Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 141


__ADS_3

Berselang beberapa menit kemudian, kedua pasutri itu yang baru menikmati indahnya cinta yang sesungguhnya, baru saja sampai di salah satu apartemen termahal dan termewah yang ada di ibu kota Jakarta.


Senja yang baru saja terlelap dalam tidurnya itu sama sekali tidak menyadari jika dirinya sudah berada didalam gendongan suaminya itu.


"Kamu mungkin terlalu kelelahan sehingga tidak bangun padahal sudah aku gendong seperti ini," cicitnya Kabir seraya mengecup sekilas keningnya Senja kemudian berjalan ke arah lift untuk naik ke atas lantai paling atas dimana unit apartemennya berada.


Anak buahnya yang melihat apa yang dilakukan oleh Kabir segera berjalan mendekat ke arah kedatangan Kabir. Senja mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Kabir dalam keadaan tertidur seperti ini.


"Maafkan kami Tuan Muda apa yang bisa kami bantu? Atau mungkin aku bisa gantiin tuan menggendong tubuhnya Nyonya Muda," Tanyanya Antonio yang bernada permintaan itu.


Kabir menatap intens ke arah Antonio dan kedua rekannya Antonio," kamu tidak boleh menyentuh secuil atau seujung kuku pun istriku, tidak boleh ada orang lain selain diriku suaminya!" Tegasnya Kabir yang mempercepat langkahnya menuju ke arah lift.


Semua anak buahnya yang berjumlah tiga jiwa itu segera membungkukkan badannya sedikit ke arahnya Kabir karena sudah membuat Tuan Mudanya itu.


"Maafkan kami Tuan Muda, kami…," ucapannya Antoni terhenti ketika melihat kode lambaian tangannya Kabir agar mereka berhenti untuk berbicara.


"Kalian stop saja untuk berbicara, saya sama sekali tidak mempermasalahkannya, jangan sampai gara-gara kalian yang berisik sehingga istriku bangun dari tidurnya lagi!" Cegahnya Kabir.


"Maafkan kami tidak bermaksud untuk menyinggung ataupun mengusik kebahagiaan Tuan Muda atau ingin merebut perhatian istri Anda Tuan," jelasnya Norman Kamaru seraya membungkukkan badannya ke hadapannya Kabir.


Ketiganya kembali terdiam dan menunggu perintah selanjutnya dari Kabir langsung. Mereka semua adalah orang-orang yang paling dipercayai oleh Kabir. Loyalitas dan dedikasi mereka sudah terbukti dan cukup besar terhadap perusahaan miliknya Kabir.


Antonio dan yang lainnya segera berjalan mundur beberapa langkah, karena tidak ingin sikap mereka menyebabkan kemarahan Tuan Mudanya itu.


"Ya Allah tubuhnya istriku semakin berat saja,apa karena sedang hamil dan calon anak kami tiga orang sehingga seperti ini yah," cicitnya Kabir.


Nafasnya Kabir ngos-ngosan dan tersengal-sengal peluh keringat bercucuran membasahi pipinya dan sekujur tubuhnya itu.


"Apa semua persiapannya sudah selesai seperti yang aku inginkan?" Tanyanya Kabir.

__ADS_1


"Insya Allah semuanya berjalan seperti yang Anda inginkan Tuan Muda Kabir," balasnya Mike Andres.


"Baguslah kalau begitu, kalian akan mendapatkan bonus setelah aku melihat langsung hasil kerja kalian bertiga," imbuhnya Kabir.


Ting…


Lampu lift sudah berbunyi dan pintu terbuka lebar, keluarlah kelima orang-orang itu dari dalam lift.


"Kalian cepatlah menikah supaya kalian merasakan yang aku rasakan sekarang, apalagi akan segera memiliki anak pasti kalian akan merasakan apa yang aku rasakan," ujarnya Kabir.


Kabir seolah tidak merasakan kelelahan yang sangat ketika berbicara sambil menggendong tubuhnya Senja yang sudah semakin bertambah besar karena kehamilannya.


Semuanya terdiam sambil saling bertatapan satu sama lainnya, mereka saling berbisik di belakangnya Kabir.


"Saya belum punya calon,biaya sudah ada ibuku juga setiap hari terus bertanya kapan aku menikah," sahutnya Antonio.


"Kalau aku entah apa perempuan itu cocok atau tidak karena kami hanya sekedar teman saja, tapi aku malu jika tiba-tiba melamarnya," timpalnya Nurman.


"Ada apa dengannya kenapa terdiam saja apa dia tidak berniat untuk menikah!"tanyanya Antoni dengan penuh selidik.


"Saya tidak mungkin melamar perempuan bersuami kan, walau kami ini saling mencintai," ungkapnya Mike.


Kedua rekan kerjanya sungguh dibuat terkejut dengan pernyataan dari Mike sedangkan Kabir dan Senja sudah berada di dalam unit apartemennya.


Kabir tidak peduli dengan percakapan ketiga anak buahnya itu,dia sudah berada di dalam kamarnya yang ada di lantai paling dasar.


Kabir meletakkan Senja ke atas ranjang king size-nya yang sudah dipenuhi beberapa sisi dengan kelopak bunga mawar merah dengan sangat pelan sehingga Senja bak guci antik saja yang diletakkan di atas ranjang itu.


"Semoga saja kamu menyukai kamar kita ini, walau kedepannya kita tetap akan tinggal bersama dengan nenek Clara di rumahnya," lirihnya Kabir.

__ADS_1


Kabir segera bangkit dari posisi itu ketika telah meletakkan Senja ke atas tempat tidur.


"Tidurlah sayang, semoga tidurmu nyenyak dan mimpi yang indah," Kabir mencium bibirnya Senja dengan penuh kasih sayang.


Kabir membuka perlahan hijabnya Senja dengan sangat hati-hati, karena dia tidak ingin apa yang dilakukannya mengganggu kenyamanan tidur Istrinya itu.


"Entah kenapa aku tidak sanggup dan tidak mampu membencimu, aku pun tidak bisa hidup tanpa dirimu dan senyumanmu. Karena cintaku padamu membuatku semakin tidak mampu berdiri tegak tanpa dirimu disisiku,"


Kabir membelai lembut pipinya Senja dan menghalau anak helaian rambutnya Senja yang menghalangi wajahnya itu.


"Kamu bagiku adalah nyawa dari hidupku, mungkin aku terlalu tergila-gila padamu sampai-sampai aku tidak sudi melihat perempuan lain di luar sana, bahkan bagiku kamu adalah perempuan yang paling cantik di dunia ini dimataku, tapi aku persetan dengan tanggapan orang diluar sana tentang hubungan kita yang paling penting bagiku adalah kamu itu istriku hari ini hingga nafas terakhirku," bisiknya Kabir di telinganya Senja.


Kabir mengungkung tubuhnya Senja, sehingga dia berada tepat di atas tubuhnya Senja yang sesekali mendengkur halus.


Kabir tersenyum simpul melihat reaksinya dan sikapnya Senja ketika tertidur.


"Senja Starla Airen Zain Pratama katanya orang namamu sungguh panjang tapi, rasa cintaku padamu tidak mampu mengalahkan panjangnya cintaku ini padamu," lirih Kabir.


Kabir segera bangkit dari posisinya itu dan merebahkan tubuhnya di samping kanannya Kabir.


"Aku berada dimanapun dibelahan dunia apapun, hatiku selalu terpaut dengan hidupmu. Aku tidak tahu bagaimana caranya aku menjalani kehidupan ini tanpa dirimu, karena setiap hembusan nafasmu adalah nyawaku, dimanapun aku berada bayangan dirimu selalu menari-nari di pelupuk mataku," ucapnya Kabir yang mampu mengutarakan isi hatinya keseluruhannya jika Senja tertidur.


"Kabir Kasyafani Sanders kamu harus banyak bersabar menghadapi sikapnya Senja, karena istrimu keras kepala, sedikit egois dan yang paling penting sekarang adalah aku sangat mencintaimu, karena bagiku hidupku tidak lengkap tanpa satu sama lain, karena kita ini sama, karena kita tidak akan lengkap tanpa ada kamu dan aku itulah kehidupan kita yang sebenarnya," ucapnya Senja yang baru saja terbangun dari tidurnya itu.


Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Senja membuat tangannya Kabir terlepas dari tumpuannya yang sedari tadi sebelah tangannya bertumpu di sekitar pipinya itu yaitu area mata.


"Auh!" Keluhnya Kabir.


Apa yang terjadi padanya membuat Senja tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya Kabir yang kekanak-kanakan dimatanya Senja.

__ADS_1


"Astaughfirullahaladzim abang ternyata sampai segitunya mencintaiku padahal aku hanya perempuan dari kalangan biasa saja, aku juga tidak cantik, tak baik pula tapi kenapa begitu tergila-gila padaku," ucapnya Senja sambil memiringkan tubuhnya agar keduanya saling berhadapan.


Kabir segera mengungkung tubuhnya Senja sedangkan senja hanya menatap intens Kabir tanpa berkedip, "Jangan sekali-kali bicara seperti itu karena kamu adalah hidupku." Kabir mulai mengecup bibir mungilnya Senja kemudian mee luuu maaat nya hingga kedua pasang matanya Senja terbelalak.


__ADS_2