincang-bincangnya harus berdiri di depan tangga segala seperti enggak ada saja sofa di rumah kita yang besar ini," candanya Nyonya Kania.


"Nenek melihat saya hendak menaiki tangga sehingga jadilah kami berbicara di sini saja, ngomong-ngomong kalian duduklah di ruang tamu karena ada yang ingin saya sampaikan tapi saya ingin membersihkan tubuhku dulu sudah gerah dan lengket banget seharian belum mandi," ujarnya Kabir yang bergegas menaiki tangga menuju kamarnya berada tanpa menunggu balasan dari semua perempuan yang kebetulan berada di sekitar tangga.

__ADS_1


"Saya yakin dia akan menceritakan tentang kejadian di pantai pagi tadi dan mengenai desakan untuk menikah sebagai tuntutan yang dilayangkan oleh warga masyarakat suruhanku, hahaha akhirnya cucuku takluk juga, nenek melakukan semua ini agar nenek masih punya waktu untuk melihat kamu punya anak dan nenek bisa menimang cicit dari cucu tunggal kebanggaanku,"


__ADS_2